>From "ady setiawan" <[EMAIL PROTECTED]>
 

----- Forwarded Message ----
From: sotar silaban <[EMAIL PROTECTED]>
To: smansa92_kdi@ yahoogroups. com
Sent: Friday, October 31, 2008 12:07:04 PM
Subject: [smansa92_kdi] Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000

…… Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul  sama…. tapi 
mengalami perjalanan nasib  berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI 
dengan material dan teknologi yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang 
seribu dan seratusribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. 
Namun tiga bulan setelahnya, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali 
didompet seseorang dalam kondisi yang berbeda…... 
 
Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :
"Ya, ampiiiyuunnnn......... darimana saja kamu, kawan? …. Baru tiga bulan kita 
berpisah, koq kamu udah lusuh banget gitu?... Kumal, kotor, lecet 
dan.....bau!.... Padahal waktu sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama 
kerenkan khan?...... Ada apa denganmu?.....".

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan 
nelangsa….. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
"….Ya, beginilah nasibku, kawan…. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga 
hari aku  berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya aku
sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal….. Dari sana aku beralih ke 
kantong plastik tukang ayam….. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan kotoran 
ayam….. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen…. Lalu dari 
sana sebentar aku nyaman ada dilaci tukang warteg….. Dari situ aku pindah ke 
kantong tukang nasi uduk…. Lalu hijrah lagi ke inang-inang……. Begitulah 
perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya aku bau, kumal, lusuh, karena 
sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ......".

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin :
"….Wah, sedih sekali ya perjalananmu, fren!... Berbeda sekali dengan
pengalamanku….. Kalau aku ya…, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan 
didompet kulit yang bagus dan harum….. Sudah itu aku pindah ke dompet seorang 
wanita cantik…. Hmmm... dompetnya harum sekali…. Setelah dari sana, aku lalu 
pindah-pindah…. Kadang aku ada di hotel bintang 5…. masuk kerestoran mewah…. ke 
showroom mobil mewah….. ketempat arisan Ibu-ibu pejabat…. lalu ditas 
selebritis…...
Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus deh….. Jarang deh aku ada di 
tempat seperti yang kamu ceritakan itu…. Dan...... aku jarang lho ketemu sama 
teman-temanmu…… ".

Uang seribu terdiam sejenak….  menarik nafas lega…. lalu katanya :
"….Ya…. Nasib kita memang beda….. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman….. 
Tapi ada satu hal yang selalu membuatku senang dan bangga tinimbang kamu!....."
"….Apa tuh?....." uang seratus ribu penasaran….
"…..Aku sering ketemu teman-temanku di kantong-kantong/ kolekte/ kotak- kotak 
amal tempat-tempat ibadah…….. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat 
itu…. dan jarang banget deh aku ngeliat temanmu ada disana.....". 
 
 
 
 


      

Kirim email ke