Milisters ysh,
   
  Diskusi tentang pemindahan ibukota keluar dari Jakarta umumnya selalu 
disambut hangat .... sementara itu diskusi tentang mengembangkan countermagnet 
city umumnya disambut sepi-sepi saja.....
  Ini boleh menjadi tanda tanya kenapa?......... 
   
  Salah satu jawab sederhana adalah bahwa  ... diskusi tentang 
  pemindahan ibukota .... selain jelas maksudnya untuk apa atau untungnya apa 
..... satu hal lain  adalah bahwa .... pemindahan ibukota itu skenarionya 
terbayang lengkap dari A sampai Z .... ialah utamanya pekerjaan memindahkan 
berbagai gedung lembaga pemerintahan ketempat yang baru ....... yang singkatnya 
semua pekerjaan sifatnya nyaris  ‘sangat fisik’ ....... dan itu adalah perkara 
yang sangat diakrabi oleh masyarakat planner pada umumnya......... dan dapat 
diprediksi bahwa bila segala sesuatunya oke .... maka 99.99% pekerjaan akan 
dipastikan beres pada saatnya ...........
   
  Sementara itu  mengapa  diskusi tentang pengembangan Countermagnet City 
against Jkt menjadi sepi sunyi..... perkaranya adalah pertama .... skenarionya 
tak semata-mata fisik .... atau malah skenario fisik-non-fisiknya sulit  
dibayangkan........ atau skenario fisiknya sih masih dapat dibayangkan ....... 
tetapi ngeri membayangkan itu bisa atau mudah dan mungkin  diwujudkan atau 
tidak............
   
  Jadi singkat kata ..... aspek teknik pemindahan ibukota adalah masalah 
relatif ‘mudah’ karena ia sangat fisik .. dan planner cukup akrab dengan 
perkara itu...... dan sementara itu  disisi lain...... ‘pengembangan 
countermagnet city’ adalah perkara sulit....  karena ia ‘bukan semata perkara 
fisik’.... dan masalahnya adalah  karena planner tak biasa akrab dengan 
perkara-perkara keruangan yang sifatnya bukan fisik......... yaitu misalnya 
saja menyangkut perkara ekonomi,  sosial, atau apalagi migrasi atau relokasi 
industri .........
   
  Atau dengan kata lain .... singkat kata... pemindahan ibukota adalah masalah 
relatif ‘mudah’ ...karena  ia  lebih bersifat  ‘city planning’ (lebih beraspek 
fisik).....  sementara itu pengembangan countermagnet’ adalah perkara maha 
sulit....  karena ia lebih banyak bersifat ‘urban planning’ .... menyangkut 
banyak aspek ganda seperti   sosial, ekonomi, demografi, interregional 
(geografik) dsb. dalam berbagai dinamikanya....  selain tentu saja juga  
menyangkut aspek dasar fisik dan ekologik.............
   
  *           *           *
   
  Diskusi tentang pengembangan Countermagnet City to Jkt memang adalah 
perencanaan  yang skenarionya  luarbiasa ribet ........ 
  Selain terjadi  perdebatan tentang  skenario ‘bagaimana mengembang-kannya’ 
(How)..... tentu terjadi juga perdebatan menyangkut pertanyaan ‘mengapa harus 
kota countermagnet’ (Why)......mengapa bukan kota satelit ...... selain juga 
tentu tak ketinggalan pertanyaan penting  tentang ‘berapa biayanya’ (How 
Much)......   
  Tetapi saya kira  belakangan perdebatan tentang ‘perlunya countermagnet’ 
(Why) sudah dapat disimpulkan dengan jawab nyaris kesepakatan  tentang perlunya 
countermagnet dikembangkan.......... sehingga agenda perdebatan yang tersisa 
adalah sebenarnya tinggal  ‘bagaimana skenario mengembangkan countermagnet to 
Jkt’ itu (How)........ dan berapa duit ongkosnya (How Much)....serta darimana 
duitnya (How to manage) ........... 
  *           *           *
  Menilik yang umum dan mendasar dulu saja..... jelas bahwa secara fisik...... 
kota penyeimbang yang baru itu diharapkan tentulah besarannya juga seyogyanya 
harus tak kurang jauh dari besaran kota Jkt........ tampilan keindahan 
fisiknyapun juga diharapkan harus tak kalah cantik dari Jkt ... kelengkapan 
infrastruktur  kotanyapun harus jangan kalah lengkap dari Jkt.... dan secara 
ekonomi ... kota penyeimbang yang baru itupun  kegiatan ekonomi serta 
industrinya diharapkan dapat berkembang menyaingi atau mendekati setara Jkt 
....... 
   
  Sementara itu secara demografis ... kota penyeimbang itu juga tentunya 
diharapkan  dapat memiliki  jumlah penduduk yang  mendekati seimbang dengan Jkt 
.... 
  Dan secara sosial ....... kota penyeimbang yang baru itu juga diharapkan 
dapat memiliki proporsi strata sosial penduduk pendapatan menengah-atas yang 
cukup imbang pula  dengan Jkt........  
   
  Demikianlah kira-kira  batasan umum-kasar tentang bagaimana  ‘kota 
penyeimbang yang baru’ terhadap Jkt itu diharapkan dapat dilahirkan atau 
dikembangkan ..........
  Dengan begitu .... pertanyaannya adalah ... apakah masih mungkin penataan 
ruang  dan sistem kota yang terpadu secara nasional terus saja akan memakai 
pendekatan klasik aspek tunggal profisik propasif ....seperti tentang penegakan 
peraturan  zoning dan perwilayahan.... dan yakin itu adalah cara cukup 
efektif?..............  
   
  Sementara demikian dan salam,
  aby

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke