Assaalamu'alaikum wr.wb., Mudah-mudah Rekan ybs. sabar dan tawakkal menerima cobaan ini. Semoga Allah swt mengganti yang hilang dengan yang lebih baik. Terima kasih buat sharing-nya, dan semoga hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.
Wassalamu'alaikum wr. wb., Andri ---forwarded message ends--- Asalamua'laykum Warohmatullohi Wabarokhatu, kepada semua civitas akademika ITS khususnya dan bahkan masyarakat di Indonesia seluruhnya, bersama ini Saya berkeinginan untuk menyampaikan peristiwa yang menimpa pada diri Saya, bahwa Saya telah tertipu untuk mentransfer dana dari rekening Saya sebesar Rp19.900.000,- (delapan belas juta sembilan ratus ribu rupiah). Padahal Saya sudah pernah menerima kurang lebih 20 (dua puluh) kali modus2 penipuan semacam itu alhamdulillah tidak satupun yang berhasil Saya lakukan, baik lewat telpon maupun lewat surat dengan bukti faktur mobil honda jaz yang sudah terbayar dan macam2 cara yang penipu lakukan, entah pada saat itu merupakan kebodohan dari Saya. Saya bermaksud menulis peristiwa ini dengan harapan agar peristiwa ini jangan sampai terjadi kepada teman teman dan saudara saudara Saya, karena seorang penipu adalah merupakan pekerjaannya mempelajari kelemahan2 teknologi informasi dan komunikasi untuk dapat dimanfaatkan memperdayai seseorang, sedangkan kita memfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kebutuhan hal hal yang baik sehingga kelemahan2 teknologi informasi dan komunikasi justru kita usahakan untuk mencari kesempurnaannya. Seorang penipu akan menggunakan kelicikannya dan tidak akan berhenti untuk mencari sasarannya, hanya Allah SWT yang dapat memberhentikan dengan ajab dan ajalnya. Berdasarkan hasil evaluasi diri, ada 4 penyebab Saya tidak berdaya terkena tipu adalah sebagai berikut : (Kesimpulan dari kronologis peristiwa) 1. Surat fax dari DIKTI yang Aspal 2. Permintaan tugas lisan dari Bapak Dekan FTIf untuk dapat menggantikan Bapak Dr. Agus Zainal Arifin 3. Permintaan dari Bapak Dr.Agus Zainal Arifin kepada Saya untuk segera menelpon Sdr. Drs.H.Arif Darmawan M.Sc yang tersebut dalam surat fax DIKTI sebagai panitia dan sekaligus sebagai pelaku penipunya! 4. Tertutupnya pintu hati. Secara kronologis peristiwa itu terjadi adalah sebagai berikut ; Pada hari Jum'at tanggal 30 Januari 2009 jam 11.00 WIB, Saya diberi oleh Bapak Dekan FTIF ITS secarik kertas fax dari DIKTI No.2907/DUS-PBJP/DIKTI/I/2009 tentang Diklat dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) 2009 tertanggal Jakarta 30 Januari 2009(silahkan dapat membaca pada email berikutnya). Penyampain surat fax dari DIKTI tersebut yang diharapkan oleh Bapak Dekan bahwa, Saya bisa menggantikan Bapak Dr.Agus Zainal Arifin (PD.I FTIF ITS) untuk menghadiri pelatihan tersebet yang akan diadakan pada tanggal 6-7 Perbruari 2009, karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan acara RAKER ITS. Setelah Saya pelajari isi dari surat fax tersebut yang tertera diatas identitas dari mesin fax From:DEPDIKNAS RI FAX NO. : 0213922981 Jan. 30 2009 08:50AM P1, no fax sama dengan kop surat DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN TINGGI Alamat Kantor: J.Jend.Sudirman Pintu I Senaya-Jakarta Pusat. Dan pada kalimat baris ke 6 alinea 3 tertulis "Biaya Transportasi, Konsumsi, dan Akomodasi Hotel ditanggung sepenuhnya oleh Panitia Pelaksana yang ditransferkan ke Rekening Bank masing-masing peserta" kemudian surat fax tersebut Saya berikan