Hallo mas DwiAgus ysh, 

Wah bagus sekali koleksi foto papua anda, terima kasih saya sudah ikut 
menikmatinya. 

Wilayah Papua & Papua Barat ini luasnya sekitar 3.5 kali pulau Jawa, tetapi 
jumlah penduduknya kalau tidak salah cuman sekitar 2,5 juta jiwa (hampir sama 
dengan Kabupaten Bekasi) dan mungkin separonya penduduk pendatang. Kalau kita 
rapat atau ada acara seminar disana, biasanya peserta lebih banyak pendatang 
dari pada penduduk asli, padahal yang dibahas tentang bagaimana memajukan 
Papua. Sebagian besar penduduk tinggal di kota-kota, sebagian menyebar di 
pegunungan (terutama yang asli). Tanah Papua yang luas dengan SDA yang 
berlimpah, tetapi banyak kelompok-kelompok suku walaupun jumlah anggota sukunya 
sedikit dan sampai sekarang masih sering bertengkar karena masalah-masalah 
lokal (atau mungkin sengaja ada yang mengadu-domba ?). Disana (terutama di 
Jayapura & Manokwari) masih banyak orang yang biasa meludah (merah) disembarang 
tempat karena makan buah pinang, mungkin bisa dibuat 'lomba meludah' he he.. 
Yang unik disana masih ada yang pakai 'koteka', ini 'budaya' yang tidak 
terdapat di lain negeri. Walaupun demikian, disana sudah ada kota modern 
seperti di Amrik yaitu Kuala Kencana di Freeport-Timika yang punya tambang 
emas/tembaga, sehingga terjadi 'gap' yang sangat besar dengan lingkungan 
sekitarnya.   

Kiranya butuh pendekatan atau strategi pembangunan khusus yang tidak dapat 
disamakan dengan wilayah pulau lain di negeri ini, apalagi dengan di Jawa. 
Mungkin ada baiknya kalau dibangun pusat-pusat pertumbuhan disana yang dapat 
menarik lebih banyak pendatang sehingga terjadi percampuran budaya dan lebih 
banyak mengirim penduduk asli untuk sekolah ke Jawa/Sumatera sejak dari 
SMP/SMU. 

Semoga tulisan ini dapat menambah pemikiran untuk kemajuan Tanah Papua.

Wasssalam,

Onnos  
 


To: [email protected]
CC: [email protected]; [email protected]
From: [email protected]
Date: Wed, 4 Mar 2009 13:07:46 +0700
Subject: [referensi] PAPUA: catatan hampir terlupa







http://bdwiagus.blogspot.com/2009/03/papua-catatan-hampir-terlupa.html

Mutiara dari Timur, begitu kata orang. Julukan itu tepat adanya. Kemilaunya 
dari nun jauh di timur sana, menggoda setiap orang untuk melongok, menjamah dan 
merasakan hangatnya. Termasuk saya, yang kebetulan mendapat kesempatan berharga 
tersebut, menumpang sebuah kunjungan misi yang melakukan evaluasi terhadap 
proyek UNICEF di Papua dan Papua Barat yang dibiayai oleh AusAID. Namun 
kunjungan 7 hari ini mungkin tidak cukup bagi saya untuk mampu menggambarkan 
apa yang sesungguhnya ada di tanah Papua. Jadi, harap maklum kalau saya jadi 
terlihat seperti turis pembangunan (ini istilah yang saya dapat dari sebuah 
mailing list) yang norak dan sok tau soal Papua.

Jayapura

Tanggal 15 Oktober 2008, mendarat di Papua, disambut kemilau mentari pagi yang 
memantul di Danau Sentani. Menyentak mata. Perjalanan dari bandara ke Jayapura 
menyusuri danau menghilangkan kantuk dan penat selama perjalanan pesawat selama 
8 jam. Kami melintasi Abepura dan sampai di teluk Jayapura yang dikurung 
bukit-bukit hijau yang digerogoti rumah-rumah dan bangunan. Hotel kami 
menghadap teluk dan sebuah bukit dengan sebuah salib berlampu di atas bukit 
itu. Sesampai di hotel, tidak lantas kami semua langsung mendapat kamar. 
Berhubung hotel sedang menerima tamu berjibun, karena kebetulan Ibu Menkes 
sedang berkunjung, maka kamar-kamar harus dipersiapkan dulu. Baru pada tengah 
hari semuanya mendapat kamar. Dan kemudian briefing setelah makan siang untuk 
rencana esok hari, di hotel dan dilanjutkan di kantor UNICEF. 

Desa Sawoy

Perjalanan pertama dimulai dengan mengunjungi Posyandu dan juga para ibu dan 
masarakat desa Savoy, melihat taman pos yandu yang dibantu UNICEF, dan juga 
ngobrol-ngobrol dengan kepala puskesmas, bidan dan ibu-ibu di sana. Melihat 
kerjasama kader kesehatan, bidan dan dukun,dan sebagainya.

Ada juga kepala desa ketika ngobrol-ngobrol di posyandu. Jadinya diskusi 
interview tidak hanya seputar bagaimana puskesmas menjalankan tugas pelayanan 
kesehatan untuk ibu dan anak, tapi juga peran perangkat desa untuk menangani 
masalah kesehatan. Sempat menyerempet soal program RESPEK, yang adalah program 
pemberdayaan kampung dengan perencanaan partisipatif. Menarik juga.

Kemudian besoknya terbang ke Wamena.

Wamena

Sebuah wilayah yang luar biasa, terkunci oleh batasan geografi yang ekstrim, 
membuat segala barang yang dibutuhkan harus diterbangkan oleh pesawat dari 
Jayapura ke Wamena. Alhasil segala barang, harganya menjadi 3 kal lipat lebih 
dari Jayapura atau Jakarta. Tapi betapa indahnya tanah papua ini ya. Ini baru 
wamena, belum daerah pegunungan ke atasnya lagi, pasti tak kalah indahnya.

Untuk mempersingkat waktu, saya juga lagi gak bersemangat nulis nih, maka 
nikmati beberapa fotonya ajah ya.

Di sini: http://bdwiagus.blogspot.com/2009/03/papua-catatan-hampir-terlupa.html

Enjoy!


 

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 



--
Posted By dwiAgus to UjungJariKu at 3/01/2009 11:17:00 AM








_________________________________________________________________
Join the Fantasy Football club and win cash prizes here!
http://fantasyfootball.id.msn.com

Kirim email ke