secara sederhana saja: kalau hanya berkepentingan dengan ekonomi semasa, harga minyak akan selalu (di) naik (kan oleh pemerintah yg sedang 'in', karena mereka perlu 'dana pembangunan', menggaji perangkatnya, mendanai 'wakil rakyat' yg tuntutannya menyeramkan...dll, dsb....), seberapapun kecil-besar penderitaan rakyatnya, apapun hukum dan hukuman yang akan diterapkan, karena ...ketersediaan minyak (dan bahan tambang lainnya) terbatas, energi alternatif tidak 'semudah' menjual (pengelolaan dan pemanfaatan) 'sumberdaya' tambang yang (kebetulan) berada di lingkungan tanah-air kita. Dan mencegah pola konsumtif (dengan menggunakan perangkat yg mengkonsumsi bbm dg oktan tinggi yg perlu diimpor) juga sukar dicegah kalau sehari-hari barang konsumsi tersebut 'mudah dijumpai' (kemudahan import 'produk-produk terbaru', atau di-'asembling' oleh 'agen' setempat) dan 'mungkin' didapat (kemudahan memperoleh kredit, hutang. bayaran urusan belakang, selama masih ada yg disita, baik pribadi maupun negara)....komoditi import tersebut bisa dalam beragam bentuk, fisik, konsep, duniawi hingga yang surgawi lho bu..... artinya: kalau tidak mendasar, menyeluruh, bertahap, membudaya dan berwawasan nusantar, secara sistematis dan disemua lini penyelesaiannya, kita pantas pesimis...
sory, cuma bercanda....masih banyak yg idealis kok, disamping yg cuma tukang kritik seperti saya...walau dimasa yg penuh 'kampanye' ini.... he..he.. abimanyu 2008/5/15 Reny ansih <[EMAIL PROTECTED]>: > Halo temens, > Dari milis tetangga yang lain, rupanya ada juga ya yang punya pendapat > sedikit beda pandang, silahkan diuji buat yang punya data juga... > Salam - 2ny > > Note: forwarded message attached. > > > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: neda <[EMAIL PROTECTED]> > To: Cina88 <[EMAIL PROTECTED]>, mantan preman kupang < > [EMAIL PROTECTED]>, MSH Indonesia < > [EMAIL PROTECTED]>, Dian-Lestari KEJAYAN Administration > Susilowati <[EMAIL PROTECTED]>, Tia Herawati < > [EMAIL PROTECTED]>, Katrin <[EMAIL PROTECTED]>, Kohar Setiadi < > [EMAIL PROTECTED]>, Vicarna Yasier <[EMAIL PROTECTED]>, Ami Bambang < > [EMAIL PROTECTED]> > Date: Wed, 14 May 2008 07:33:45 +0000 (GMT) > Subject: [mshindonesia2002] Fw: [eravaganza] Fw: [Livelihood WG] Benar! > Energi kurang ? dan kenapa BBM harus Naik ? > > > > --- On *Wed, 14/5/08, Retno Winahyu <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > From: Retno Winahyu <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [eravaganza] Fw: [Livelihood WG] Benar! Energi kurang ? dan kenapa > BBM harus Naik ? > To: [EMAIL PROTECTED], "djuni" <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Wednesday, 14 May, 2008, 1:10 PM > > > > ----- Forwarded Message ---- > From: Teuku Fadhla <[EMAIL PROTECTED] com> > To: Livelihood ERTR <livelihood_ertr@ yahoogroups. com> > Sent: Wednesday, May 14, 2008 12:55:03 PM > Subject: [Livelihood WG] Benar! Energi kurang ? dan kenapa BBM harus Naik ? > > > Energi Indonesia untuk Siapa? > > > Indonesia ekspor 70% batubara ke luar negeri Indonesia pengekspor LNG > terbesar di dunia Indonesia ekspor 500 ribu bph minyak Sementara listrik > sering padam, rakyat antri gas, minyak tanah dan bensin. Energi Indonesia > untuk siapa? (sumber Kompas). > > Jika energi diprioritaskan untuk dalam negeri dan Pembangkit listrik PLN yang > memakai BBM dialihkan ke PLTA, PLTG, atau batubara, maka Indonesia tak perlu > impor BBM sama sekali. Indonesia butuh pemimpin cerdas ? 90% minyak > Indonesia dikelola perusahaan asing! > > > > *Kwik Kian Gie*: Tak ada subsidi BBM. Pemerintah mengambil minyak bumi > milik rakyat secara gratis dengan biaya hanya US$ 10/barrel. Tapi karena > hanya bisa menjualnya seharga US$ 77/barrel pemerintah merasa rugi jika > harga minyak Internasional lebih dari harga itu. > > > > *Katanya Indonesia banyak Impor BBM ?