kepada staf TU FTIF ITS (Sdri Rizki) untuk bisa di proses yang sebelumnya Sdri.Rizki Saya minta untuk dapat menghubungi Sdr. Arif Darmawan (namun tidak bisa sambung) Pada hari yang sama jam 13.30 WIB, Bapak PD.I FTIF ITS mengirim SMS kepada Saya yang isinya bahwa surat fax tersebut diminta untuk diberikan kepada PR.I (yang sebenar ditujukan kepada PR.I ITS). Kemudian Saya memerintahkan kepada Sdr.Ismanu (Staf Caraka TU FTIF ITS) untuk meminta surat fax tersebut yang sdh ditangani oleh Staf Keuangan dan Kepegawaian TU FTIF ITS untuk diambil dan dikirim ke Sekretaris PR.I. Pada hari yang sama sekitar jam 14.30 WIB, Bapak PD.I FTIF ITS mengirim SMS lagi kepada Saya, yang isinya adalah Beliau sudah menghubungi Jurusan di FTIF ITS namun tidak ada yang bisa untuk mengikuti undangan yang dimaksud dalam fax tersebut dan Beliau sudah berkomunikasi dengan Bapak Dekan bahwa Saya yang menggantikan Beliau, dan diminta segera menghubungi Sdr.Arif Darmawan. Dengan adanya permintaan dari PD.I FTIF ITS tersebut, maka Saya menugaskan Sdr. Ismanu untuk ke Sekretaris PR.I ITS mengcopy surat fax yang dimaksud, dan Sdri Rizki Saya minta untuk menghubungi Sdr.Arif Darmawan kembali (Ybs minta bicara dengan Saya langsung). Pada hari yang sama sekitar jam 14.50 WIB, Saya menghubungi lewat telpon HP kepada Sdr. Arif Darmawan, langsung Saya diminta untuk memberikan data2 nama dan jabatan serta nomor rekening BCA Saya, yang disampaikan oleh Sdr.Arif Darmawan bahwa, dana untuk biaya transportasi,konsumsi dan akomodasi akan segera ditransfer ke rekening Saya. Oleh karena itu Saya segera diminta untuk mengecek ke rekening Saya secepatnya paling lama 15 menit dan melaporkan padanya, akan tetapi apabila Saya sudah sampai di BCA diminta untuk menelponnya. Dengan alasan pentransferan dengan sistem online dari Keuangan yang bekerjasama dengan Telkomsel. Pada hari yang sama sekitar jam 15.15 WIB, Saya berangkat dari kantor TU FTIF ITS menuju ke BCA Cab.Mulyosari Surabaya dengan diantar oleh Sdr.Ismanu. Pada saat Saya sampai di BCA, Saya menelpon Sdr.Arif Darmawan, telpon tidak boleh dittutup sampai masuk ke ruang ATM BCA dan dituntun oleh Nya (Nah ! disini saat Saya sudah terperdaya olehnya!), dengan secara langsung Saya memasukkan kartu ATM, dan Dia mengomando lewat HP Saya yang tidak Saya sadari terus online. Petunjuk lewat HP dari Sdr.Arif Darmawan kepada Saya, Pertama, masukan kartu ATM, buka dan tekan lainnya, tekan informasi saldo, setelah terlihat saldo di rekeninga Saya sebesar Rp19.100.000,- (sembilan belas juta seratus ribu rupiah), Saya menanyakan kepadanya, " Kok masih tetap saldo Saya? Apa sudah ditransfer? " Jawabnya "Oke!, Bapak tutup kembali kartu ATM nya, dan silahkan tunggu sebentar, 3 menit telpon lagi. Apa banyak orang yang mengantri? Saya jawab "tidak". Setelah 3 menit Saya telpon ke Dia lagi, langsung di jawab "Oke sudah, silahkan memasukkan kartu ATM Bapak dan jangan ditutup Hpnya karena akan Saya pantau". Kedua, pada saat ATM Saya masukkan kembali, Dia memerintahkan Saya untuk membuka "Transfer", sempat Saya pertanyakan namun dijawab "Ya!, untuk mengecek transferan dari DIKTI", kemudian disuruh menekan Bank yang dipilh, untuk memilih BCA, kemudaian keluar no rekening yang dituju. Dia, menyuruh mengedit no rekening BCA Saya sendiri! (Nah!, lagi Saya menjadi merasa tidak curiga apa2 karena yang Saya tuju adalah ke rekening Saya sendiri), kemudian keluar Rp, dan disuruh mengedit