Gan Djarot ysh. Selamat untuk aktivitas barunya, memang perlu
upaya-upaya mandiri untuk mengembangkan daerah masing-masing, semacam
program marhabe (marsipature hutana be). Kalau bukan kita siapa lagi,
kalau bukan sekarang kapan lagi?, kata kawan-kawan kita yang sedang
tertimpa musibah di Manokwari.

Fokus pada potensi tambang juga baik, terutama untuk pertambangan
rakyat. Kita perlu banyak contoh kasus tentang hal ini, untuk
pembelajaran bagi masyarakat di tempat lain.

Komunikasi komunitas saya lihat akan banyak menggunakan jalur saiber;
mohon lihat juga www.nagari.org <http://www.nagari.org>  untuk contoh.
Sementara demikian dulu. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], Djarot Purbadi <dpurb...@...> wrote:
>
> Pak Ekadj, saya perkenalkan aktivitas saya yang aktual, yaitu mulai
terjun langsung ke sebuah kabupaten yaitu Kulon Progo, tempat leluhur
istri saya tinggal. Blog ini saya perkenalkan kepada komunitas referensi
dengan harapan ada orang Kulprog yang kebetulan ada di referensi dan
berkenan mendukung pembangunan KP dengan pemikiran beliau.
>
> Mohon restu dan dukungannya, sebab penambangan dan pengolahan pasir
besi di KP kental dengan pemikiran planner, sementara saya sungguh masih
terus ada di pinggiran lingkaran ilmu planning dan sekarang diminta
berkiprah lebih aktif di KP. Aku grogi tetapi tenang sebab punya sahabat
banyak di referensi....siapa tahu diskusi bisa sedikit dibelokkan ke KP
atau tema kota pertambangan ????? Biar saya punya bekal dan agak PD
begitu.
>
> Blognya: http://realmwk.wordpress.com
>
> Salam,
>
>
>
> Djarot Purbadi (Juragan 10 blog)
>
>
>
> http://arsitekturnusantara.wordpress.com
>
> http://fenonemologiarsitektur.wordpress.com
>


Kirim email ke