Pak Dwiagus, catatan perjalanan ini yang kita dorong di milis ini, untuk berbagi pengalaman kepada rekan-rekan. Mudah-mudahan tidak ada yang terlupakan lagi. Salam.
-ekadj --- In [email protected], "Benedictus Dwiagus Stepantoro" <bdwia...@...> wrote: > > http://bdwiagus.blogspot.com/2009/03/papua-catatan-hampir-terlupa.html > > Mutiara dari Timur, begitu kata orang. Julukan itu tepat adanya. Kemilaunya > dari nun jauh di timur sana, menggoda setiap orang untuk melongok, menjamah > dan merasakan hangatnya. Termasuk saya, yang kebetulan mendapat kesempatan > berharga tersebut, menumpang sebuah kunjungan misi yang melakukan evaluasi > terhadap proyek UNICEF di Papua dan Papua Barat yang dibiayai oleh AusAID. > Namun kunjungan 7 hari ini mungkin tidak cukup bagi saya untuk mampu > menggambarkan apa yang sesungguhnya ada di tanah Papua. Jadi, harap maklum > kalau saya jadi terlihat seperti turis pembangunan (ini istilah yang saya > dapat dari sebuah mailing list) yang norak dan sok tau soal Papua. > > Jayapura > > Tanggal 15 Oktober 2008, mendarat di Papua, disambut kemilau mentari pagi > yang memantul di Danau Sentani. Menyentak mata. Perjalanan dari bandara ke > Jayapura menyusuri danau menghilangkan kantuk dan penat selama perjalanan > pesawat selama 8 jam. Kami melintasi Abepura dan sampai di teluk Jayapura > yang dikurung bukit-bukit hijau yang digerogoti rumah-rumah dan bangunan. > Hotel kami menghadap teluk dan sebuah bukit dengan sebuah salib berlampu di > atas bukit itu. Sesampai di hotel, tidak lantas kami semua langsung mendapat > kamar. Berhubung hotel sedang menerima tamu berjibun, karena kebetulan Ibu > Menkes sedang berkunjung, maka kamar-kamar harus dipersiapkan dulu. Baru > pada tengah hari semuanya mendapat kamar. Dan kemudian briefing setelah > makan siang untuk rencana esok hari, di hotel dan dilanjutkan di kantor > UNICEF. > > Desa Sawoy > > Perjalanan pertama dimulai dengan mengunjungi Posyandu dan juga para ibu dan > masarakat desa Savoy, melihat taman pos yandu yang dibantu UNICEF, dan juga > ngobrol-ngobrol dengan kepala puskesmas, bidan dan ibu-ibu di sana. Melihat > kerjasama kader kesehatan, bidan dan dukun,dan sebagainya. > > Ada juga kepala desa ketika ngobrol-ngobrol di posyandu. Jadinya diskusi > interview tidak hanya seputar bagaimana puskesmas menjalankan tugas > pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak, tapi juga peran perangkat desa untuk > menangani masalah kesehatan. Sempat menyerempet soal program RESPEK, yang > adalah program pemberdayaan kampung dengan perencanaan partisipatif. Menarik > juga. > > Kemudian besoknya terbang ke Wamena. > > Wamena > > Sebuah wilayah yang luar biasa, terkunci oleh batasan geografi yang ekstrim, > membuat segala barang yang dibutuhkan harus diterbangkan oleh pesawat dari > Jayapura ke Wamena. Alhasil segala barang, harganya menjadi 3 kal lipat > lebih dari Jayapura atau Jakarta. Tapi betapa indahnya tanah papua ini ya. > Ini baru wamena, belum daerah pegunungan ke atasnya lagi, pasti tak kalah > indahnya. > > Untuk mempersingkat waktu, saya juga lagi gak bersemangat nulis nih, maka > nikmati beberapa fotonya ajah ya. > > Di sini: > <http://bdwiagus.blogspot.com/2009/03/papua-catatan-hampir-terlupa.html> > http://bdwiagus.blogspot.com/2009/03/papua-catatan-hampir-terlupa.html > > Enjoy!

