Thx pak aby atas tanggapannya.
Kalau begini saya lebih nyaman. dua postingan di tanggapi secara berbeda dan
tidak dikait-kait kan.
menanggapi pa djarot dan pa aby sekalian
mudah-mudahan hal-hal yang dikhawatirkan tidak terjadi
tapi kritik dan masukan positif tetap saya tampung untuk kemajuan kita
bersama

salam hangat penuh semangat

_catur_

2008/10/5 hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]>

>
>
> Mas Catur yang baik dan milister ysh,
>
> Trims atas tanggapannya kembali……
>
> Tapi mohon izinkan saya untuk sampaikan dulu tanggapan dari posting ke-2  :
> "*Progresivitas Dunia Perencanaan*" Tuesday, June 24, 2008…..
>
> Selanjutnya kita nanti bisa diskusi lagi…..
>
>
>
> *+++: **Orang-orang tersebut berkumpul dengan berbagai alasan dan motif
> yang berbeda-beda, akan tetapi semuanya didasari oleh sebuah kegelisahan
> terhadap apa yang terjadi saat ini di dunia perencanaan, terutama apa yang
> terjadi di kalangan perencana muda ***
>
> >>>: Nampaknya ini seperti indikasi juga …  terutama lebih tentang
> ketidakpuasan yang didapat kaum perencana muda menyangkut  nasib dirinya……
> dan bukan lebih menyangkut nasib rakyat serta bangsa………
>
> +++: *Dunia perencanaan wilayah sebenarnya bukan sebuah disiplin ilmu yang
> lama di Indonesia. Kita bisa katakan tonggak profesi perencanaan adalah
> ketika Sekolah perencanaan pertama dibuka di tahun 1959 di Bandung. Seiring
> berjalannya waktu, dunia perencanaan mengalami berbagai dinamika yang
> mewarnai lulusan dari masing-masing sekolah perencanaan. Lahirnya UU
> Penataan Ruang pada tahun 1992 (43 tahun setelah sekolah perencanaan
> berdiri), Era dsentralisasi yang memperkuat posisi Pemda terhadap Pusat,
> gelombang partisipasi masyarakat setelah era reformasi. Yang terakhir adalah
> keluarnya UU Penataan ruang yang baru, UU 26/2007, yang secara tidak
> langsung menentukan arah perkembangan profesi perencanaan. *
>
> *Ratusan bahkan ribuan tenaga perencanaan telah lahir dari berbagai
> sekolah perencanaan di Indonesia. Alumni sekolah perencanaan telah tersebar
> di berbagai macam bidang pekerjaan. Lulusan-lulusan sekolah perencanaan pun
> telah mengisi berbagai level di profesi perencanaan, tidak hanya didominasi
> oleh satu atau dua sekolah perencanaan saja.. seharusnya dengan gambaran
> tersebut, maka dunia perencanaan menuju ke arah yang lebih baik.***
>
> >>>: Jelas bahwa disini lebih dibicarakan tentang 'masa depan' atau
> 'dunianya' alumnus sekolah perencanaan more than perbaikan nasib rakyat dan
> bangsa melalui teknik perencanan ruang……..
>
>
>
> *+++: **seharusnya dengan gambaran tersebut, maka dunia perencanaan menuju
> ke arah yang lebih baik.** **Akan tetapi, beberapa perencana muda yang
> hadir pada forum 12 Juni tidak sependapat.. mereka yang hadir merasakan
> kegelisahan terhadap masa depan dunia perencanaan. ***
>
> *Perencanaan wilayah dan kota telah berubah menjadi sebuah bidang yang
> tidak menarik, tidak berkembang, membosankan, tidak menantang dan tidak
> ramah terhadap para perencana muda. Atau dengan kata lain dunia perencanaan
> wilayah menjadi sebuah bidang yang kurang seksi di tengah era globalisasi
> saat ini.***
>
> >>>: Kalau kepada 'para perencana muda' saja PWK telah dibilang 'tidak
> ramah'…..lha  bisa dibayangkan …bagaimana PWK lebih 'tidak ramah' lagi
> kepada para outsiders (saya pernah buktikan hehe..)… atau juga  bagaimana
> PWK akan 'lebih tidak ramah' lagi kepada rakyat, bangsa  dan negara…….
>
> Logikanya disini…… kalau ada sikap 'tidak ramah'… tentu sebaliknya sesekali
> akan ada juga 'sikap ramah'nya… hanya pertanyaan lalu … kalo gitu 'sikap
> ramah' itu ditujuken kepada siapa ya?........
>
> * *
>
> *+++: **Beberapa pemikiran yang mencuat dari diskusi di malam itu (kalo
> boleh saya simpulkan ), sebagai berikut ;*
>
>    1. *di level alumni muda, terdapat sebuah keputusasaan dari produk
>    rencana yang di susun. Banyak yang merasa berkiprah di dunia perencanaan
>    tidak memberikan arti banyak bagi pengembangan ruang itu sendiri. Karena
>    produk-produk rencana yang di susun ternyata tidak mampu untuk
>    diimpelementasikan sebagai sebuah produk nyata dalam mengembangkan ruang,
>    entah itu di level Kota, Kabupaten, Provinsi atau Nasional. Kondisi dimana
>    penyusunan produk ruang semata-mata sebagai sebuah proyek semata,
>    menimbulkan pesimisme di kalangan para alumni muda yang menyebabkan mereka
>    berlomba-lomba untuk keluar dari dunia perencanaan ruang. Fenomena ini
>    sebenernya sesuatu yang lumrah terjadi di setiap bidang keilmuan. Akan
>    tetapi apabila hal ini berkelanjutan, maka tentunya dapat dibayangkan
