Pak Aby ysh,

Walau menyimpang tapi berkaitan, sobat di salah satu developer apartemen
yang sedang akan dibangun di Jakarta Selatan menyampaikan bahwa dulu pemesan
utamanya adalah pejabat, artis dan ex-patriate. Tahun belakangan ini pejabat
(dan artis) sebagian besar mengundurkan diri....
Mungkin ada juga dampak gerakan tersebut.....

Salam,
Abimanyu

2009/1/16 hengky abiyoso <[email protected]>

>   Cak Andri ysh,
>
> Bisnis keluarga "dibela secara khusus" ya tidak….. tapi kalau extremely
> dilarang ya tentu tidak bijak juga, terlebih kalau lihat dari kutipan berita
> anda.. dimana SBY sdh katakan jangan ada conflict of interest dan jangan
> berkait APBN…….
>
> Kalo kata anda apa kita tdk bisa belajar dari kasus2 yg sudah….. yg
> menunjukkan bahwa bisnis anak pejabat  dimasa lalu itu intinya sgt kurang
> sedap….. ya kita perlu ingat jugalah  bahwa yg lalu itu khan belum ada
> KPKnya….. coba saja sekarang kalau masih bisa sengawur spt cara yg lalu……
>
> Dari semua yg anda khawatirkan itu… satu hal yg perlu diingat justru  adalah
> kalau kata anda perputaran uang ini 80% berada di Jkt…… jangan lupa…..
> perputaran uang nasional ini 50% juga berada ditangan (hanya)  5% etnik
> minoritas non-pribumi yg menguasai kewiraswastaan nasional kita ini lho….…
> dimana disini juga tak kurang banyak juga cerita amat tak sedapnya yg tak
> kalah menyakitkannya….... spt bgmn lari ke Singapura sering menjadi langkah2
> pamungkas jurus bisnis ampuh yg paling mereka andalkan……..
>
> Jadi kalau anda juga masih ingin bangsa ini dpt menjadi tuan rumah bisnis
> dinegerinya sendiri…… ya apa yg dikatakan SBY itu saya kira tidak salah……
>
>
>
> Salam,
>
> aby
>
> --- On *Wed, 1/14/09, Mohammad Andri Budiman <[email protected]>* wrote:
>
> From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
> Subject: [referensi] SBY, Mengenai Keluarga Pejabat Berbisnis
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, January 14, 2009, 9:58 PM
>
>   Those quotes from our respected President:
>
> -1. "Itu hak mereka, tidak adil dan tidak boleh kalau kita
> menghalang-halangi bisnis keluarga pejabat."
>
> -2. "Yang penting tidak melanggar, dan sesuai aturan," tambahnya.
>
> -3. "Ini sumber korupsi, ini sumber kolusi. Mark up dalam pengadaan barang
> dan jasa ini masih menjadi penyakit di negeri ini. Mari kita lakukan perang
> terhadap budaya mark up."
>
>
> Make me ponder:
>
> -1. Mengapa bisnis keluarga pejabat perlu dibela secara khusus?
>
> -2. Apakah kita tidak bisa belajar bahwa sudah begitu banyak kasus di
> Republik ini, baik yang terdeteksi maupun yang tidak, bila ada (oknum)
> penjabat berkuasa, (oknum) keluarga (besar)-nya tiba-tiba bisa mempunyai 
> privileges
> seperti:
>
>     (a) Prioritas dalam pengadaan barang atau proyek;
>     (b) Ikut serta menentukan bawahan si penjabat (sebagai "pembisik" --
> yang ujung-ujungnya adalah uang dan "balas jasa");
>     (c) Akses ke informasi internal lembaga;
>     (d) Memanfaatkan fasilitas lembaga untuk kepentingan pribadi.
>     (e) Dan, menganggap bahwa itu sah-sah saja, dan sesuai dengan peraturan
> dan perundang-undangan (sepihak) yang berlaku?
>
>
> -3. Secara umum, saya salut atas kinerja KPK yang bahkan besan Presiden
> sendiri tidak bisa lolos darinya. Mudah-mudahan kita tidak mundur ke
> belakang lagi.
>
>
> Salam,
> Andri
>
>
> Sumber: http://news. okezone.com/ index.php/ ReadStory/ 2009/01/15/
> 1/182886/ sby-jangan- larang-keluarga- pejabat-berbisni 
> s<http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/15/1/182886/sby-jangan-larang-keluarga-pejabat-berbisnis>
>
> ---article begins---
>
> SBY: Jangan Larang Keluarga Pejabat Berbisnis
>
> Kamis, 15 Januari 2009 - 11:20 wib
>
> Amirul Hasan - Okezone
>
> Presiden SBY (Foto: Sindo)
> JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai tidak selayaknya
> melarang keluarga pejabat yang hendak berbisnis, selama tidak ada conflict
> of interest dalam bisnis tersebut.
>
> "Itu hak mereka, tidak adil dan tidak boleh kalau kita menghalang-halangi
> bisnis keluarga pejabat," ujar Presiden Yudhoyono ketika membuka Munaslub
> Ikatan Nasional Konsultan Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis
> (15/1/2009).
>
> Selain conflict of interest, bisnis yang dijalankan juga tidak boleh
> berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
>
> "Yang penting tidak melanggar, dan sesuai aturan," tambahnya.
>
> Dalam kesempatan yang sama, SBY juga mewanti-wanti proses pengadaan barang
> dan jasa di departemen dan lembaga negara yang dianggap rawan korupsi dan
> kolusi.
>
> "Ini sumber korupsi, ini sumber kolusi. Mark up dalam pengadaan barang dan
> jasa ini masih menjadi penyakit di negeri ini. Mari kita lakukan perang
> terhadap budaya mark up," tegasnya.
>
> Oleh karenanya dia meminta kepada lembaga terkait untuk benar-benar
> melakukan audit dan pengawasan terhadap proyek pengadaan barang dan jasa di
> seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, termasuk TNI dan
> Polri.
>
> "Tidak ada yang kebal (hukum) kalau mereka masih bermain-main dengan
> pengadaan barang dan jasa," pungkasnya.( ded)(mbs)
>
> ---article ends---
>
>
>  
>

Kirim email ke