#yiv37488509 #yiv1580532875 .hmmessage P
{
margin:0px;padding:0px;}
#yiv37488509 #yiv1580532875 {
font-size:10pt;font-family:Verdana;}

 


 
 

 

PERMACITY
Hampir 30 tahun yang lalu, Bill Mollison and David Holmgren memperkenalkan ide 
Permaculture, dimana mereka menekankan akan perkembangan agrikultur yang stabil 
berdasarkan prinsip sistem ekologi yang sustainable. Sekarang ini Permaculture 
telah berkembang menjadi desain sistem yang kompleks, mempelajari secara 
seksama mengenai alam dan sistem di dalamnya, menganalisa seberapa sustainable 
sistem tersebut secara ekologis dan meng-applikasikannya dalam desain untuk 
pemukiman dan sistem sosial masyarakat. 
Permaculture menjadi pergerakan di seluruh dunia. Di berbagai belahan dunia 
pemukiman dengan prinsip ekologis sudah dikembangakan, dimana masyarakat hidup 
bersama dengan landasan prinsip Permaculture. Dalam pemukiman yang demikian, 
masyarakat bukan saja mengaplikasikan dalam aspek lingkungan yang 
berkesinambungan untuk mengurangi expliotasi sumber daya alam dan membatasi 
polusi; mereka juga mencoba untuk mengembangkan sistem komunitas dan sistem 
ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian diharapkan sumber daya untuk 
komunitas lain dan generasi mendatang tidak akan terexploitasi. Ide utamanya 
adalah untuk menciptakan suatu kehidupan yang produktif dan berkelanjutan 
berasaskan pada prinsip kesetaraan: Setiap jiwa mempunyai kesetaraan hak untuk
 mendapatkan air dan udara yang bersih dan juga sumber daya energi yang cukup. 
Akan tetapi dunia masih sangat jauh dari sistem ideal tersebut. Pada 
kenyataanya kehidupan perkotaan telah menjadi unsur dominan untuk menentukan 
dimana orang selayaknya bermukim. Belum pernah terjadi sebelumnya dimana 
masyarakat mengalami proses urbanisasi yang demikian cepat dan belum pernah 
kota berkembang seperti sekarang ini. Bertolak belakang dengan komunitas 
Permaculture, karakter masyarakat perkotaan sekarang tidak memiliki kesatuan 
dalam nilai dan tingkah laku, melainkan keinginan yang kontradiksi, tingkah 
laku yang bertolak belakang dan orientasi ide yang berbeda-beda. Semua ini 
berakibat perpecahan dan kompetisi dalam setiap level organisasi: antar 
wilayah, antara pusat kota dan pinggiran kota, antara perkotaan dan pedesaan, 
antara agglomerasi yang beragam, dan juga antar negara dan benua. Permasalahan
 tersebut erat kaitannya dengan masyarakat perkotaan yang mendatang dan kondisi 
kota sebagai model yang sustainable. 
 
 
Isu-isu yang coba dijawab berkaitan dengan ide Permacity:
Ø  Seberapa jauh bisa dipahami/interpretasi bahwa kota/agglomerasi yang terjadi 
sekarang sebagai suatu sistem ekologis? Apakah pemahaman akan system ini 
membantu kita untuk meneliti lebih jauh kesempatan dan kendala yang akan datang 
dan  memahami lebih baik karakter masyarakat perkotaan?
Ø  Seberapa sustainable sistem perkotaan yang ada? Apakah proses urbanisasi 
akan bertahan dalam jangka waktu yang panjang atau apakah proses tersebut 
menjadi sangat merusak dan masyarakat harus menemukan gaya hidup yang baru 
dengan system pemukiman yang berbeda?
Ø  Ke arah yang bagaimana selayaknya masyarakat perkotaan dan unsur-unsur 
kotanya beradapatasi/transformasi untuk menjadi suatu sistem ekolologis yang 
sustainable?
Ø  Seperti apa unsur dan bentuk kota/agglomerasi  yang secara ekologis 
sustainable di masa yang akan datang? Prinsip desain yang seperti apa yang 
harus diapplikasikan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang sustainable 
tersebut?
Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you want. 
Windows Live 



      


      

Kirim email ke