>    sedikitnya alumni sekolah perencanaan yang berkecimpung di dunia
>    perencanaan. Tentunya secara langsung atau tidak langsung dapat 
> mempengaruhi
>    kualitas perencanaan itu sendiri. *
>
> >>>: Keputusasaan ini jelas menyangkut masalah 'kebijakan'…. atau 'policy'…
> atau 'politik perencanaan' yang bukan tidak mungkin itu terjadi juga pada
> level nasional….. tapi tidak jelas juga apakah mereka  setelah itu  lalu
> akan 'berkesadaran politik perencanaan' dengan lebih baik atau tidak……
>
> * *
>
> *+++: 2. S**elain dari kondisi di atas, ternyata masih ada sebuah
> "kerinduan" dari para alumni sekolah perencana terhadap dunia perencanaan
> ruang. Aktivitas di luar dunia perencanaan ruang tidak semata-mata membuat
> mereka tidak perduli terhadap apa yang terjadi di dunia perencanaan.
> Kebutuhan sebuah media di luar rutinitas pekerjaan dimana mereka dapat
> berdialog mengenai apa yang terjadi di dunia perencanaan. Sebuah media
> dimana "planning can be fun". Media dialog yang pada akhirnya dapat
> memperkaya dunia perencanaan tanpa harus berkontribusi langsung sebagai
> perencana ruang. *
>
> >>>: Saya pikir 'media' itu sudah ada dan banyak… dan dizaman kecanggihan
> teknologi komputer saat ini… setidaknya ada 'milis referensi' yang relatif
> terbuka dan tidak eksklusif…. Yang cukup merakyat, murah,  mudah, cepat
> dan gratis dan kalau ada minat  utk sosialisasi planologi kepada kalangan
> luas agar rakyat 'bisa tahu lebih banyak' misalnya… bukankah ini media yang
> tepat juga…. Tapi kalau 'suara anak muda planners' itu seperti dimilis ini
> 'nyaris tak terdengar'…. Wah jangan2 masyarakat nanti bisa bertanya-tanya…
> maunya para beliau itu apa ya … hehe..
>
> * *
>
>    1. * *
>    2. *Adanya perubahan dalam struktur-budaya masyarakat, perubahan peran
>    birokrasi, dan iklim bisnis dan democratisasi yang memberikan peluang bagi
>    perencanaan untuk berkiprah lebih jauh mengisi ruang-ruang publik. *
>    3. *Potensi-potensi para alumni muda sekolah perencanaan saat ini
>    tersebar ke berbagai bidang dan penjuru nusantara. Berbagai prestasi pun
>    diraih. Akan tetapi hal ini belum terkonsolidasi dengan baik. Sehingga
>    prestasi yang muncul ada prestasi individu dan bukan prestasi komunitas
>    dunia perencanaan. Apalagi dengan kondisi feodalistik masyarakat Indonesia
>    yang melihat komptensi seseorang berdasarkan umur, tidak memberikan
>    kesempatan yang luas bagi perencana muda untuk mengekspresikan inovasi dan
>    kreativitas mereka ke publik. *
>
> >>>: Nampaknya kelompok 'planners muda' ini sedang terus memblame 'planners
> tua'  sebagai kenapa kok tidak secara bijak segera memberi tempat kepada
> yang muda…. Jadi ini setengahnya seperti merupakan 'masalah antara yang muda
> dan (kurang puas pada) yang tua' gitu ya?......
>
> * *
>
> *+++: **Dari sedikit persoalan yang berhasil di ekspose oleh rekan-rekan
> yang berkumpul, terbersit keinginan untuk membentuk komunitas dimana alumni
> muda sekolah perencanaan dapat berkomunikasi, berdialog, konsolidasi
> inovasi, bertukar informasi dan fungsi lain yang mampu melakukan mediasi
> kepentingan perencana muda. ***
>
> >>>: Nah… sepertinya menjadi sedikit jelas sekarang….. sepertinya ini lebih
> tentang bgmn mencari wadah saluran penampung aspirasi 'kepentingan anak muda
> planners' gitu ya?........
>
> * *
>
> *+++: 1. **Komunitas perencana muda tidak semata-mata membatasi diri pada
> usia atau umur kelulusan semata. Akan tetapi harus dapat mewakili ide-ide
> progressif dunia perencanaan. Komunitas yang ada mampu mewadahi dan
> memancing inovasi-inovasi baru dalam dunia perencanaan. Komunitas ini
> diharapkan mewakili ide-ide progresif yang ada dan tentunya menginformasikan
> ke masyarakat. *
>
> >>>: Kalau memang  mau mengutamakan 'progresivitas' ya barangkali tidak
> usah menonjolkan ciri apakah 'muda-tua' ataukah 'STW' gitu ya?.... lagipula
> kalo menyangkut 'ciri muda-tua'…. lalu yang namanya 'muda' itu mau sampai
> usia berapa….  Karena yang 'muda' itu khan juga gak berapa lama kemudian
> akan 'tua' atau 'STW' (setengah tua) juga…. Dan mereka yang kemudian
> berangsur menjadi 'tua' apa tetap mau bercokol disana… atau apakah dengan
> mekanisme  'progresivitas' organisasi kaum muda itu diharapkan yang tua
> otomatis akan 'mapan' dan mungkin tak perlu lagi bantuan 'organisasi kaum
> muda' itu?......yah ini barangkali sedikit tanda tanya tambahan juga……..
>
>
>
> Salam,
>
> aby
>
>
>  
>



-- 
Elkana Catur Hardiansah
CPMU USDRP-Planning Officer
Directorate Programme Development
Directorate General Human Settlements
Ministry of Public Works
http://catuy.blogspot.com
http://perencanamuda.wordpress.com/

Kirim email ke