Mas Andri benar, tapi masalah kesenjangan akses ke konsentrasi kekuatan politik 
dan ekonomi ini bukan masalah Indonesia saja, di berbagai negara lain, juga 
negara maju pun ini menjadi masalah...karena kekuatan ekonomi dan politik 
memang tidak tersebar merata di semua ruang geografik...

memindahkan ibu kota tentu bukan solusi dari masalah ini...misalkan ibu kota di 
pindahkan ke salah satu wilayah di Papua...maka yg terjadi hanya memindahkan 
kesenjangan akses antara Jakarta dan daerah lain menjadi antara Papua dgn 
daerah lain...:)

salam..





--- On Fri, 12/26/08, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote:
From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Subject: [referensi] Problem Jakarta, Problem Nasional
To: 
Date: Friday, December 26, 2008, 12:34 PM










    
            Memang enak hidup di Jakarta. :-)

Ada masalah dengan jalan berlubang, tidak usah melapor ke ke DPRD Tingkat II, 
selama masih bisa langsung protes ke DPR Pusat. ;-)

Jadi masalah di Jakarta adalah masalah nasional. Tidak heran, kena pemadaman 
lampu satu hari langsung "ngamuk" atau minimal "ngambek" karena merasa "paling 
penting di Indonesia."

Bagaimana dengan masalah daerah-daerah di luar Jabodetabek? Urus aja diri 
sendiri, percuma Jakarta udah berbaik hati dengan memberikan desentralisasi, ya 
nggak? ;-P


Nah, di bawah ini terlihat mahasiswa yang kebetulan kuliah di Jabodetabek 
(tentunya tanpa merasa perlu ber-"konsultasi" dengan rekan-rekannya di 
Universitas Cendrawasih dan Universitas Syiah Kuala), bisa langsung mendemo KPK 
Pusat. ;-)  Tapi masih untung lho, mereka tidak menyebut "aksi mahasiswa 
se-Indonesia", ya nggak?  ;-P


Duuuh ...Sungguh nikmat ya... bisa terus-menerus menjadi Pusat Perhatian... 
Selamat macet aja deh... ;-P

Salam,
Andri


Sumber: http://www.detiknew s.com/read/ 2008/12/26/ 152659/1059715/ 10/bem-se- 
jabotabek- aksi-jalan- mundur-ke- kpk



---forwarded message begins---

BEM Se-Jabotabek Aksi Jalan Mundur ke KPK

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Sekitar 150 orang mahasiswa yang mengatasnamakan diri BEM 
Se-Jabotabek mengelar aksi jalan mundur dari HI ke KPK. Aksi ini untuk 
mengenang matinya keberanian KPK.


Para mahasiswa juga membawa bendera kuning dan karangan bunga bertuliskan 'ikut 
berduka cita atas matinya KPK'. Dengan mengenakan jaket almamaternya para 
mahasiswa menyusuri Jalan Diponegoro menuju Gedung KPK di Kuningan.


"Kita harap KPK mendengarkan mengenai 41 anggota DPR yang dilaporkan Agus 
Condro. Kenapa KPK tidak berani, ini seperti rekayasa untuk tutup-tutupi kasus 
BLBI," kata Ketua BEM Sejabotabek Adi Rohadi di Bundaran HI, Jakarta, Jumat 
(26/12/2008) .


Adi juga mengecam KPK yang menilai telah hilang keberaniannya dan meminta KPK 
menyelesaikan kasus-kasus besar.

"Kita melakukan jalan mundur dari HI ke KPK sebagai tanda kemunduran kerja 
KPK," katanya. (nal/ndr


---forwarded message ends---


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke