Rachmad, saya kebetulan sekarang sedang memugar suatu bangunan lama yang pada tahun 1919 sudah menampung Dewan Minahasa yang secara langsung memilih anggautanya dari masyarakat Minahasa, memang saya sendiri saja baru mulai menyadari betapa kayanya warisan kita dan itu bukan terbatas pada bangunan atau lembaga tapi kekayaan alam yang sayangnya memang kadang-kadang kena gelombang pembangunan post modern pasca kemerdekaan. Yah tapi kita memang tidak bisa larut, apalagi pasrah atau jadi bungkam, jadi memang benar perlu gigih dan kadang-kadang vokal tajam. Baru-baru saja kemenakan saya yang jadi cook di salah satu restoran Jakarta ceritera ada yang pesan nasi goreng tapi harus istimewa, yah lantas dia bikin dengan kobe beef yang mahal, tapi nasinya sih dari tukang nasi goreng kaki lima, cuma harganya 1/4 juta rupiah.. Jah sah-sah saja. Tapi sampai sekarang saya masih simpan dan pakai wajan besi satu-satunya utk nasi goreng minyaknya harus jelantah, tapi bukan kobe beef tapi pakai ikan asin, lantas sambelnya mesti cabe hijau. Bung Eka dimana sebetulnya national heritage kita, jah dalam cobet batu ulekan kayulah. Biarin gua goda si Hengky yang makan rumput lemon grass, emangnya kelembak dimakan, no no hard feelings Hengky. Pak Wawo.
----- Original Message ---- From: Rachmad M <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, May 4, 2008 5:14:44 PM Subject: [referensi] Re: Jaman Penjajahan Belanda Teknologi Indonesia lebih Baik --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Hannie Waworoentoe <waworoentoehannie@ ...> wrote: > > Hengky, > Tadinya saya tidak mau menanggapi uraian panjang Jaman Penjajahan Belanda Teknologi Indonesia lebih Baik, yang sebenarnya mengemukakan suatu pendapat yang tidak saja unik tapi memang juga sangat jujur. Sebetulnya Teknologi itu tidak saja terbatas pada teknologi pesawat terbang tapi hampir pada semua bidang sampai bikin keju saja orang Indonesia bisa, padahal orang belanda belum bisa bikin tempe atau tahu, jadi relatip kita memang cukup unggul. ...... Pak Wawo Ysh, Terima ksih atas pencerahannya. memang banyak hal yang menjadi keprihatinan kita bersama setelah Indonesia merdeka lebih dari 60 tahun ini.. Jaman Belanda kita sudah punya Hutan Tanam Industri (HTI) yang berkelas kayu jati seperti di daerah Bojonegoro dan Alas Roban, sayangnya setelah merdeka malah hutan lestari yang dikapling-kapling dan di gunduli :-( Kita juga punya banyak pintu air untuk irigasi, sayangnya daerah- daerah subur malah dijadikan lahan industri ie. Cikarang-Kearawang :-( Banyak juga yang merasa Indonesia itu baru ada 1950 an padahal dunia mengakui Indonesia di kolonisasi Belanda sejak abad 17. http://rachmad. kuyasipil. net/?p=93 Salam RM ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile..yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

