Menarik pendapat pak Nuzul Achjar ysh, terutama tentang "reshaping" economic geography.
Sebagai mantan arsitek, saya suka teringat kepada gambar-gambar tertentu, termasuk ilustrasi yang berkaitan dengan geografi dan ekonomi. Dalam buku Geography, the study of location, culture, and environment, Prof. Kolars dan Nystuen menggambarkan model Thunen berkaitan dengan lokasi dan rent di tanah biasa, rawa dan daerah seberang lautan. Dalam gambar-gambar tersebut pada bab 12, terutama gambar 12-8 menunjukkan "kehampaan" dari nilai rent di kawasan laut. Mungkinkah konsep "reshaping" tersebut termasuk koreksi terhadap konsep tersebut?. Siapa tahu paradigma baru tersebut dapat membuka mata para ekonom agar aspek tanah-air tidak sekadar melahirkan kehampaan konsep daratan di negeri kita yang dua pertiganya justru merupakan perairan. Ga apa-apa kan pak, sedikit menggoda, walaupun belum baca temuan dalam artikel pak Nuzul yang untuk Bank Duhnia tersebut. Salam, Abimanyu On 12/29/08, Nuzul Achjar <[email protected]> wrote: > > Rekan-rekan milister Ysh, > > Saya tetap menikmati perdebatan rekan-rekan semua, soal disparitas, soal > Jakarta vs bukan Jakarta, soal perumahan, dsb. Khususnya soal disparitas, > World Bank Report 2009: Reshaping Economic Geography (Menata Ulang Geografi > Ekonomi) membahasnya secara komprehensif. Pak Risfan pernah > menginformasikannya di milis ini, saya sekedar mengingatkan saja. > > Sejak awal sudah disadari, Laporan WB2009 akan menimbulkan polemik dan > kontroversi. Jadi sangat terbuka sekali kritik dalam konteks > Indonesia. Untuk Indonesia, tanggal 8 Januari 2008 akan ada launching WB > Report 2009 di CSIS. Ini tradisi tahunan WB dengan institusi pelaksananya > berbeda. Dulu kantor saya LPEM beberapa kali menjadi pelaksana > kegiatan launching WB Report. > Laporan lengkap bisa didownload di http://go.worldbank.org/K2CBHVB7H0 > > Karena sedang menyiapkan kolom untuk memberikan tanggapan atas Laporan WB > Report 2009, untuk dimuat di media nasional (kalau diterima) jadi komennya > nggak ditulis di milis ini dulu.. he he he... > > Cheers, > > Nuzul Achjar > > > >