* > > Kebutuhan BBM > > Produksi Dalam Negri > > Impor > > 1,2 juta > > 1 Juta > > 0,2 juta > > > > Buktinya Indonesia tidak 100% impor. Kebutuhan BBM Indonesia 1,2 juta bph. > Produksi 1 juta bph (dgn biaya < US$ 15/brl). Harusnya impor hanya 0,2 > juta bph dengan biaya Harga Internasional+ US$15/barrel. > > ** > > *Kenyataannya :* > > Jika harga minyak Internasional US$ 125/barrel dan biaya US$ 15/barrel > serta impor 200 ribu bph maka pemerintah Indonesia dengan harga Rp > 4.500/liter (US$ 77/brl) untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 > Trilyun dalam setahun ([EMAIL PROTECTED] 9.200). jadi *Pemerintah Untung Rp > 165,8 > Trilyun! *dan tidak benar jika bilang Pemerintah rugi Rp 123 Trilyun. > > > > *Perbandingan Harga Bensin dunia* > > Negara > > US$/Liter > > Rp/ Liter > > Populasi penduduk > > GNP/Kap > > Venezuela > > Turkmenistan > > Iran > > Nigeria > > Saudi Arabia > > Kuwait > > Mesir** > > *Indonesia*** > > Malaysia > > China > > AS > > Jepang > > 0,05 > > 0,08 > > 0,09 > > 0,10 > > 0,12 > > 0,21 > > 0,25 > > *0,49* > > 0,53 > > 0,64 > > 0,92 > > 1,01 > > 460 > > 738 > > 828 > > 920 > > 1.104 > > 1.932 > > 2.300 > > *4.500* > > 4.876 > > 5.888 > > 8.464 > > 9.292 > > 26 juta > > 5 juta > > 68 juta > > 129 juta > > 27. juta > > 2,4 juta > > 78 juta > > *220 juta* > > 24 juta > > 1,3 Miliyar > > 296 juta > > 128 juta > > 3.490 > > 1.120 > > 2.010 > > 350 > > 9.240 > > 17.960 > > 1.390 > > *810* > > 3.880 > > 1.100 > > 37.870 > > 34.180 > > > > *Indonesia cuma urutan 116 dari konsumsi BBM *dibawah lagi negara Afrika > seperti Namibia dan Bostwana *(Apakah kita negara boros pemakai BBM.?)* > > ** > > *SIAPA SEBAGIAN BESAR PEMAKAI BBM dan IMBAS nya ?* > > Supir Bis, Metromini, Mikrolet Supir Truk pengangkut barang. Para nelayan > Penumpang angkot (bukan orang kaya) jika BBM naik pasti menderita karena > tarif angkot naik Jika BBM naik, harga barang naik karena didistribusikan > dengan Truk/BBM. Rakyat miskin menderita Jumlah pemilik mobil mewah < 5% > (<10 juta) > > > > Pada kenaikan BBM sebesar 125% tahun 2005 tidak semua orang miskin > kebagian. Tahun ini hanya 18 juta. <30% dari 62 juta rakyat miskin Absolut > versi Bank Dunia BLT 2005 hanya berjalan 1 tahun. Setelah kenaikan BBM > seluruh harga barang naik bagaimana dampaknya ? > > > > Keuntungan Perusahaan Migas yang beroperasi di Indonesia , Exxon Mobil > tahun 2007 sebesar US$ 40,6 milyar (Rp 373 trilyun) dari pendapatan US$ > 114,9 milyar (RP 1.057 trilyun –CNN). Bagi hasil migas sebesar 85:15 untuk > pemerintah dan perusahaan asing baru dilakukan setelah dipotong "Cost > Recovery" yang besarnya ditetapkan perusahaan asing. Jika tidak tersisa, > Indonesia tidak dapat. Di Blok Natuna setelah dipotong Cost Recovery > Indonesia dapat 0 dan Exxon 100% (Kompas, 13 Oktober 2006) Transparansi > International Indonesia menemukan biaya senang-senang main golf dimasukkan > dalam Cost Recovery (*DetikFinance. com*) > > > > (referensi ) : www.infoindonesia. wordpress. > com<http://www.infoindonesia.wordpress.com/> > > • Wikipedia, MS Encarta, World Bank, Hadits Web > > • www.plnjaya. co.id/berita/ berita_peristiwa > .asp?do=view&id=2909&idm=5&idSM=1<http://www.plnjaya.co.id/berita/berita_peristiwa.asp?do=view&id=2909&idm=5&idSM=1> > > • www.lab2.kuis. kyoto-u.ac. jp/~raymond/ pebola/IndoJpnEn > ergi.html<http://www.lab2.kuis.kyoto-u.ac.jp/%7Eraymond/pebola/IndoJpnEnergi.html> > > > > *BAGAIMANA PENDAPAT ANDA dalam MENYIKAPI HAL INI...? APA SOLUSI nya jika > harga BBM tetap naik..? * > > ** > > > *TEUKU FADHLA 'ALI > **Hp. 0813 6000 9712 * > ** > *A P E D * > (Aceh Partnerships for Economic Development*) > * > > > > ------------------------------ > Sent from Yahoo! > Mail<http://us.rd.yahoo.com/mailuk/taglines/isp/control/*http://us.rd.yahoo.com/evt=52418/*http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html>. > > A Smarter Email. > >

