Kekayaan alam Papua yang berlimpah terus diambil, tetapi orang asli Papua
tetap dalam kemiskinan dan ketertinggalan
..
Lengkapnya dibawah
.
Siapa tahu ada yang tidak tepat benar dengan anggapan tsb diatas
Apakah mas
BTS dan atau milisters lainnya berkenan memberikan pencerahan seputar kalimat
tsb diatas?.......
Salam,
Perempuan Papua Tuntut Dialog dengan Jakarta
Kamis, 27 November 2008 | 00:50 WIB
Jakarta, Kompas - Perempuan Papua merasa hingga hari ini rakyat Papua belum
mendapat perlakuan yang adil dari pemerintah pusat. Kekayaan alam Papua yang
berlimpah terus diambil, tetapi orang asli Papua tetap dalam kemiskinan dan
ketertinggalan.
Otonomi khusus yang diberikan sejak tahun 2001 belum memperlihatkan hasil
sehingga perempuan Papua mengajak pemerintah pusat di Jakarta kembali berdialog
dengan masyarakat Papua untuk membangun rasa saling percaya.
Pendapat itu disampaikan enam tokoh perempuan Papua dalam Seminar Nasional
Membangun Konsistensi dan Dukungan Nasional bagi Pemenuhan HAM Perempuan
Papua di Jakarta, Rabu (26/11).
Seminar diadakan Komnas Anti-Kekerasan terhadap Perempuan, dengan nara sumber
Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua Hana S Hikoyabi, staf senior Sekretariat
Keadilan & Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura Frederika Korain, staf SKP
Merauke Lea Kanisia Mekiuw, wakil Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Perempuan dan
Anak Siti Akmianti, pekerja kesehatan Sofia S Meraudje, dan Pendeta I Dora
Balubun dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Tanah Papua.
Kami ingin menjadi tuan di tanahnya sendiri. Otonomi khusus Papua jangan
banyak bolong seperti sekarang. Masalah orang Papua adalah masalah semua orang
Indonesia karena kami adalah bagian dari perekat Indonesia, kata Hana
Hikoyabi.
Seminar yang rencananya dibuka Menko Polhukam Widodo AS akhirnya dibuka Ketua
Komnas Perempuan Kamala Chandra Kirana. Disampaikan Kamala, Komnas Perempuan
kecewa karena ketidakhadiran Menko sebab alasan yang disampaikan Sesmenko
adalah karena kekerasan terhadap perempuan oleh aparat keamanan secara umum dan
di Papua adalah soal teknis dan tidak termasuk dalam tugas pokok Menko. Itu
adalah bentuk pengabaian tanggung jawab, kata Kamala.
Ketidakadilan, kekecewaan
Hana Hikoyabi mengatakan, akar permasalahan Papua adalah karena sejak 1962
hingga sekarang pendekatan yang dipakai adalah pendekatan teritorial untuk
mengintegrasikan Papua ke NKRI dan pengambilan kekayaan sumber daya alam (SDA)
dari Papua ke pemerintah pusat di Jakarta.
Pendekatan tersebut menyebabkan pelanggaran HAM, termasuk HAM perempuan,
rendahnya kesejahteraan orang asli Papua, dan kesenjangan pembangunan di Papua.
Frederika mengutip data Badan Pusat Statistik Papua Maret 2007 menyebut, 80
persen orang asli Papua miskin absolut.
Di daerah saya di Merauke sudah ditandatangani penggunaan empat juta hektar
lahan untuk perkebunan besar. Kami tidak tahu dan tidak diberi tahu, padahal
itu tanah kami, kata Lea.
Pemanfaatan lahan untuk perkebunan atau pertambangan itu menyebabkan perempuan
Papua yang biasa hidup dari hutan kehilangan sumber penghidupannya. Mereka
akhirnya pindah ke kota karena secara tradisi perempuan adalah penyedia makanan
keluarga. Karena berpendidikan rendah, mereka menjadi pekerja rumah tangga
yang rawan kekerasan. Atau berjualan, tetapi tidak diberi tempat memadai oleh
pemda. tutur Frederika.
Persoalan muncul karena usulan membuat pasar khusus dan bimbingan bagi orang
asli Papua tidak disetujui DPRD yang menurut Frederika banyak diisi orang bukan
asli Papua.
Mari kita membangun dialog. Mengapa dialog bisa dilakukan dengan orang Aceh
dan tidak dengan orang Papua? kata Frederika. (NMP)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/referensi/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/