Setuju pak BTS, Pak Kandipi hendaknya mengajukan kasus tersebut ke Inkindo dan IAP, dibantu pihak-pihak yang dekat dengan pengurus kedua badan profesi tersebut tentunya, termasuk agar lebih jelas apakah konsultan yang terpilih maupun yang sebetulnya melaksanakan penusunan RTRW (di daerah ataupun di pusat, di konsultan ataupun di tempat lain). Juga sampaikan pendekatan maupun hal-hal lain yang sesuai ataupun tidak dengan permasalahan daerah setempat. Sukur kalau ada usulan sesuai potensi dan permasalahan yang ada. Kita perlu bersama menuju sistem pemerintahan dan profesionalisme yang lebih bertanggung jawab dan menapak bumi.
Salam, Abimanyu On Mon, Feb 9, 2009 at 9:20 AM, Bambang Tata Samiadji <[email protected]>wrote: > Ysh. Bung Kandipi Kaori > > Saya membaca surat Bung Kandipi kepad Pak Aby cukup prihatin khususnya > tentang biaya milyaran rupiah untuk merumuskan RTRW di Papua sana ternyata > terdapat nama-nama sungai yang ada di Kalimantan. > > Saya sebagai planner tercoreng muka atas kelakuan planner yang tidak > profesional tersebut. Mohon dipahami Bung Kandipi bahwa uang milyaran itu > tidak untuk membayar planner yang baik, tapi masuk ke banyak kantong. > Akhirnya bisa saja begitu, uang sekian juta saja untuk planner yang akhirnya > dapatnya planner gituan. Kalau Bung Kandipi nggak keberatan, masalah > tersebut dilaporkan saja ke Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) agar mereka bisa > membina anggotanya, juga laporkan ke INKINDO agar kejadian serupa tak > terulang. > > Thanks. CU. BTS. > > > > --- On Sun, 2/8/09, hengky abiyoso > <[email protected]<watashiaby%40yahoo.com>> > wrote: > > From: hengky abiyoso <[email protected] <watashiaby%40yahoo.com>> > Subject: [referensi] Fw: Re: (2) Rkn Kandipi Re: (2) DAK, DAU dan Wamena > To: [email protected] <referensi%40yahoogroups.com> > Date: Sunday, February 8, 2009, 1:17 PM > > Recent Activity > > 3 > New MembersVisit Your Group > > Y! Messenger > Want a quick chat? > Chat over IM with > group members. > > Jo > > --- On Sat, 2/7/09, Kandipi KAORI <kand...@yahoo. com> wrote: > > From: Kandipi KAORI <kand...@yahoo. com> > Subject: Re: [plbpm] Re: (2) Rkn Kandipi Re: (2) DAK, DAU dan Wamena > To: pl...@yahoogroups. com > Date: Saturday, February 7, 2009, 8:33 PM > > Pak Aby yth, > > Terima kasih atas tanggapan anda. > > Saya sadari bahwa milis referensi ini lebih banyak berbicara soal > keruangan (tata ruang). Anda mungkin salah satu pakar dalam planologi. > Itulah sebabnya, Anda boleh membahas lebih banyak tentang tata ruang dan > saya akan mempelajari diskusi tata ruang lewat milis referensi ini karaena > saya bukan planolog. > > Kedua, mengenai pemanfaatan peta wilayah penduduk asli dalam pemekaran > wilayah kecamatan di satu kabupaten. Saya sadari bahwa peta itu hanya > membantu penentuan batas kecamatan berdasarkan budaya orang setempat tanpa > aspek lain, misalnya kependudukan, transportasi, dan lain-lain. > > Ketiga, mengenai penyusunan Tata ruang di Papua oleh konsultan yang > didatangkan oleh pemerintah daerah. Ada kasus dimana nama-nama sungai di > Kalimantan muncul dalam rtrwk yang dibuat. Saya tidak ketahui apakah > konsultan itu memiliki seorg planolog atau tidak. Tapi itu merupakan > indikasi bahwa mereka itu tidak serius dalam mengerjakan rtrwk yang jadi > acuan dalam pembangunan suatu daerah. Tidaklah heran, kemudian rtrwk itu > ditolak oleh salah satu kepala dinas ... padahal uang milayaran rupiah sudah > dihabiskan untuk penyusunan rtrwk tsb. Apakah ini bukan suatu pemborosan ? > > menyadari bahwa saya bukan seorang planolog, saya tidak akan berbicara > banyak ttg keruangan .... tp saya akan belajar dari planolog ... mungkin > salah satunya anda. > > Salam, > > kandipi > > >

