Pak Aby, Pak Aunur dan rekan2,

Akan bagus kalau ada upaya "continuous process improvement" seperti
koordinasi, sinkronisasi seperti itu. Tapi sekali lagi saya menghimbau
supaya mulai lebih banyak melihat aspek pelaksanaan/ pemanfaatannya
(amanat UUPR). Karena koordinasi dan sinkronisasi itu kan masih antara
"rencana vs rencana" yang lain. Acuannya apa? Apakah hanya misi dan
kewenangan masing-masing lembaga? Jangan lupa bahwa kenyataan di
lapanganlah yang bisa jadi "acuan" utama kelayakan (bahkan kebenaran)
tiap rencana yang akan disinkronisasi.

Semua tahu bahwa realita di lapangan sering dilakukan secara spontan
oleh masyarakat (yang sering meleset dari prediksi perencana), karena
dinamika pertumbuhan dan pergeseran(kegiatan), investasi dan arus
pendatang yang tinggi. Sehingga bisa jadi tiap rencana yang akan
disinkronisasi sudah out-of-date (tak sesuai realita perkembangan,
setidaknya asumsinya sudah harus berubah). Tanpa membandingkan dengan
kenyataan maka yang terjadi jangan-jangan adu kewenangan saja, adu peta,
UU, PP, Perda masing-masing.

Salam,
Risfan Munir






--- In [email protected], Aunur rofiq <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Pak Aby dan pak risfan serta para milisters,
> Menarik apa yang dikemukakan oleh pak aby dan pak risfan, karena saya
melihat diskusi ini akan terus-menerus berputar sekitar perencanaan dan
pelaksanaan yang tidak sinkron. Nah saat ini saya sedang memantau
kegiatan yang dilakukan oleh para pemegang wewenang pengaturan tata
ruang di negara ini yakni ditjen PR. Mereka mempunyai proyek perencanaan
tata ruang yang dianggap sesuai dengan TUPOKSI mereka sebagai TurBinWas
(pengatur, pembina dan pengawas). Proyek tersebut berupa sinkronisasi
RTRWP/RTRWK. Saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan dan apa
hasilnya nanti, tetapi kelihatannya ingin melakukan koordinasi dan
sinkronisasi perencanaan tata ruang daerah.
> Apakah kegiatan tersebut nantinya akan menjawab pertanyaan pak Aby
tentang koordinasi dan tumpang tindih? mudah2an demikian. Apakah
teman-teman dari ditjen PR dapat menjawabnya?
>  Salam
> Aunur Rofiq
>
>
>

Kirim email ke