Kalau dengan pemikiran begitu semua kota, desa, dan habitat manusia dan kehidupan lainnya juga perlu penyangga. Artinya, Botabekjur perlu disangga DKI Jakarta agar bisa berkelanjutan. Karena daya dukung alam terbatas, maka semakin besar kota (ipteks lebihmaju) semakin besar tugasnya untuk menyangga kota, desa dan habitat lainnya tersebut. Tantangan ipteks bagi penghuni kota untuk mencari solusinya, bukan menyebar kesengsaraan tanpa bertanggung jawab.
Konsep penyangga jaman dulu lahir dari egoisme (perencana) kota, yang seolah-olah pihak lain yang harus menanggung akibat hedonisme penduduk kota, perencanaan berbasis dua dimensional, dan lahan serta sumber daya luar wilayah masih bebas dieksploitasi demi kepentingan penguasa (mimpi siperencana?). Akibatnya Indonesia dan negara berkembang lainnya harus tidak membangun secara intensif, menjaga hutan tropis dan terumbu karangnya demi O2 , sumber daya alam, makanan dan ikan bagi negara-negara maju yang diwilayahnya sudah terlalu padat dan lebih banyak memproduksi CO dan perlu mengkonsumsi lebih banyak..... Itu sederhananya... Kalau masih setuju konsep penyangga, a.l. semoga penghuni Bekasi melakukan kewajibannya untuk menyangga Jakarta, demi kesejahteraan warga Jakarta yang semakin banyak jumlah, tuntutan dan sampahnya....he he he Maafkan kalau tidak berkenan, terutama dalam memasuki bulan Ramadhon ini... Wasalam, Abimanyu On Mon, Aug 25, 2008 at 11:44 PM, Wisnu Wijaya <[EMAIL PROTECTED]>wrote: > > Milister Ysh, > > Kita coba dari sudut lain ya.. > > Jakarta jika tanpa penyangga (Penyangga lahir secara alamiah ). > > Jakarta dengan pertambahan penduduk sekitar 4% per tahun akan membutuhkan > tambahan ruang bagi tempat tinggal sekitar 400.000 orang per-tahun, atau > sama dengan jumlah penduduk kota ukuran menengah di Sumatera seperti Sibolga > atau Bengkulu. Pada tahun 2008 ini, penduduk Jakarta diperkirakan akan > mencapai 12 juta orang (termasuk pengunjung siang dari Bo-De-Ta-Bek); Menurut > pak Danisworo sejumlah 3,5 juta lainnya diantisipasi akan tinggal di > kota-kota Bogor, Tangerang dan Bekasi, menjadikan penduduk perkotaan > Jabotabek menjadi sekitar 15,5 juta orang. Ini belum termasuk daerah > pedesaan di wilayah yang sama yang diperkirakan akan berpenduduk 5,5 juta > orang sehingga pada tahun 2008 ini Jakarta dan wilayah konurbasinya akan > berpenduduk sekitar 21 juta orang. Bagaimana jumlah ini akan ditampung > secara layak ? Bagaimana pengadaan lahan bisa dipenuhi ? (cat: tanpa ada > kota penyangga). > > > > Akibat dari itu, setiap hari saya perhatikan, dari pukul 6 pagi hingga > 10.32 tak kurang dari 12 kereta AC berangkat dari stasiun Bogor ke Jakarta. > Belum ditambah kereta non AC yang hampir setiap 10 menit sekali dari Bogor > ke Jakarta, ditambah lagi ada pemberangkatan tersendiri dari stasiun Bojong > dan Depok. Jadi katakanlah tak kurang dari 50 kereta berangkat dari Bogor > ke Jakarta dari jam 6 hingga jam 10.30. Masing-masing kereta menarik minimal > 8 gerbong, bahkan bisa lebih, kadang hingga 10-12 gerbong. Masing-masing > gerbong tak kurang dari 100-200 orang (tidak termasuk yang diatas > gerbong/Kalau pak Emil Salim cenderung menggunakan kereta lihatlah profil > kereta kami pak..). Katakanlah rata-rata 100 orang per gerbong, berarti ada > 40.000 (50X8X100) orang yang tumplek ke Jakarta dari sekitar Bogor yang > menggunakan kereta listrik. Jika dari Tangerang dan Bekasi masing-masing > hanya separuh dari Bogor (Karena jumlah perjalanan kereta tidak sebanyak ke > bogor) berarti ada 80 ribu orang plus minus tumplek di Jakarta di waktu yang > hampir bersamaan. Kalau kuota haji kita 200 ribu pertahun, ini hampir > separohnya jakarta latihan memobilisasi penduduknya setiap hari hanya dari > KRL. > > Stasiun yang paling diminati untuk turun jika dari Bogor adalah Pasar > Minggu hingga Juanda. Dari stasiun Pasar Minggu hingga Juanda ada 9 stasiun > pemberhentian, tetapi di stasiun gambir tidak semua kereta boleh berhenti > (hanya pakuan ekspres) jadi tinggal 8 stasiun yang paling banyak menurunkan > penumpang. Menurut pengamatan saya (mungkin saja keliru, mohon dibetulkan) > terdapat ¾ penumpang yang turun pada sepanjang stasiun tsb. Sisanya ¼ lagi > tercecer di stasiun yang lain. Bangkitan 8 stasiun ini mungkin memperparah > kemacetan yang ada. Lha hampir 4000 orang tumplek di masing-masing stasiun > di waktu yang hampir bersamaan. Apabila kita bagi manis dari jam 6 hingga > jam 10.32, kira2 menjadi 4 jam berati ada 1000 orang per jam yang harus > dimobilisasi dari ke 8 stasiun ini. Ini semua baru perhitungan minimal > lho .. > > > > Bagaimana mengurus Jakarta dengan kondisi seperti ini... Ini belum kita > hitung dari pengguna bus dan kendaraan pribadi, baik motor maupun roda 4. > Dari soal penyediaan perumahan permukiman dan transportasi aja sudah > semrawut, bukankah penyangga lahir dengan alamiah... > > Salam hangat > > wisnu > > > > Komunitas Referensi > http://groups.yahoo.com/group/referensi/ > [image: Yahoo! > Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkbHE0OTltBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjE5NjU5MjA1> > Change settings via the > Web<http://groups.yahoo.com/group/referensi/join;_ylc=X3oDMTJmZ2N1ZW1nBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA3N0bmdzBHN0aW1lAzEyMTk2NTkyMDU->(Yahoo! > ID required) > Change settings via email: Switch delivery to Individual<[EMAIL > PROTECTED]:%20Indiviual%20Email>| Switch > format to Traditional<[EMAIL PROTECTED]:%20Traditional> > Visit Your Group > <http://groups.yahoo.com/group/referensi;_ylc=X3oDMTJkdG00bzIwBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2hwZgRzdGltZQMxMjE5NjU5MjA1>| > Yahoo! > Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> | Unsubscribe > <[EMAIL PROTECTED]> > > >

