Re: Dari “Pembangunan Kota Berkelanjutan*)” (1)
*) Topik diskusi diselenggarakan oleh Executive Forum Media Indonesia (EFMI),
pada Kamis 27 Nopember 2008.
Semula terkira ini ‘ide cemerlang’ murni dari MI… tapi belakangan setelah
baca beritanya di MI esoknya 28 Nopember 2008 (hal.16, advertorial, ½ halaman),
ternyata acara EFMI ini nampaknya disponsori Dep. PU…. tersebut berkait dgn
acara “sosialisasi UUPR 26/2007”…… dan hebatnya lebih diperlakukan oleh
industri media sbg sekedar ‘advertorial’ (krn toh dipikir belanja anggaran
sosialisasinya juga ada)…. Menandakan media belum ‘tulus’ dan ‘belum anggap
makna dan fungsi Penataan Ruang dan Sistem pembangunan perkotaan secara
nasional strategis bagi kesejahteraan bangsa……
Karena itu maka muncul satu tanda tanya.. apakah acara/ forum serupa masih akan
berlanjut atau tergantung… ada sponsornya atau tidak…. Dan tanda tanya lainnya
yg bergejolak juga masih banyak lagi…….
Dgn Toeti Aditama ketua dewan redaksi MI sebagai tuan rumah… dan Fifi Aleyda
Yahya sbg moderator (entah si Fifi cantik dan terkenal dari Metrotv itu paham
masalah perkotaan atau tidak…. maklum dari sisi mereka… ini bisa dipandang
hanya sekedar sebuah acara talkshow rutin komersial harian durasi pendek
belaka, yg seusai acara boleh segera dilupakan dan dimasukkan kotak dulu….
karena esok akan segera muncul tugas moderasi diskusi topik hangat berikut
lainnya.. demikian dst. )…..
Acara tsb. tampilkan narasumber Prof. Emeritus Danisworo, arsitek dan pakar
urban design, Chairman dari Center for Urban Design Studies….. dan mengundang/
dihadiri seperti tak kurang dari 25 peserta dari berbagai macam latar
belakang…mulai dari MenPU yg diwakili oleh Dirjen PR….ditemani DirTarunas/
Ketua IAP….Gubernur DKI diwakili KaDis Pertamanan, Pemkab Bogor, bbrp lembaga
di UI, Masy. Transportasi, UPC, Yayat Supriatna/ Trisakti, Walhi, Bappenas,
industri properti…dsb…..
Stakeholders cukup lengkap…… tapi kalau dilihat dari sisi bhw waktunya hanya 2,
5 jam lalu yg perlu bicara sebanyak itu… dari stakeholders seluas itu….. lalu
format diskusinyapun adlh pak Danis keluarkan ‘makalah aspek tunggal’…. dgn
judul “The Transformation Policies; The Corelation of Urban Design and Urban
Development; Case Study Jakarta”……. Lalu oleh Fifi panel disuruh tanggapi…. tak
boleh keluar dari konteks…. lalu entahlah keluaran positip setajam apa,
sekomprehensip apa dan sesignifikan apa yg akan dihasilkan dari sebuah
“pertemuan rame2 singkat disore hari itu”…….
Kalau hasilnya mau lebih dilihat dari sisi “sosialisasi UUPR 26/2007”….walau
maksudnya mulia… Entah jugalah kalau itu dapat disebut sebagai ‘appropriate
result’ … sebab format sosialisasinya kepada masyarakat akhirnya hanya
diperlakukan oleh industri media sebagai tak lebih dari sekedar “bayar dulu
tarip 1/2 halaman koran advertorial kami” dan baru ”mari kita bicara”…..
Dan media seperti tak merasa perlu miliki kesadaran kewajiban (atau krn tak
paham maka tak mampu?) utk sosialisasikan (dan cerdaskan bangsa) ttg “manfaat
mulia teknologi perencanaan ruang” atau “wacana pembangunan sistem kota secara
nasional” melalui peningkatan pemberian ruang media utk pemuatan artikel2 ttg
perencanaan ruang nasional/ sistem pembangunan perkotaan dalam jangka panjang….
Padahal diketahui bahwa proporsi penduduk perkotaan kita kini untuk
pertamakalinya pada 2008 telah mencapat 50%... lalu pada 2025 nanti mencapai
60%... dan angkanya pasti nanti masih akan merangkak menuju 80%...... hingga
dgn demikian media bukankah sebenarnya patut meletakkan juga “penataan ruang”
sebagai bagian sama penting dan sama strategisnya dgn bidang2 politik, hukum,
ekonomi, keuangan, sosial dan budaya yg umumnya mereka cukup kuasai itu? (media
ragu : ditengah kesulitan panjang masalah ekonomi kita…. kapan teknologi
keruangan pernah tunjukkan hasil manfaatnya sejahterakan bangsa dan wilayah
nasional lewat action plan dan bukannya lewat rencana melulu?).......
Format diskusi juga akhirnya malah tak singgung sedikitpun UUPR26/2007 itu…..
karena sejak awalnya judulnya saja sudah “Pembangunan Kota Berkelanjutan”…..
kemudian lagi sebagiannya karena “topik yg disodor”…. Sehingga paparan
akhirnya lebih menyinggung ttg. a.l. ”trotoar dan ruang hijau” lebih daripada
urbanisasi, angka pengangguran, industrialisasi, job creation dan pengembangan
sistem kota diluar jawa……
Lalu kalau stakeholders dari kalangan terlalu luas dihadirkan utk waktu bicara
amat terbatas… apa akhirnya muncul kalau bukan lalu warna2 diskusi ‘curhat/
komplain monosektoral’…..
Tak heran di 3per4 acara Toeti sang tuan rumah mulai masygul lalu tanya….
mana kok dari setadi kagak muncul aspek2 sosiologis seperti bgmn simiskin kota
bisa dapat kerjaan…. Ato bgmn industri dpt beri perluasan kerja pada rakyat….
ato bgmn arus urbanisasisi dapat dikelola dgn lebih baik…hingga muncul warna
sistem kota secara nasional yg lebih baik pula.... dsb…..
Terlepas dari itu semua…. tentu apresiasi patut diberikan pada niat baik
sosialisasi……. hanya kritik membangun juga perlu dilontarkan juga……. Seperti
bahwa bagi negara dan bangsa … mana sebenarnya lebih perlu….. sosialisasi UUPR
baru 26/2007 sebagai “produk hukum”.... utamanya “lebih utk kawasan maju”… yg
isinya tentu akan lebih banyak ‘mengancam akan menghukum’ bila
‘melanggar’…..ataukah dibanding dengan diskusikan signifikansi hasil (dgn
demikian juga implementasi serta action plan) dari (UU)PR sebagai “teknologi/
enjinering penataan ruang” itu oleh pemerintah sebagai sarana sejahterakan
masyarakat dan ruang diseluruh pelosok nusantara……. Lalu bukankah lebih penting
pula bgmn dicari format sosialisasi/ diskusinya yg lebih intensip dan
‘berkelanjutan’….. lebih murah….. lebih efektif……lebih berbobot... yg tentu
itu pasti lebih efektif bersifat format2 kelompok2 kecil diskusi tak lebih
8-10 orang intensively….… dan bukannya campur aduk bahkan dominansi tentang
arsitektur kota.... lingkungan....serta tak disentuhnya migrasi, desentralisasi
konsentrasi industri manufaktur....dsb.... atau juga siapa bilang at last
national family planning strategy tak pegang peran vital juga dalam
"pembangunan Kota berkelanjutan"?.........
Sekian dulu dan salam,
aby
[Non-text portions of this message have been removed]