Hey Reny, engga apa yah kaya panggil oyek, tapi udah malam juga engga apa kalau
mau kangen-kangenan, karena old souls never sleep, kalau old soldiers never
die, jadi old planners never learn they are just recycled, kaya diperabukan,
jadi dari abu (bukan pak Abu) asalmu dan abu lah nanti akhirmu, pantes pantura
itu makin lebar dengan lumpur yang tadinya sih di Cikapundung atau nyangkut di
Balubur, waduh kalau pohon-[pohon TamanSari bisa ngomong, yah belon lagi
Sawunggaling Ren itu mah mahligai the cream of the most female eggheads of our
country, saya engga puji lho, karena gua bisa cerita out of experience. Tapi
bagus Reni, sekali-kali ngaduk belanga supaya endapan lama itu bisa naik lagi,
kalau dulu bilangnya 'neem het onderste van de pan' ambillah kerak-kerak atau
intipnye . Rasanya kok sekarang makan bubur saja koq bisa obese (gemuk) kalau
dulu malahan dibilang mollig atau kenyal. Lain lagi kenyal belanda itu mah
alot atau taaaai, bukan tai melayu
lah. nah kalau gitu bener antropologi etnik vernacular kampungan ngedeso
kalau orang manado bilang gunung atau biongo (goblok) tapi you will be
surprised that many struck gold while digging dirt, katanya ketemu mas waktu
buang hajat, tapi ketemu mas jawa sih engga usah susah susah daripada mas
manado they are just hot air. how can you expect to get soul, roh, ruh ah
enakan ruhyati nah kepleset lagi Anyway saya belon pernah ngajar ekonomi
(yang serious) yang gadungan sih udah. Ini si Hengky pasti baca ini juga tapi
kalau leluconnya se perpustakaan kaya Biro Pusat Statistik, tapi yang menarik
adalah cari gene's yang matching bojo atau gaco dulu pakai fengshui sekarang
pakai computer. OK Ren, kalau Surabaya OK Rek, kalau masih remaja Rekky kaya
idola cilik, Pak Wawo.
Supaya engga nyambung saya udah delete rekamen terdahulu.