Bung Dwiagus dan rekans ysh,

Yang ulang tahun ke 12 tentu Pemdanya ya. Kalau kota/wilayahnya kan sudah tua 
ya. Setidaknya waktu Chairil Anwar nulis sajaknya Bekasi juga sudah jadi 
permukiman yang relatif berkembang. Dipicu dengan terbangunnya jalan tol 
Jakarta - Bekasi, dan kemudian Cikampek hingga Bandung.

Kota Bekasi juga tidak tumbuh pesat karena "ditunjuk" sebagai kota satelit. Ya 
alamiah saja kan, Jakarta meluas hingga Jabodetabek.

Permasalahan Kota Bekasi menurut saya ciri khas "urban fringe", pinggiran 
metropolitan dunia ketiga yang amburadul umumnya. Lahan terasa menyempit karena 
kepadatan kian tinggi. Di luar itu ada Kabupaten Bekasi yang lahannya relatif 
luas, yang juga sedang bergeser dari pertanian ke industri. Ini mengundang 
penduduk, yang kegiatan sosial dan belanjanya ke Kota Bekasi.

Untuk kota sepadat Bekasi ini mungkin ruang untuk industri sudah sulit, yang 
mungkin adalah untuk pembangunan sektor jasa: pertokoan, perkantoran, hotel, 
rumah sakit, sekolah. Untuk ruang terbuka hijau, harus ada niat (dan tekanan 
dari masyarakat) agar setidakny RTH yang tersisa dipertahankan.
Soal lapangan kerja, menurut saya banyak pembukaan kesempatan kerja baru. Tapi 
penduduk pendatang juga tinggi pertumbuhannya. Ada juga masalah terdesaknya 
pekerjaan tradisional pertanian ke sektor perkotaan. Repotnya pekerja pertanian 
itu 'penduduk lama' (untuk tidak bilang asli), sementara yang mengisi sektor 
perkotaan banyak pendatang. Setidaknya itu yang saya amati selama dua dekade 
ini.

Selain padat, dari segi lingkungan juga ada banyak kawasan rawan banjir 
(genangan), karena banyaknya rawa, penampung air yang diurug jadi perumahan.

Pemkot dengan kondisinya memang akan dituntut untuk lebih fokus ke 
pemeliharaan, pembangunan sosial (pendidikan, kesehatan, keamanan, ketertiban). 
Masalahnya uannya dari mana. Bagi hasil untuk kota biasanya tak sebanyak 
pemilik SDA. Peluang yang nyata ya "pajak pembangunan-1" (hiburan, rumah makan) 
yang langsung diterima Pemkot. Maka dibukalah izin-izin mal dan sarana hiburan.

Bagaiman kota Bekasi ke depan? Ya oke-oke saja kali ya.
Tapi mungkin selain pemeliharaan prasarana, sarana, pendidikan dan kesehatan. 
Pengembangan ekonomi lokal, khusunya yang mikro dan informal (keakyatan) perlu 
diprioritaskan, karena angka pengangguran yang tinggi bisa menimbulkan 
kerawanan sosial.

Selamat ulang tahun Pemkot Bekasi.

Damai di bumi,
Risfan Munir
www.ecoplano.blogspot.com



-----Original Message-----
From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
Sent: Tuesday, March 17, 2009 6:20 PM
To: [email protected]
Subject: [referensi] KOTA BEKASI 12 TAHUN:Masalah Kepadatan Penduduk Menghadang

Selamat ulang tahun Kota Bekasi,.. 
 
Semoga panjang umur 
Dan semakin compact kotanya walapun padat penduduknya,…. 
 
