>
>
> Pak Aunur, Pak Risfan, dan pak Dwiagus dan rekan-rekan Ysh,
>
> Senang sekali dapat posting pak Dwiagus tentang Krugman. Letih setelah
> "ngamen" di luar kota agak hilang karena isinya sekaligus menjawab
> pertanyaan pak Risfan yang belum sempat dijawab tentang apa kontribusi
> origininal Krugman dalam persoalan lokasi.
>
> Kayaknya cukup tepat apa yang dikatakan dalam artikel yang dipost pak Dwi:
> "Sometimes a good economist, like a good columnist, succeeds not by making a
> point before everyone else, but by making it better than anyone else".
>
> Yang jelas, awalnya Krugman tidak berangkat dari teori lokasi klasik yang
> sering dibahas di dalam spatial science dan planning seperti Weber, Von
> Thunen, Losch, Palander, Christaller, Isard, David Smith, dll, tetapi justru
> mencari justifikasi dari teori lokasi tersebut. Krugman tampaknya baru
> paham teori lokasi belakangan.
>
> Sebagaimana saya telah kemukakan sebelumnya, kontribusi Krugman pada aspek
> lokasi makro (dinamika urban) adalah melihat sisi lain yang tidak terlihat
> orang lain, misalnya muculnya fenomena pusat-pusat jasa keuangan dunia
> paling terkemuka di dunia yang bertumpu di segitiga kota: New York, Tokyo,
> dan London. Kuncinya terletak di konsep "increasing return" (secara
> matematis bisa dibuktikan). Secara mikro mungkin sama seperti cerita mengapa
> misalnya pasar buku Kwitang tetap survive (sebelum digusur). Kota Sawahlunto
> pasca tambang ombilin, secara konseptual output perekonomiannya mengalami
> "decreasing return" dan kalau tidak direvitalisasi akan mati. Mungkin
> kira-kira sederhananya begitu ya…
>
> Untuk pak Aunur, satu di antara yang scholars yang menggeluti konsep "new
> economic geography" di Indonesia adalah Prof. Mudradjat Kuncoro dari FE-UGM,
> disertasinya di Melbourne adalah tentang agglomerasi dan cluster. Yang
> lainnya adalah teman-teman yang mengajar urban and regional economics.
> Beberapa mahasiswa S1 dan Pasca Ekonomi di UI membuat skripsi dan tesis
> berdasarkan kerangka teori dari Krugman ini antara lain tentang fenomena
> localization economies dan urbanization economies.
>
> Kalau substansinya untuk kebijakan, kayaknya suaranya tidak begitu
> terdengar karena ditelan oleh riuhnya suara …… silahkan diisi sendiri he he
> he…..
>
> Wassalam,
>
> Nuzul Achjar
>
>
>