Hahaa…. Pak Hutomo rupanya seneng cerita humor juga ya?.....
Kalo yg dari bapak tentang “cinta dan waktu”….  Berikut Ini saya tambah dikit 
boleh ya pak?...... 
 
“Definisi Tentang Cinta Dikalangan Anak2”
 
Tini  : “Wiek, kalo menurut kamu cinta itu artinya apa?”……
Tiwi : “Kalo menurut akuuu…. Cinta itu ya  kalo seorang ibu membuatkan  kopi 
untuk seorang ayah.... lalu ibu itu meneguknya sedikit untuk memastikan kopinya 
sudah oke atao belum gitu?..... 
Tini  : “Lha kalo menurut kamu Tut…. cinta itu artinya apa?”……
Tuti : “Engngng.... kalo menurut akuuu… cinta itu ya kalo seorang anak 
perempuan memakai parfum dan seorang lelaki memakai shaving cologne lalu mereka 
pergi keluar dan lalu diluar sana mereka saling membauinya satu sama lain 
gitu……” 
 

--- On Sun, 3/8/09, malikusworo hutomo <[email protected]> wrote:

From: malikusworo hutomo <[email protected]>
Subject: [plbpm] Fwd: [pkbp] Cinta dan Waktu
To: [email protected], [email protected]
Date: Sunday, March 8, 2009, 7:33 AM

Dear Millisters,

Maaf saya posting dari milis tetangga.

Hutomo


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Miha <[email protected]>
Tanggal: 7 Maret 2009 07:35
Subjek: [pkbp] Cinta dan Waktu
Ke: Alumni SMAN 1 Pasuruan <[email protected]>,
[email protected]


Cinta dan Waktu

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda
abstrak : ada CINTA, KESEDIHAN, KEKAYAAN, KEGEMBIRAAN, dan sebagainya.
Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kesil itu dan air
laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni
pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat
kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak memiliki perahu. Ia
berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air
semakin naik membasahi kaki CINTA.

Tak lama kemudian CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu
“KEKAYAAN!!KEKAYAAN!!Tolong aku!!” teriak CINTA. “ Aduh! Maaf, CINTA!”
kata KEKAYAAN. “ Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak
dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada
tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu KEKAYAAN cepat-cepat
mangayuh perahunya pergi.

CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan
perahunya. “KEGEMBIRAAN! Tolong aku!”, teriak CINTA. Namun KEGEMBIRAAN
terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar
teriakan CINTA.

Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai kepinggang dan CINTA semakin
panic. Tak lama kemudian lewatlah KECANTIKAN. “KECANTIKAN!Bawalah aku
bersamamu!”, teriak CINTA. “Wah CINTA, kamu basah dan kotor. Aku tak
bisa membawamu. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” Sahut
KECANTIKAN.

CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak- isak. Saat
itu lewatlah KESEDIHAN. “ Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu,” kata
CINTA. “ Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…”
kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.

CINTA putus asa. Ia merasakan air maki naik dan akan
menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara,
“CINTA! Mari cepat naik perahuku!” CINTA menoleh kearah suara itu dan
melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat CINTA naik ke perahu
itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua
itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi.

Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak
mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. CINTA segera
menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu.” Oh, orang tua tadi? Dia adalah WAKTU.” Kata
orang itu. “ Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya.
Bahkan teman-teman yang mengenalkupun enggan menolong aku” tanya CINTA
heran. “Sebab,..” kata orang itu, “ Hanya WAKTUlah yang tahu berapa
nilai sesungguhnya dari CINTA itu…”




------------------------------------

Yahoo! Groups Links






      

Kirim email ke