--------------------------------
KOTA BEKASI 12 TAHUN
Masalah Kepadatan Penduduk Menghadang
KOMPAS/ COKORDA YUDISTIRA
Jalur Bekasi-Karawang rawan kemacetan karena di ruas jalan nasional tersebut 
terdapat jalan dan jembatan yang sedang diperbaiki. Salah satunya adalah 
perbaikan jembatan Kali Sasak Jarang di perbatasan Kota Bekasi-Kabupaten 
Bekasi, Jawa Barat,
/
SENIN, 16 MARET 2009 | 06:48 WIB
 
Cokorda Yudistira
KOMPAS.com - Hari Selasa, 10 Maret lalu, Kota Bekasi genap berusia 12 tahun. 
Jikalau diibaratkan dengan manusia, Kota Bekasi berada pada masa praremaja, 
alias anak baru gede (ABG). Namun, Kota Bekasi sudah menghadapi beragam 
persoalan seperti kota besar. Salah satunya adalah persoalan pertumbuhan 
penduduk.
Hal itu adalah konsekuensi, yang ditanggung Kota Bekasi (dan Kabupaten Bekasi), 
sejak Bekasi dikembangkan menjadi penyangga Jakarta berdasarkan Instruksi 
Presiden Nomor 13 Tahun 1976.
Inpres tersebut menempatkan Bekasi sebagai kota satelit Jakarta dan menjadi 
bagian kawasan pengembangan Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi (Jabotabek). Dengan 
kehadiran pabrik dan kawasan industri, Kota Bekasi berkembang sebagai kota 
berpenduduk padat.
”Ketika baru dikembangkan sebagai kota mulai tahun 1996, penduduk Kota Bekasi 
saat itu baru sekitar 750.000 jiwa,” kata Sekretaris Daerah Kota Bekasi Tjandra 
Utama Effendi, Jumat (6/3). ”Saat ini penduduk Kota Bekasi mencapai 2,2 juta 
jiwa dan sebagian besar ada penduduk komuter yang pada siang hari bekerja di 
Jakarta,” ujarnya.
Masalah kota
Laju pertambahan penduduk Kota Bekasi, menurut Sensus Penduduk 2000, mencapai 
3,49 persen. Pertambahan penduduk Kota Bekasi lebih besar disebabkan migrasi. 
Penyebab tingginya migrasi tidak lain adalah berkembangnya Kota Bekasi menjadi 
pusat ekonomi dan pusat bisnis.
”Ini disebabkan letak Kota Bekasi yang berada di jalur ekonomi yang dinamis, 
yakni antara Jakarta dan Jawa Barat,” kata pengamat dari Universitas Islam 45 
Bekasi, Harun Al Rasyid. ”Kota Bekasi berkembang pesat karena terimbas 
perkembangan Jakarta yang sudah mencapai titik jenuh,” ujar Harun.
Di pihak lain, tingginya laju pertambahan penduduk Kota Bekasi menimbulkan 
beragam persoalan bagi Kota Bekasi. Mulai dari masalah kemiskinan, 
pengangguran, kriminalitas, sampai transportasi, pendidikan dan kesehatan, 
serta interaksi sosial masyarakat.
Sampai akhir 2007, jumlah keluarga prasejahtera di Kota Bekasi tercatat 
sebanyak 20.448 keluarga, atau bertambah 1.700 keluarga dibandingkan dengan 
tahun 2006.
Begitu pula persoalan pengangguran. Hingga tahun 2006 masih terdapat 187.944 
orang di Kota Bekasi yang menganggur dan sebanyak 43.742 orang lainnya sedang 
mencari kerja.
Persoalan juga tampak pada maraknya kasus kriminalitas di wilayah Kota Bekasi. 
Sosiolog dari Universitas Islam 45 Bekasi, Andi Sopandi, mengatakan, Kota 
Bekasi mendapat sorotan kurang menguntungkan akibat tingginya kasus kejahatan 
yang terjadi di wilayah ini. ”Terutama kasus narkotika,” kata Andi. ”Hampir 90 
persen penghuni LP Bekasi akibat kasus narkotika,” ujarnya.
Dari catatan Kompas, sampai Oktober 2008 terdapat 3.213 kasus kriminalitas, 
termasuk kecelakaan dan pengaduan masyarakat, yang ditangani jajaran Kepolisian 
Resor Metropolitan Bekasi. Padahal, selama 2007, jumlah kasus kriminalitas yang 
ditangani Polres Metro Bekasi ”hanya” sebanyak 3.183 kasus

Kirim email ke