Pak Aunur, Pak Risfan, Pak Dwi, Pak Aby dan teman-teman milister Ysh, Selama bulan Ramadhan 1429H ini, koq rasa-rasanya saya merasa cerewet sekali untuk mengomentari berbagai hal, khususnya tentang penataan ruang. Jadi mohon maaf sebelumnya jika ada yang kurang berkenaan.
Begini ceritanya. Dalam beberapa kesempatan saya mencoba mereview hasil Rencana Tata Ruang baik tingkat provinsi maupun Kabupaten yang dibuat konsultan, khususnya dalam analisis ekonomi regional. Yang menarik adalah hampir semuanya menggunakan model shift-share. Namun sayangnya, tidak satupun analisis shift-share tersebut yang "bunyi" dalam konteks tata ruang, kecuali sekedar angka-angka yang tidak punya makna. Saya tidak tahu persis asal muasal digunakannya shift-share tersebut yang kemudian menjalar ke daerah lain. Tentu tidak pantas saya mereview apa itu shift-share di milis referensi kita ini, Kalau tokh harus direview, dalam analisis tersebut sama sekali tidak disentuh makna atau implikasi dari pengaruh pertumbuhan ekonomi provinsi terhadap pertumbuhan regional, demikian juga implikasi dari daya saing sektoral (competitive share) sektor-sektor yang telah diidentifikasi, dan bagaimana hubungannya dengan konsep tata ruang hingga 10 atau 20 tahun ke depan. Kalau saja model shift-share itu sudah nyambung, kita sudah lebih maju selangkah, walaupun dalam kenyataannya, model shift-share ini sudah tidak "ampuh" lagi dalam analisis regional kontemporer, kecuali sebagai referensi historis belaka. Tanpa perbaikan mendasar, kesan Rencana Tata Ruang itu sekedar barang pajangan yang indah dilihat akan semakin terasa. Sekali lagi mohon maaf jika kurang berkenan. Wassalam, Nuzul Achjar