angka2 (nih!, tipuannya angka2 seperti tidak menunjukan nilai rupiah, tapi no ID Kartu), sempat saya pertanyakan, jawabanya "Ya! Itu identitas kartu kerjasama Online" (Seingat Saya isiannya adalah Rp14908122). Tidak saya sadari larut dalam permainan Dia karena HP Saya terus Online dengannya, kemudian dilayar ATM keluar no rekening tidak bisa, harap mengulang no rekening, akhirnya Dia menuntun untuk mengedit no rekening 1220772256 (Nah!, jelas Saya sudah dapat diperdayai dan tampaklah kebodohan Saya), namun saat itu benar2 Saya tidak menyadari kalau Dia ternyata penipu! (berarti tertutup sudah pintu hatiku dari kalimat kalimat yang di sucikan untuk mendapatkan perlindungan dari Allah SWT atas segala kejahatan,musibah, dan dosa2 yang Saya akan lakukan) Astaqfirulloh aladiim. Ketiga, Saya diperintahkan mengulang lagi untuk memasukkan ATM, dengan alasan mengecek sekali lagi apakah transfer dari DIKTI sudah masuk. Dengan tidak menolak Saya memasukkan kartu ATM Saya lagi, dan sekali lagi Dia mengomando untuk memijat transfer senilai Rp3908192 dan terulang kembali namun setelah keluar pada layar harap mengganti no rekening yang di tuju Dia meinta untuk di edit no rekening 4100055983. Setelah keluar print out dari mesin ATM, Saya diperintahkan untuk merobek dengan alasan nomor tersebut dirahasiakan dan tidak boleh orang lain tau ! dan menyobeknya harus didengar lewat HP (sudah semakin jelas terlihat kebodohan Saya dimanfaatkan oleh Nya, sehingga Saya bisa diperdaya dan menurut atas perintahnya) Ya Allah, begitu tipis iman taqwaku kepadaMu, sehingga aku dengan mudahnya dibujuk oleh manusia yang berwujud setan itu!. Keempat, kemudian Dia meminta untuk Saya kembali kekantor dan mengirim dengan segera KTP lewat faximale No.021 3922981, langsung Saya mintakan Sdr.Darmawan (Staf TU FTIF ITS) untuk segera mengirim. Tidak berselang lama Dia, menelpon kepada Saya bahwa, Saya tidak diperkenankan menggunakan transaksi di ATM untuk beberapa lama dan ternyata katanya, transferan dari DIKTI masih sulit masuk ke rekening BCA Saya. Kelima, kemudian Saya diminta untuk mengulang dengan kartu ATM yang lain, dan Saya menawarkan Kartu Debet BCA. Tiga kali lagi Saya diperdaya melalui kartu Debet BCA Saya mengirim Voucer Simpati sebesar Rp1.000.000,-, kepada HP yang tidak sempat Saya catat dan pada saat itu kertas struk dari BCA habis (tidak ter print out). Masih didepan kantor Bank Mandiri di Jalan Mulyosari Surabaya yang bersebelahan dengan Kantor BCA, Isteri Saya panggil untuk menemani dan sambil menunggu kedatangan isteri, Saya telpon ke Bapak PD.I FTIF ITS (ternyata pada saat itu Beliau sedang berada di Jakarta dari tugas ke Batam), Saya menanyakan seberapa jauh Bapak PD.I FTIF ITS kenal dengan Sdr.Drs.Arif Darmawan M.Sc, ternyata baru kenal dan lewat telpon. Kemudian Saya sampaikan tentang permasalahan yang terjadi, langsung Beliau terkejut dan meminta kepada Saya menghubungi Halo BCA untuk memblokir rekening Saya, dengan nomor yang diberikan oleh Beliau kepada Saya. Dan Bapak PD.I FTIF ITS menginformasikan bahwa, setelah di cek di Jakarta keberadaannya ternyata nihil dan HP. Sdr. Drs. Arif Darmawan M.Sc tidak bisa dihubungi lagi, Inalillahi Wainalillahi Rojiun. Akhirnya, barulah Saya sadari bahwa semua yang dilakukan oleh Sdr.Drs.Arif Darmawan M.Sc adalah tipuan belaka. Subhanallah, Saya duduk lemas diteras Bank Mandiri ditemani dan dibesar besarkan hati Saya oleh isteri Saya, dengan tidak