Terima kasih infonya, 
ternyata "kota" Saumlaki yang diuraikan di sini tidak beda jauh kondisinya 
ketika saya berkunjung ke kota ini th 1983 (seperempat abad lalu). Kala itu 
penerbangan hanya 2x seminggu (rabu sabtu) yang run-way nya lapangan rumput.. 
Alam panorama kota dan sekitarnya memang amat cantik, ":mutiara di timur". 
koeswadi. 

--- On Tue, 23/12/08, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote:
From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Subject: [referensi] Surat Cinta buat Shireen Sungkar
To: 
Date: Tuesday, 23 December, 2008, 11:40 AM










    
            Artikel ini ada hubungannya dengan regional inequalities atau 
kesenjangan antara Jakarta versus daerah-daerah terkebelakang di Indonesia. 
Yakinlah, tidak ada maksud buruk, selain menyatakan bahwa mereka yang hidup di 
daerah terkebelakang adalah manusia juga; sama seperti  beberapa dari kita yang 
kebetulan berdomisili di Jakarta.

Salam,Andri

Sumber: Surat Cinta buat Shireen Sungkar
http://www.facebook .com/profile.php? id=650845499# /note.php?note_ 
id=54889622628
by M Aan Mansyur (http://pecandubuku .blogspot.com)

---forwarded message begins---

Pengantar: Muhammad Ruslailang


















    
            Sering nonton sinetron di TV? 

Dulu di tahun 80 dan 90-an ruang hiburan kita disesaki oleh telenovela atau 
drama malaysia, sekarang, demi mendukung produk lokal, maka tayangan kisah 
cinta itu diganti dengan tayangan bermuatan local content tinggi. Pelakon nya 
boleh beda, tapi contentnya sejatinya sama saja. Dari Lhok Sukon hingga 
Saumlaki, semua pada terbetot matanya ke tayangan sinetron di layar kaca ini. 
Sadarkah kita, banyak yang belajar dari sinetron ini. 


Anak2 kita di kampung nun jauh disana, mungkin lebih hapal pemeran Cinta Fitri 
dibanding nama menteri di kabinet Indonesia Bersatu (emang penting??). 

Ibu2 kita gandrung memberi nama-nama bayi mereka yang baru lahir dengan 
nama-nama yang eye cacthing, dan praktis, karena hanya mencomot nama dari judul 
sinetron yang lagi tayang di Prime Time; Fitri, Intan, Khanza, Sekar, Ningrum, 
Melati, Tukul (??)..hehehe, Tentu saja nama2 keren ini jauh lebih menarik hati 
dibanding nama2 pimpinan partai politik...:)


nah, ini ada surat cinta dari seorang penggemar Shireen dari Lorwembun... :))




http://www.facebook .com/profile.php? id=650845499# /note.php?note_ 
id=54889622628



Surat Cinta buat Shireen Sungkar
-- by M Aan Mansyur (http://pecandubuku .blogspot.com)



Sun 2:11pm

DALAM pelajaran sastra di sekolah, bukan penyair atau pengarang
yang ditanyakan guru, tapi nama-nama pemain sinetron. Karena itulah,
saya mengirim surat ini padamu, Shireen.


***


RUANG guru. Pukul 11.00. Seorang membacakan sebuah kalimat kepada seorang lain 
yang duduk di depan mesin ketik tua. 

Sebutkan nama-nama pemeran sinetron Cinta Fitri! Perempuan yang duduk di depan 
mesin ketik itu meminta diulangi. Perempuan di dekatnya mengulangi. Lebih 
pelan. Kata per kata. Sebutkan-nama- nama-pemeran-sinetron-Cinta- Fitri. "Tanda 
seru," kata perempuan itu mengakhiri kalimatnya.



Shireen, adegan itu tidak diambil dari sebuah sinetron. Adegan itu saya
saksikan sendiri Juni lalu saat mengunjungi sebuah Sekolah Menengah
Pertama di Pulau Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat. (Apakah
gurumu pernah menyebut pulau seluas 3.333 km² itu di pelajaran
geografimu?) Dua perempuan dalam adegan itu sedang mempersiapkan soal
ulangan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa mereka. Esok harinya
puluhan siswa kelas dua sekolah itu wajib menjawab soal itu agar tidak
disebut bodoh.


Sekolah itu terletak di sebuah desa bernama Lorwembun, Shireen. Jika
kau hendak ke sana, kau harus ke Ambon dulu dengan 4 jam penerbangan.
Dari Ambon ke Saumlaki, ibukota kabupaten itu, kau membutuhkan waktu 2
jam lagi. Dari Saumlaki ke Lorwembun kau membutuhkan waktu sehari
perjalanan. Naik bus di jalan yang tak beraspal setengah perjalanan.
Lalu naik sampan menyeberangi sungai. Kemudian naik speed boat membelah
laut, jika beruntung ada speed boat. Kalau tidak ada kau harus rela
menunggu hingga esoknya lagi. Sungguh, Shireen, itu perjalanan yang
sangat melelahkan!


