> 3. He..he Jaringan Planner Liberal (JPL) tidak pernah > dideklarasikan. Anggotanya cuma satu yaitu saya. Jaringannya maya, mau > ikut ya nyantel saja, tidak ada kode etik, masuk - keluar bebas saja, > namanya liberal... tak terikat syariat-syariat faham planning yang > "mainstream". >
Jaring Planning Liberal? Wah ini makruh. Tidak dilarang tapi....kalau bermanfaat okelah. Saya sarankan banyak diskusikan Manajemen Perkotaan/Wilayah, supaya jangan dikira planolog cuma bisa bikin Rencana dan me Revisi Rencana saja, karena semua kota dan daerah sudah punya Rencana, jangan ada anggapan datang planolog ganti Rencana (takuuuut...!). Pemda butuh solusi atas berbagai permasalahan "pertumbuhan atau kelambatan," pembiayaan dan konflik kepentingan dalam menerapkan Rencana yang ada, bukan Rencana baru. > > Aliansi Planner untuk Kebebasan Berencana Indonesia Wah, APKBI mas Agus? Ini bid'ah dan bisa ke haram hukumnya. Karena berbeda dengan bidang "lingkungan hidup" yang banyak LSM-nya, adanya LSM di dunia planning adalah tabu (?), mengganggu ketenteraman umat ber-planning. He he he, RM