terasakan hujan gerimis dan angin kencang saat itu. Ternyata informasi dari Halo BCA bahwa jumlah Rp yang tertera pada ATM BCA Saya senilai total Rp18.800.000,-sudah tertransfer kemasing masing no rekening tersebut diatas, kalau dinilai memang kecil nilai uang Saya yang tertipu sebesar Rp19 jt an, dan tidak ada artinya untuk kehidupan yang abadi nantinya karena tidak akan terbawa bila Saya menghadap illahi, namun mungkin sangat berarti bagi kehidupan didunia saat ini. Yang menjadi permasalahan Saya sekarang adalah, kebingungan yang selalu menyelimuti pikiranku dan hatiku, kenapa Saya bodoh! begitu percayanya kepada surat fax DIKTI yang Aspal itu, kenapa pada saat itu Saya mau melaksanakan untuk menggantikan sebagai peserta pelatihan? Yang ternyata fiktif?! Dan apakah Saya karena merasa mematuhi dan melaksanan penugasan atasan Saya?. Dari awal Saya bisa terkomando oleh setan berbentuk manusia Sdr.Drs.Arif Darmawan M.Sc itu, dikarenakan Saya percaya bahwa surat fax dari DIKTI yang lewat Bapak Dekan FTIF ITS itu adalah benar dan tertera dana transportasi,konsumsi dan akomodasi akan ditransfer ke rekening masing masing peserta, yang kemudian Saya diminta oleh Sdr.Drs.Arif Darmawan M.Sc untuk mengecek dana transfer dari DIKTI tersebut. ke rekening BCA Saya, Kebingungan seperti itu terus menyelimuti pikiran dan hatiku, Lahaula Walaquata illahi billahi aladim, mohon maaf atas kebodohan Saya ini. Mudah2 an Allah SWT selalu dekat dan melindungi Kita dari musibah, malapeta, bencana dan orang2 yang ingin berbuat kejahatan kepada kita amin yaa robbal alamin. Saya berpesan, sekali lagi manusia penipu tidak akan berhenti dan selalu berjalan bersama setan mencari sasaran yang memang bertugas membujuk dan merayu manusia kejalan kesesatan, marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Allahu Akbar. Dan Saya percaya bahwa, percaya adanya sihir dan kekuatan2 magic hanyalah bagi orang2 yang tidak beriman dan bertaqwa. Hanya kepada orang2 yang beriman dan bertaqwalah, Allah SWT akan memberikan petunjuknya amin. Saya mengucapkan banyak2 berterimaksih kepada Bapak Prof.Dr.Ir.Priyo Suprobo M.Sc. Rektor ITS, yang pada saat setelah peristiwa itu menimpa Saya, Beliau langsung menelpon Saya untuk memberikan dorongan dan semangat pada kejiwaanku. Yang menjadikan penilaiananku kepedulian Pimpinan Tertinggi ITS terhadap wong cilik sing ketiban musibah, patut dituladani matur suwun Pak Probo. Saya hanya urun pendapat aja bahwa, dengan adanya peristiwa yang menimpa pada diri Saya sebenarnya berdasarkan informasi yang Saya peroleh kejadiannya pernah juga dialami oleh Civitas akademica ITS diminta transfer dana ke Jakarta yang juga cukup besar. Maksud Saya, bahwa dengan semakin meningkatnya teknologi dan tingginya angka pengangguran intelektual yang disertai dengan semakin renggangnya hubungan vertikal manusia dengan Sang Maha Pencipta, maka dari sisi keamanan kampus perlu ditingkatkan lagi, tidak hanya internal tapi juga external, tidak hanya ancaman perbuatan yang dilakukan manusia secara kasad tapi juga yang dilakukan melalui atau dengan menggunakan teknologi2 informasi, perlu juga menjadi bagian dari keamanan secara external. Mohon maaf kalau kurang berkenan sekali lagi terimakasih atas perhatian Bapak. ----------------------------------- Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember http://www.ftif.its.ac.id/ ----------------------------------- ---forwarded message ends---

