Dear referensier semuanya. 

Hampir semua sepakat
kalau Jakarta tidak sekedar kota besar, tetapi juga kota yang dominan.
Juga hampir semua kita berpandangan bahwa dominasi Jakarta perlu dikurangi
agar kota-kota lain juga berkembang pesat seperti Jakarta. Konsep dan
upaya telah dipikirkan dan dilakukan. Konsep Counter Magnet ala
Jabodetabek juga dipraktekkan. Hasilnya tidak efektif karena perkembangan
Jakarta tidak terganggu oleh kota-kota satelitnya (Bodetabek). Buktinya
sejak Counter Magnet itu dipraktekkan, Jakarta tetap berkembang pesat
hingga meluber (spill over). Fenomena meluber dan melubernya tidak ke
kota-kota satelitnya, tetapi ke periferi-nya yaitu Kabupaten Tangerang,
Bekasi, dan Bogor, ...bukan pada kota-kotanya, ini membuktikan kalau
"medan magnet" Jakarta jawara bertahan klas berat dibanding
dengan penantang-penantangnya klas kapas. 

JAKARTA KOQ DILAWAN?
Itulah subjek yang ingin saya wacanakan. Sebuah tantangan, dengan cara
(baca konsep) apa Jakarta mau dilawan? Kalau Pak Aby menawarkan relokasi
industri-industri footloose ke Makassar, kalau Bung Deden menawarkan agar
mempelajari kota-kota di US melawan New York, dan Bung Eka, Bung Anin, dan
lainnya usul untuk memindahkan fungsi ibu kotanya ke kota lain.... atau
KPPOD (Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah) menawarkan dengan
konsep daya saing, .. ya silakan aja tidak ada yang menghalangi... apakah
investor-investor industri footloose mau pindah ke Makassar? Pasti si
investor akan berhitung apa untungnya pindah ke Makassar? Kalau untung,
nggak disuruh juga akan pindah sendiri. Terus kalau belajar kota-kota di
US itu apakah benar mereka sudah mengalahkan New York? .......Bukankah New
York masih bergeming (tak beringsut) saja? Kalau fungsi pemerintahannya
dicabut (dipindah) apakah lantas diikuti fungsi ekonomi? .....Ini jelas
tak terbukti. Dan kalau masing-masing kota sudah berdayasaing tinggi,
seperti yang sudah diperingkatkan oleh KPPOD, sudahkan mampu menarik
investor? ......Ternyata tak juga terbukti. 

JAKARTA KOQ
DILAWAN? Mengapa Jakarta demikian kuatnya? Padahal sudah dihantam banjir,
sudah dibebani masalah lalu lintas, sudah dirusuhi oleh pengemis, rumah
liar, dan kriminal, mengapa Jakarta koq tetap primadona? Apakah betul
karena pengaruh orang-orang di Senayan? Apakah betul karena fungsi
ibukotanya? Apakah betul karena lokasinya? ... Bukanlah banyak
lokasi-lokasi lain yang juga strategis? Apakah karena punya pelabuhan
samudra? ... Bukankah Surabaya, Semarang, Medan, Bitung, dan Batam juga
punya pelabuhan samudra? Atau mungkin karena history?..... Kalau history,
mestinya Palembang dengan kerajaan Sriwijaya yang lebih dikenal di dunia
internasional jaman dulu, atau di Surabaya dengan Mojopahit yang mampu
mengalahkan wilayah-wilayah separo nusantara ini hingga ke Mandagaskar?


JAKARTA KOQ DILAWAN? Siapa (kota mana) yang mampu mengalahkan
Jakarta? Tidak siapa-siapa,... yang mampu mengalahkan Jakarta ya Jakarta
sendiri. Biarlah Jakarta berkembang semampunya, biarlah membesar...sampai
threshold-nya di mana? Ya,..lama-lama Jakarta akan beringsut secara
perlahan oleh kemampuannya sendiri. Kalau dulu Jakarta kota terpadat,
sekarang kepadatan itu sudah menurun. Kalau Jakarta dulu pusat industri,
sekarang tidak lagi. Dulu Jakarta kota pendidikan, sekarang sudah tidak
lagi (jumlah murid SD-SMP berkurang drastis). Dulu Jakarta sentral
pemerintahan, sekarang tidak lagi karena sudah otonomi daerah. Tapi fungsi
bisnis dan pusat keuangan adalah "titik apinya" yang tak bisa
dilawan, tepatnya gedung tinggi di Jl. Thamrin itulah intinya, yaitu Bank
Indonesia (Bang Sentral). Bukan fungsi industrinya, bukan fungsi
pemerintahannya, bukan pelabuhannya, apalagi orang-orang Senayan. Karena
BI inilah maka kantor-kantor headquarter ada di Jakarta karena bank-bank
koresponden seperti Citibank, HSBC-Bank, Dutch Bank, Bangkok Bank, Tokyo
Bank tak mau jauh dengan BI. Menteri Keuangan yang meng-girokan uang
negara juga ada di BI, bank-bank umum seperti BCA, Bank Niaga, BNI, Bank
Mandiri, BRI, dsb tak mau juga jauh kantor pusatnya dengan BI. Bukan hanya
itu, BPD-BPD yang seharusnya bercokol di daerah tak mau ketinggalan buka
cabang di Jakarta. Akhirnya gerombolan bisnis juga tak mau jauh dengan
kantor pusat bank-bank yang ada karena sistem keuangan virtual sentral
servernya juga di Jakarta dan bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu dan hanya
bisa ditransaksikan di Jakarta. 

JAKARTA KOQ DILAWAN? ......
nah kalau mau melawan Jakarta ya pindahkan saja BI. Maukah BI pindah?
Tentu never...never...never..terlalu tinggi COST-nya. Apakah Jakarta mau
dominan, Jakarta mau mengalah dengan kota lain, atau mau mengecil, atau
agar kota lain bisa menjadi metropolitan,...BI tak ada urusannya dengan
kemauan umumnya planner atau yang mlaner . 

Hayo...dilawan
donk! 

Thanks. CU. BTS. 





Kirim email ke