Hengky, ini udah lewat jam 11 malam, lagi besok saya mesti hadap Gubernur jam 8 
pagi, tapi anda mau goda saya terus, bolehlah, walaupun sebetulnya saya lebih 
seneng kalau godaan datang dari pengirim surat mula rekan Aryninta. OK lah 
jangan kita artikan vokal semata-mata sebagai bunyi kebisingan atau noise, dan 
saya sangat terkesan analisa Hengky untuk menduga adanya tekanan untuk memberi 
dan juga mendengar suara atau voice, seakan-akan para planner itu rada bungkam 
atau voiceless, nah sekarang penilaian macho-nya, dan disitu Hengky juga benar 
bahwa mungkin si pria itu segan untuk bersuara atau raise his voice, rupanya 
hanya alm Pavarocci atau raksasa wayang yang bisa menggelegar suaranya, yang 
lain yah rada melempem kaya Wisnu, but at least Wisnu is supposedly wise. 
that's why he does not need to raise his voice. 
Tapi barangkali message atau masalahnya sekarang bagaimana mengeluarkan suara 
itu, kelihatannya bukan dalam debat kusir walaupun kusirpun ada peran,  rasanya 
sebetulnya the written word itu jauh lebih tajam, oleh karena itu pena juga 
merupakan senjata yang jauh lebih ampuh daripada bunyi . tapi nati kita 
lanjutkanlah dalam deliberasi  debat , atau langsung saja dalam pertarungan 
lidah politik. Tapi coba baca dulu bukunya Henry Mintzberg itu kalau susah kita 
minta tolong Eko di Paris, barangkali ada versi dalam bahasa perancis juga, 
pokoknya ini bukan anti planning tapi jelas menunjuk beberapa kegagalan besar 
dari planning itu. Well segitu dulu deh. Pak Wawo. 



----- Original Message ----
From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, May 1, 2008 8:01:14 PM
Subject: [referensi] Re: Vokal Atau Diam Itu Emas


Milisters semuanya ysh,
 
Pak Eka dan mas Eko.... hehe.. ini biar agak sedikit rame aja niiih.... mau 
menggodain pak Wawo boleh ya?.......
Saya tertarik pada pertimbangan pak Wawo  yang nampaknya  cenderung senang pada 
apa-apa yang serba ”tenang-tenang” ..... termasuk juga rasanya beliau ini 
seperti menjadi  penganut aliran peribahasa “diam adalah emas”.... ... yang 
kata beliau dalam diskusinya re : surusuru....  dengan mbak Arini dan Any... 
beliau  “belum dapat menyimpulkan” ...  bahwa “planolog kini harus menjadi 
lebih VOKAL”....... 
Belum lama juga pak Wawo menasehatkan bahwa sesama milister referensi kalo bisa 
juga debatnya nggak usah kenceng-kenceng alias yang damai-damai  dan akur-akur 
aja .. gitu..  (wah enak di saya dong ini .... kalopun keluarin posting  rada 
asal .... alamat akan aman-aman saja..  nggak ada yang nyerang ..hehe..)... ....
Tetapi sementara itu disisi lain saya juga tidak kalah tertarik dengan pendapat 
mbak Arinynta bahwa menurut beliau  : “..... sekarang saatnya (kalau tidak mau 
lebih telat lagi), ahli2 planologi termasuk asosiasi bicara lebih vokal. jangan 
hanya ramai di antara sesama. publik pun perlu dan harus tahu.....”.
Ini sih bukan analisis ilmiah sosiologis psikologis karena saya gak  akan mampu 
dan pasti berantakan  .... tapi ini sih sekedar analisis gula jeruk nipis  .... 
sedikit asem-asem manis......
 
Saya kira beda pandang antara pak Wawo dan mbak Arini ini ada banyak faktornya 
.....
Saya nggak  mau pake analisis dog-donkey-monkey. .. tapi setidaknya saya kira 
ini pertama adalah  masalah beda pandang yang sedikit banyaknya ada menyangkut 
masalah jender juga ....   antara seorang bapak yang nggak pernah main didapur 
dan nggak pernah tau harga sembako seperti  beras atau wortel tanpa daun itu 
sekilonya berapa... sementara itu walau belum tentu juga mbak  Arini sering 
main didapur dan hapal daftar harga sembako disupermarket atau di tukangsayur   
.... tetapi naga-naganya mbak Arini sebagai calon ibu atau sudah  ibu dan 
sebagai sesama ibu masih memiliki kepekaan pada penderitaan jutaan ibu-ibu  
lain di Indonesia ini ..... yang pada  banyak gagal mengatur neraca keuangan 
rumahtangganya  gara-gara penghasilan tak kunjung meningkat  sementara 
harga-harga terus melambung... .....
Kedua .... sepertinya ini  agak sedikit lebih merupakan beda pandang antara 
planner-arsitek atau arsitek-planner dan  planner-sosiolog atau 
planner-ekonomist. .. dimana yang pertama tadi  lebih peduli pada masalah ruang 
dan kaitannya dengan ekologi serta budaya.... dan seperti  sedikit masa 
bodo pada masalah ekonomi ....... sementara yang kedua ... seperti lebih peduli 
pada ruang dan kaitannya pada masalah ekonomi serta sosial atau juga politik 
didalamnya.. ...
Bagi mbak Arini ... barangkali vokal itu adalah masalah  “perlu dan harus” ... 
karena beliau sepertinya sudah kurang yakin  lagi bahwa demikian  banyak  
telinga atau kuping-kuping  kini masih berfungsi dengan baik atau tidak ......
Sementara itu pada  pak Wawo yang masih mengalir darah arsitek  atau arsitektur 
yang lumayan kenceng didalamnya... . beliau saya kira memandang  vokalitas itu 
sebagai masalah  ’noise’  atau masalah ‘akustik’ yang harus banyak diatur 
segala sesuatunya agar  ketika ia  nanti  sampai ditelinga manusia....  agar 
datangnya nanti dapat diatur  dalam range satuan-satuan ukuran yang nyaman  
...... seperti dimana untuk itu harus diatur intensitasnya yang diukur dalam 
satuan desibel... atau frekwensinya dalam satuan Hertz atau panjang 
gelombangnya juga ada satuan ukurannya pula ........
Padahal sepertinya satu-satunya suara yang “paling tersusun” pada segala 
sesuatunya itu tidak lain ya  hanyalah  “musik” saja ... apalagi kalau dari 
jenis sweet  tahun 60-an kesono .... atau mungkin pak Eka berkenan usulkan juga 
ke pak Wawo... kalau ’desah’  itu termasuk juga  atau nggak ....   
atau mungkin gamelan..... atau kalo saya sih seneng  dengerin macapat....  dan 
lebih dari itu sepertinya  ya  nggak ada kategorisasi lain  dari pada  ‘suara’  
 itu selain daripada “bising” .. gitu loh...hehe..
 
Salam,
aby
 
roup | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 
Recent Activity
        *  5
New MembersVisit Your Group 
Y! Messenger
All together now
Host a free online
conference on IM..
Moderator Central
An online resource
for moderators
of Yahoo! Groups.
New web site?
Drive traffic now.
Get your business
on Yahoo! search.
. 
 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke