Negara yang makmur karena penadahan sebagai salah satu "sumber investasi" mungkin akan menjadi kaya. Kaya namun tidak berkah. Sedikit berfilosofis, tentu amat disayangkan apabila *ketiadaan* yang jauh lebih lama dikorbankan demi *keberadaan di tempat fana*.
Swiss dan Singapura, kembalilah ke jalan yang benar sebelum "alam menseleksimu." Salam, Andri Sent from my BlackBerry® Bold smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: hengky abiyoso <[email protected]> Date: Wed, 18 Mar 2009 17:31:19 To: <[email protected]> Cc: <[email protected]>; <[email protected]> Subject: [referensi] Re: Pakta Pertahanan Bubar Karena BLBI Singapura hentikan pembahasan karena tak mau RI ungkit BLBI. Jakarta. Sia-sia Indonesia berunding alot membahas kesepakatan kerjasama pertahanan atau Defense Cooperation Agreement (DCA) dengan Singapura. Menteri Pertahanan RI Juwono Sudarsono katakan, pembahasan peraturan pelaksanaan atau Implementing Arrangements (IAs) perjanjian yang ditandatangani 27 April 2007 lalu kini sudah berhenti. Itu berarti DCA sekaligus perjanjian ekstradisi Indonesia Singapura belum bisa berlaku efektif. Masalah utamanya adalah Singapura tidak ingin masalah-masalah BLBI diungkit lagi, kata Juwono (18/3). Juwono ungkapkan, Singapura mempunyai kepentingan untuk tetap mempertahankan uang yang dibawa lari buronan BLBI ke Singapura, “inilah yang membuat Indonesia tidak sepakat, kata Juwono. Ia menambahkan, pemerintah RI juga keberatan dengan permintaan Singapura yang inginkan perluasan penggunaan wilayah Indonesia sebagai daerah latihan militer Singapura. Jubir Deplu Teuku Faizasyah tambahkan, pembahasan lanjutan perjanjian ekstradisi juga sudah menemui jalan buntu. “Kami siedang mencari waktu yang tepat untuk membahas kembali”, katanya. Tapi ia tidak menyebutkan alasan pasti kenapa sampai terjadi deadlock. Namun Singapura membantah pernyataan Juwono itu. Apalagi jika terhentinya perundingan dikaitkan dengan keberatan Singapura atas langkah Indonesia mengungkit kembali masalah BLBI. Justru Singapura balik menuduh Indonesia yang menghentikannya. Sebab Indonesia bersikeras minta perubahan substansi IAs DCA, meskipun sebelumnya sudah setuju, ujar Rajpal Singh, jubir kedutaan besara Singapura untuk Indonesia. Rajpal menegaskan, Singapura siap melanjutkan pembahasan paket DCA dan perjanjian ekstradisi asalkan Indonesia juga bersedia membicarakannya lagi. Saat ini KPK sedang melakukan evaluasi terhadap kasus BLBI. Dep. Keuangan mendukung penuh langkah KPK itu (Hans Henricus, Yohan, R, Kur). - - - - - - - - - - - - - - - Wah... Kalau begini situasinya…. Saya pikir mereka2 yg mudah bersedia berjihad dgn resiko nyawa utk Palestina dan Afganistan ada baiknya juga berjihad utk memburu nyawa buronan BLBI di SIngapura spt Syamsul Nursalim dan klgnya yg menggondol uang negara triliunan rupiah dgn resiko hukuman gantung di SIngapura…… Dimata Tuhan.. jihad utk Tuhan maupun utk manusia (negara) nilainya sama….. sebab Tuhan menginginkan…. hubungan baik antara manusia dan Tuhan harus seimbang dgn hubungan baik antara manusia dan manusia…….. Kalau begitu situasinya….. orang Indonesia seharusnya mengurangi kepentingan hubungan dan kunjungannya (2 juta orang) ke SIngapura (sayang bhw pelaku utama bisnis kita adlh 5% etnis minoritas itu yg serumpun dgn mayoritas etnis di Singapura)… dan bahwa KL juga mempunyai ambisi ingin berperan sebagai kota strategis spt SIngapura…… mendingan Indonesia mendukung saja ambisi KL itu….. dgn antara lain menegaskan ingin membeli apa2 yg biasa dibeli di SIngapura dgn mengalihkannya ke Malaysia…. demikian juga dgn ekspor yg biasa melalui Singapura agar dialihkan saja ke KL….. apalagi toh jelas2 ratusan ribu (1 juta lbh) TKI kita juga bekerja disana…… jadi biar Malaysia juga dpt menghargai dan lbh segan kpd Indonesia… dan tak sekedar menganggap kita sebagai negara pengekspor TKI haram saja……. Itulah bedanya stressing perjuangan membangun KTI dan KBI…… Gimana pendapat sahabatku cak Andri?........ Salam, aby

