Ysh. Bung Kandipi Kaori
 
Saya membaca surat Bung Kandipi kepad Pak Aby cukup prihatin khususnya tentang 
biaya milyaran rupiah untuk merumuskan RTRW di Papua sana ternyata terdapat 
nama-nama sungai yang ada di Kalimantan.
 
Saya sebagai planner tercoreng muka atas kelakuan planner yang tidak 
profesional tersebut. Mohon dipahami Bung Kandipi bahwa uang milyaran itu tidak 
untuk membayar planner yang baik, tapi masuk ke banyak kantong. Akhirnya bisa 
saja begitu, uang sekian juta saja untuk planner yang akhirnya dapatnya planner 
gituan. Kalau Bung Kandipi nggak keberatan, masalah tersebut dilaporkan saja ke 
Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) agar mereka bisa membina anggotanya, juga 
laporkan ke INKINDO agar kejadian serupa tak terulang.
 
Thanks. CU. BTS.
 


--- On Sun, 2/8/09, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:

From: hengky abiyoso <[email protected]>
Subject: [referensi] Fw: Re: (2) Rkn Kandipi Re: (2) DAK, DAU dan Wamena
To: [email protected]
Date: Sunday, February 8, 2009, 1:17 PM







Recent Activity


 3
New MembersVisit Your Group 



Y! Messenger
Want a quick chat?
Chat over IM with
group members.

Jo








--- On Sat, 2/7/09, Kandipi KAORI <kand...@yahoo. com> wrote:

From: Kandipi KAORI <kand...@yahoo. com>
Subject: Re: [plbpm] Re: (2) Rkn Kandipi Re: (2) DAK, DAU dan Wamena
To: pl...@yahoogroups. com
Date: Saturday, February 7, 2009, 8:33 PM








Pak Aby yth,

Terima kasih atas tanggapan anda.  

Saya sadari bahwa milis  referensi ini lebih banyak berbicara soal keruangan 
(tata ruang). Anda mungkin salah satu pakar dalam planologi. Itulah sebabnya, 
Anda boleh membahas lebih banyak tentang tata ruang  dan saya akan mempelajari 
diskusi tata ruang lewat milis referensi ini karaena saya bukan planolog.

Kedua, mengenai pemanfaatan peta wilayah penduduk asli dalam pemekaran wilayah 
kecamatan di satu  kabupaten. Saya sadari bahwa peta itu hanya membantu 
penentuan batas kecamatan berdasarkan budaya orang setempat tanpa aspek lain, 
misalnya kependudukan, transportasi,  dan lain-lain. 

Ketiga, mengenai penyusunan Tata ruang di Papua oleh konsultan yang didatangkan 
oleh pemerintah daerah. Ada kasus dimana nama-nama sungai di Kalimantan muncul 
dalam rtrwk  yang dibuat. Saya tidak ketahui apakah konsultan itu memiliki 
seorg planolog atau tidak. Tapi itu  merupakan indikasi bahwa mereka itu tidak 
serius dalam mengerjakan rtrwk yang jadi acuan dalam pembangunan suatu daerah. 
Tidaklah heran, kemudian rtrwk itu ditolak oleh salah satu kepala dinas ... 
padahal uang milayaran rupiah sudah dihabiskan untuk penyusunan rtrwk tsb. 
Apakah ini bukan suatu pemborosan ?

menyadari bahwa saya bukan seorang planolog, saya tidak akan berbicara banyak 
ttg keruangan .... tp saya akan belajar dari planolog ... mungkin salah satunya 
anda.

Salam,


kandipi




      

Kirim email ke