Cak Andri ysh,

Keprihatinan dan kekhawatiran anda sangat-sangat saya rasakan, sebuah
postingan <http://tech.groups.yahoo.com/group/futurologi/message/130>  
sudah saya sampaikan. Saya kurang tahu kenapa ya pemikiran kita banyak
kesamaan, kurang lebih selevel gitcu. Mungkin ya karena sama-sama pi eic
di gitu ya ... :} ... canda lagi.

--- In [email protected], "Mohammad Andri Budiman" <mand...@...>
wrote:
>
> Rekan-rekan yth.,
>
>
> Perang saudara (baik fisik maupun psywar) di Indonesia merupakan
sebuah
> konsekuensi yang mungkin saja terjadi, selama yang daerah yang maju
hanya
> Jakarta dan sekitarnya (yang salah satunya indikatornya adalah masih
> banyaknya alumni muda ITB dan PTN terkemuka Indonesia lainnya yang
mencari
> kerja di Jakarta sebagai daerah utama aglomerasi).
> Selain perang saudara, aglomerasi mempunyai akibat yang cukup fatal,
> sebagaimana dapat dibayangkan melalui jurnal saya yang lalu:
>
> ---journal begins---
>
> Berbagai perang dengan teknologi yang modern yang terjadi belakangan
ini
> membuat saya "merinding" saat membayangkan, bila Jakarta -- that's
right,
> our Ibukota -- karena sesuatu dan lain hal, tiba-tiba diserang oleh
Israel
> (yang tentunya dibonceng oleh pihak Sekutu) dengan reaksi fusi yang
> uncontrollable
> (http://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_fusion) -- yang tentunya
> sangat-sangat tidak kita harapkan -- maka kita, rakyat Indonesia, in
worst
> case scenario, bisa kehilangan:
>
> -01. 80% penjabat tingkat nasional yang sering muncul di TV. Berikut
juga
> stasiun TV-nya.
>
> -02. 100% artis DKI, yang tentu saja sekaligus merangkap artis
nasional.
>
> -03. 80% uang yang beredar di Indonesia. Baik asli maupun palsu.
>
> -04. 50% investasi swasta berbentuk infrastruktur yang ada di
Indonesia.
> Belum termasuk rusunawa.
>
> -05. 90% pusat-pusat perusahaan (berikut pimpinan puncaknya) di
Indonesia
> baik milik pemerintah, swasta, asing, maupun compound alias status tak
> jelas.
>
> -06. 100% jalan tol dalam kota di Indonesia. Jenis jalan yang cuma ada
di
> Jakarta.
>
> -07. 80% orang-orang terdidik dan berbakat se-Indonesia yang memang
sangat
> suka berpusat di tempat basah -- baik banjir tahunan maupun banjir
> kemudahan. Berikut anak dan menantunya, para gen-gen unggul.
>
> -08. Gedung-gedung strategis tingkat nasional seperti DPR,
> Kementerian, Kantor Wapres, ... ini cukup panjang, cukup tiga saja,
saya
> takut dikira berlebihan.
>
> -09. 10 besar orang terkaya di Indonesia berikut keluarga besarnya
(tidak
> termasuk yang sedang "indehoi" di S'pore dan belum diekstradisi).
>
> -10. Ini yang paling ironis dan menakutkan, saya kira: sebagian besar
> anggota milis tercinta ini -- yang sedang hangat-hangatnya "bersaing"
soal
> politis, filosofis, tennis, artis, kismis, dlsb.
>
>
> Saya kira sepuluh poin sporadis ini cukuplah bagi kita untuk
merenungkan
> sejenak, betapa menakutkan akibatnya apabila semua telur dimasukkan
dalam
> satu keranjang -- yang analog dengan aglomerasi ("Pengumpulan atau
pemusatan
> di lokasi atau kawasan tertentu" - KBBI Edisi Ke-2, 1990) yang terjadi
di
> Ibukota.
>
> ---journal ends---
>
>
> Sangat menarik bila kita ikuti beberapa kutipan pidato SBY di buku
> "Indonesia Unggul" (terbit akhir 2008):
>
> -01. "Desentralisasi dan otonomi daerah pilihan, ketika di masa lalu
terasa
> pembangunan ini kurang merata, kurang adil, sentralistik dan
konsentrik,
> kita bedah, kita lakukan pemberdayaan, dan kita perbaiki..."
>
> -02.* "Kuncinya sekali lagi adalah kesejahteraan bersama dan keadilan
> sosial."*
>
> -03. "Rakyat Aceh mengorbankan harta dan darah mereka untuk membantu
> Republik ini agar tetap hidup dan bertahan."
>
> -04. "'Organisasi Papua Merdeka' atau OPM merupakan gerakan
separatisme yang
> memiliki tingkat ancaman militer yang rendah, namun rasa kesukuan
sangat
> kuat di Papua, dan, dicampur dengan ketidakadilan sosial maupun
ekonomi."
>
> -05. "Selama berpuluh-puluh tahun, provinsi Aceh di Indonesia memiliki
> kebencian terhadap apa yang dirasakan sebagai pembagian yang tidak
adil atas
> hasil-hasil kekayaan alam mereka."
>
> -06. *"Di mana ada kecemburuan, kami akan membawa keadilan dan
> rekonsiliasi."*
>
> -07. *"Saya mengatakan bahwa pembangunan adalah menyediakan kesempatan
yang
> sama bagi seluruh masyarakat"*
>
> Thus, boleh jadi timbul pertanyaan, "Dengan masih adanya aglomerasi di
> Jakarta, apakah masyarakat daerah sudah mendapatkan kesempatan yang
> samadengan masyarakat Jakarta?"
>
> Bila belum, kapankah?
>
>
> Salam,
> Andri
>


Kirim email ke