Bung Dwiagus, kalau uang Rp 4 milyar perbulan di NTB tidak dibelanjakan untuk konsumsi dan tidak diinvestasikan (atau hanya sebagai tabungan doank), tidak akan men-generate agregate demand dan akhirnya tidak akan menumbuhkan ekonomi lokal.
Uang-uang yang dikirmkan itu pastinya lewat bank-bank besar, terutama bank pemerintah seperti BNI, Bank Mandiri, dan BRI. Jadi kalau uang-uang itu hanya ditabung, maka uang-uang itu hanya angka-angka yang tercatat di bank di daerah saja, sementara uang intinya tetap ada di pusat-pusat bank itu, yaitu di Jakarta. Di pusatnya ini, uang itu diutilisasi berupa investasi oleh investor-investor nasional yang notabene proyeknya di Jawa juga.
Untuk menumbuhkan ekonomi lokal, masyarakat NTB harus belajar berkonsumsi dan berinvestasi, misalnya di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dsb. Pemda berperanan memfasilitasi infrastruktur melalui belanja fiskalnya.. Sementara RTRW memberi petunjuk "di mana" lokasi yang baik untuk investasi dan infrastruktur yang perlu dibangun.
Thanks. CU. BTS.
From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> Subject: [referensi] Hirarki global? [INFO] Tiga Bulan, NTB Sudah Kirim Sembilan Ribuan TKI To: [email protected] Date: Tuesday, April 14, 2009, 10:45 AM
Kalau begini artinya Kota-kota di NTB membangun hirarki pelayanan ke network global ya ?
Kalau itung2annya, minimal setiap TKI mentransfer 500ribu-an saja per bulan, ada sekitar 4-5 milyar per bulan masuk ke NTB. Wow.
Tiga Bulan, NTB Sudah Kirim Sembilan Ribuan TKI
/
SELASA, 14 APRIL 2009 | 00:08 WIB
MATARAM, KOMPAS.com - Sejak Januari hingga pertengahan April 2009 Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirim 9.267 orang TKI ke Malaysia. Hal itu dikatakan Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Balai Pelayanan Penempatan Dan Perlindungan TKI (BP3TKI) NTB I Komang Suparta di Mataram, Senin (13/4) malam. Pada acara pelepasan pemberangkatan ratusan TKI asal NTB ke Malaysia, di Balai Latihan Kerja (BLK)
BP3TKI NTB di Dasan Cermen, Kota Mataram itu, ia menyebutkan hanya dalam waktu tiga bulan sebanyak 9.267 TKI asal NTB diberangkatkan ke Malaysia. "Itu belum termasuk 700 hingga 800 TKI asal NTB yang akan diberangkatkan dalam beberapa hari ke depan," katanya. Ia mengatakan jika digabung dengan jumlah TKI asal NTB yang diberangkatkan selama 2008 sebanyak 29.596 orang, dalam 16 bulan terakhir hampir 40 ribu orang warga NTB diberangkatkan sebagai TKI ke Malaysia. Jumlah tersebut termasuk belasan ribu TKI asal NTB yang diberangkatkan dua PPTKIS mitra kerja perusahaan Malaysia, Sime Darby Plantation, Sdn Bhd di Semenanjung Malaysia sejak Januari 2008, yang jumlahnya 600 sampai 800 orang setiap bulan. "Cukup banyak TKI asal NTB yang diberangkatkan ke Malaysia, dan banyak juga yang berhasil meningkatkan
pendapatan keluarga setelah beberapa tahun bekerja di negeri itu," katanya.. Menurut Suparta, minat untuk bekerja di Malaysia yang cukup besar tersebut perlu disikapi pemerintah agar proses pemberangkatan dan penempatannya terpantau serta terlindungi. Karena itu, sejak awal 2009 pemerintah menerapkan layanan terpadu satu pintu (LTSP) agar memudahkan para calon TKI mengurus dokumen perjalanan antarnegara. "Maksudnya agar pelayanan TKI semakin mudah, cepat, aman dan murah biayanya. Ke depan LTSP NTB akan ditunjang fasilitas pendukung yang memadai agar dapat berkembang sesuai harapan semua pihak," katanya. Suparta menyambut baik upaya Sime Darby Plantation, Sdn Bhd yang menerapkan pola pengawasan ketat terhadap TKI asal NTB
yang pulang kampung, dan perhatian terhadap sanak keluarga serta lingkungan daerah asal TKI di Pulau Lombok. Perusahaan Malaysia itu bersedia memberikan pengawalan terhadap TKI asal NTB yang pulang kampung dan mau membagi kesejahteraan dengan anak yatim serta jompo di daerah asal TKI di NTB. "Hal itu perlu diimbangi dengan sikap pemerintah, PPTKIS dan para TKI itu sendiri terhadap niat baik perusahaan yang mempekerjakan mereka di luar negeri. Peliharalah hubungan baik dengan Sime Darby dan mitra kerjanya," katanya.
XVD Sumber : Ant
Regards,
dwiagus
http://bdwiagus. blogspot. com
http://bdwiagus. multiply. com
"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White
:::.... Indo-MONEV ...:::
Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and evaluation and other related development issues including development aid works, particularly in Indonesia.
Join in by sending an email to: indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com
Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts
|