Memang enak hidup di Jakarta. :-) Ada masalah dengan jalan berlubang, tidak usah melapor ke ke DPRD Tingkat II, selama masih bisa langsung protes ke DPR Pusat. ;-) Jadi masalah di Jakarta adalah masalah nasional. Tidak heran, kena pemadaman lampu satu hari langsung "ngamuk" atau minimal "ngambek" karena merasa "paling penting di Indonesia."
Bagaimana dengan masalah daerah-daerah di luar Jabodetabek? Urus aja diri sendiri, percuma Jakarta udah berbaik hati dengan memberikan desentralisasi, ya nggak? ;-P Nah, di bawah ini terlihat mahasiswa yang kebetulan kuliah di Jabodetabek (tentunya tanpa merasa perlu ber-"konsultasi" dengan rekan-rekannya di Universitas Cendrawasih dan Universitas Syiah Kuala), bisa langsung mendemo KPK Pusat. ;-) Tapi masih untung lho, mereka tidak menyebut "aksi mahasiswa se-Indonesia", ya nggak? ;-P Duuuh ...Sungguh nikmat ya... bisa terus-menerus menjadi Pusat Perhatian... Selamat macet aja deh... ;-P Salam, Andri Sumber: http://www.detiknews.com/read/2008/12/26/152659/1059715/10/bem-se-jabotabek-aksi-jalan-mundur-ke-kpk ---forwarded message begins--- BEM Se-Jabotabek Aksi Jalan Mundur ke KPK Elvan Dany Sutrisno - detikNews Jakarta - Sekitar 150 orang mahasiswa yang mengatasnamakan diri BEM Se-Jabotabek mengelar aksi jalan mundur dari HI ke KPK. Aksi ini untuk mengenang matinya keberanian KPK. Para mahasiswa juga membawa bendera kuning dan karangan bunga bertuliskan 'ikut berduka cita atas matinya KPK'. Dengan mengenakan jaket almamaternya para mahasiswa menyusuri Jalan Diponegoro menuju Gedung KPK di Kuningan. "Kita harap KPK mendengarkan mengenai 41 anggota DPR yang dilaporkan Agus Condro. Kenapa KPK tidak berani, ini seperti rekayasa untuk tutup-tutupi kasus BLBI," kata Ketua BEM Sejabotabek Adi Rohadi di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (26/12/2008). Adi juga mengecam KPK yang menilai telah hilang keberaniannya dan meminta KPK menyelesaikan kasus-kasus besar. "Kita melakukan jalan mundur dari HI ke KPK sebagai tanda kemunduran kerja KPK," katanya. (nal/ndr ---forwarded message ends---