Di Lorwembun tak ada listrik, Shireen. Telivisi yang hanya dimiliki
sedikit rumah di desa itu butuh bahan bakar yang mahal. Bahan bakar itu
hanya bisa didapatkan di Saumlaki, di mana satu-satunya pasar di pulau
itu berada. Agar mereka bisa beli bahan bakar, ibu-ibu harus menjual
hasil kebun mereka ke Saumlaki. Ubi, pisang dan kelapa. Kebun-kebun itu
jauh dari rumah mereka. Ada yang sampai 10 kilometer. Mereka harus
jalan kaki naik-turun gunung untuk mencapainya. Hasil kebun itulah yang
mereka jual agar bisa beli bahan bakar. Jika pergi ke pasar, ibu-ibu
itu membutuhkan 3 hari sebelum tiba di rumah mereka. 


Mereka rela melakukan semua itu agar setiap malam anak-anak mereka bisa
menontonmu. Agar bisa melihatmu menangis tersedu-sedu di telivisi. Agar
mereka bisa meniru gayamu. Agar bisa menjawab soal ulangan dari guru
mereka, Shireen. Dan apakah kau tahu, saat di Jakarta pukul 20.00 di
Lorwembun sudah pukul 22.00? Apakah kau tahu, Shireen?


***


RAYMOND Williams (kau pernah dengar namanya, Shireen?) pernah
mengatakan bahwa media hiburan utamanya televisi kini telah menjadi
institusi pendidikan jutaan anak di dunia. Kau itu guru, Shireen, bagi
anak-anak Lorwembun dan jutaan anak lain di Indonesia. 






Cinta Fitri, yang sudah ratusan episode itu, adalah mata pelajaran. Saya pernah 
mendengar produsermu akan membuat Cinta Fitri bisa memecahkan rekor sebagai 
mata pelajaran terpanjang di Indonesia. 777 episode. Itu sungguh angka yang 
cantik, Shireen! 



Saya harus buru-buru menambahkan kata-kata Raymond Williams bahwa bukan
hanya jutaan anak yang jadi murid televisi. Guru-guru juga, Shireen.
Seperti sepasang guru yang membuat soal ulangan itu. Saya juga tak akan
pernah lupa, saya pernah melihat di acara 

infotainment
banyak guru sengaja datang ke tempat syutingmu dan berebutan ingin
berfoto bersama kau. Dan bahkan, saya juga melihat BJ Habibie datang
menemuimu, Shireen, dan mengatakan sangat menyukai mata pelajaran itu. 


"Saya ada di sini karena saya mengikuti sinetron 
Cinta Fitri
dari episode pertama sampai sekarang. Baik di dalam negeri maupun di
luar negeri." Kau ingat kata-kata Mantan Presiden RI itu, bukan? Saya
juga membaca kalimatnya itu, Shireen, yang dikutip banyak media. Dan,
ah, saya lihat fotomu bersamanya ada di internet. Kalimat itu dia
ucapkan saat menghadiri press conference peluncuran Cinta Fitri 3.
BJ Habibie bahkan mengaku memperhatikan semua gerakan, mimik dan
bahasamu sampai sedetail-detailnya. Pasti kau lebih tahu soal ini,
Shireen! 


Jika kau belum percaya bahwa televisi adalah institusi pendidikan, saya
akan menambahkan fakta lain, Shireen. Ibuku adalah murid yang patuh
dari tantemu yang kata-katanya sejuk saat mengajar di pagi hari itu.
Ibuku juga menjadi sangat sejuk jika bicara padaku, Shireen, seperti
tantemu itu. Dia belajar dari televisi, Shireen, di mana tantemu itu
mengajar. Dan banyak kawanku pernah ingin sekali jadi penyanyi dan
pemain film seperti ayahmu sebelum sadar suara dan wajah mereka tak
sebagus milik ayahmu. Mereka juga berguru pada ayahmu di televisi,
Shireen.


***


SHIREEN, kau menjadi mimpi banyak orang. Ibu-ibu di Lorwembun (dan di
daerah lain) bermimpi anaknya menjadi seperti kau. Guru-guru bermimpi
muridnya menjadi seperti kau—atau seperti BJ Habibie. Para pria, muda
dan tua, bermimpi memiliki kekasih atau istri seperti kau, Fitri yang
lugu, baik hati dan taat itu. Gadis-gadis, bahkan yang berkulit gelap
dan berambut keriting, bermimpi menjadi kembaranmu. Saya juga, Shireen,
selalu bermimpi menjadi kekasihmu. Selalu, Sayang!


Sampaikan salam dan ucapan terima kasih pada teman-temanmu, Shireen,
yang telah menjadi guru kami. Sampaikan pula terima kasih kami kepada
produser dan sutradara yang merumuskan mata pelajaran favorit seperti 



Cinta Fitri.
Jangan lupa, sampaikan pula salam hormat dan terima kasih kami kepada
yang menciptakan institusi pendidikan tempatmu mengajar. Sampaikan
bahwa mereka sungguh berjasa! Sungguh mereka telah berjasa membodohi
kami!





catatan: surat ini saya kirim ke Kompas, semoga dimuat agar lebih banyak yang 
membacanya.


      

    
    ---forwarded message ends---


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke