Bapak BSP Ysh,

Terima kasih atas tanggapannya. Jika memang Bapak berkenan, pada gilirannya 
saya akan mohon masukan Bapak ttg 'urban informality' ini. Btw, tujuan yang 
saya tulis itu hanya pikiran sesaat lho Pak, sebagai tanggapan spontan atas 
sebuah pertanyaan. Tetapi saya setuju, ada posting yang menulis agar melihat 
dari 'sisi positifnya'. Thank untuk semua respon, walaupun ada juga yang 
sedikit 'nyeleneh',  Suwun.......

Salam hormat saya - cut safana




________________________________
Dari: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 23 November, 2008 07:23:15
Topik: Re: Bls: Bls: [referensi] Street vendors


Bu Cut Safana, rekan milister ysh,

Saya sangat ingin sekali untuk memberikan masukan pada ibu dan tim tentang 
masalah 'urban informality' (he he he ... terus terang saya risi dengan khrase 
itu... ada kesan gimana gitu loh) tapi sebelumnya saya ingin membuat ulasan 
tentang isi pasal 28 tersebut yang ibu jabarkan dengan tujuan penataan ruang 
yang berkeinginan mengatur street vendors untuk :

a). mereduksi permasalahan kota, khususnya dampak kegiatan sektor informal yang 
menggunakan ruang 
b). mengoptimalikan ruang kota yang ada, 
c). menjadikan ruang kota yang aman, produktif.

Apa yang sebenarnya terjadi disini. Bila kita melihat dari angel seperti ini, 
sampai kapanpun kita tidak akan dapat menyelesaikan masalah SV atau K5. KArena 
K5 belum-belum sudah dianggap kuman. Maaf ya bu. Coba kita ulas kalimat2 diatas 
:

Butir a dapat diartikan bahwa sektor informal menciptakan permasalahan kota 
dalam menggunakan ruang kota. Nutir b dapat diartikan bahwa sektor informal 
tidak bisa menciptakan ruang yang optimal. Butir c menganggap bahwa sektor 
informal menciptakan ruang kondisi yang tidak aman dan tidak produktif. 

Pertanyaan yang mendasar bagi kita pemerhati ini adalah, kita membangun dan 
membesarkan kota itu agar produktif dan efisiens, atau kita membangun itu untuk 
menciptakan kota agar habitable untuk seluruh lapisan masyarakat bukan hanya 
golongan menengah ke atas.

Saya masih ingat bahwa tahun 1995 dalam rangka persiapan City Summit di 
Istambul, diadakan pertemuan di Bangkok dalam ESCAP-SOM dan disana menelurkan 
sebuah pernyataan bahwa pembangunan perkotaan harus memenuhi 5 persyaratan : 
a. Pembangunan harus menciptakan Efektifitas kota (jadi bu Cut tidak keliru)
b. Pembangunan harus menciptakan efisiensi kehidupan (ini juga bu Cut tidak 
salah)
c. Environmentaly Sound (nah loh bagaimana ini)
d. Socially just (ini lebih lagi... kalau pembangunan hanya untuk kenyamanan 
yang diatas lalu bagaimana para grass rooters tersebut)
e. Culturally vibrant (ini lebih lagi)

Mungkin itu dulu 

salam
'BSp 


      ____________________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke