Mohon maaf kalau analisis awam saya, awam banget, and praktis banget. Tiket SBY untuk nyalon sendiri yang 20 persen sudah kepegang. Citra juga kuat untuk "pemilihan langsung oleh rakyat".
Jadi kalau toh butuh koalisi itu untuk kerja nanti, supaya banyak merangkul, dan mengurangi musuh. Ini bisa dipempuh dengan nawari posisi menteri. Partai-partai boleh berkoalisi, tapi kalau tokohnya diajak jadi menteri bakal goyang juga. Partai yang militan (mungkin) cuma PKS, kalau yang lain dicomot tokohnya jadi menteri akan ada yang tergoda dan bisa split. PG terutama kan partai "payung" atau koalisi dari beberapa unsur. Kalau ada yang dijadikan menteri apalagi Wapres, belum bisa tak solid jawabannya. Alias kelompoknya di partai itu bisa ambil manfaat, untuk bersaing internal dengan kelompok yang lain. Tak ada romantisme ideologi disitu. Dulu AT pernah dimusuhi karena mendekati PDIP, tapi justru pengritiknya yang kemudian mencoba galang koalisi dengan PDIP. Pada PAN, kalau Hatta milih terus disitu SB mau apa? Kan Hatta pendukungnya juga kuat. Presedennya dulu Hilal milih tetap jadi menteri, tidak ikut PAN yang pisah dari presiden Gus Dur. Dan deretan lain yang cenderung milih posisi menteri drpd partai, temasuk Lukman (bahkan kelompoknya kemudian yang menang), mungkin juga B Chamsyah. Orang berpolitik tapi gak mau jabatan (menteri?) kok kayak mustahil. Koalisi oposisi paling juga untuk unjuk gigi. Galak dikit spy dipandang dan tarif naik. Kesimpulannya unsur pragmatisme berebut "jabatan menteri" juga perlu diperhitungkan. Apalagi kata Mas BSP ada kepentingan untuk naik kapal sekarang buat main di 2014. Maklum kalau pragmatis spekulatif, namanya juga sok nganalisis. Salam, Risfan Munir -----Original Message----- From: [email protected] <[email protected]> Sent: Wednesday, April 15, 2009 12:01 PM To: [email protected] Subject: Re: [referensi] Re: outlook 2009-2014... Uda Eka ysh, Wah wah wah saya menjadi tersanjung kalau menerima balasan dari Bapak Saya ingin mencoba menjawab beberapa uneg2 dari Bapak. Semoga bisa menjawab sedikit : 1. Modality SBY untuk kabinet, apakah memang sudah ada (terbina), atau masih mengambil dari kelompok lain? SBY saat ini dibantu oleh sedikit tim teknokrat. Secara sangat spesifik, dia dibantu oleh teknokrat berbasis religi lebih khususon HMI connection. Warna ini muncul sangat tajam dari staf khusus beliau maupun staf presiden lainnya. Karena itu dia akan dengan cepat bisa bergabung dengan garis itu. Dalam hal ini garis nasionalis cenderung menjadi second layer. Orang yang akan di welcome dari sistem ini adalah nasionalis yang dekat dengan religi tersebut (baca HMI link). Nah ini muncul dengan tegas dari posisi Menkeu yang sebenarnya berbasis nasionalis (dia muncul dari keluarga (PNI), tetapi dia dekat dengan link tadi. Ini dari garis suaminya. Problem mendasar dari SBY adalah dari sisi engineer yang belum kuat. Salah satu contoh untuk sektor ke-PU-an , masih ada kebingungan mencari calon yang baik. 2. Mohon penjelasan sedikit tentang Tim Foxtrot dan Echo pak? Wah tim-tim itu adalah satelit SBY dalam rangka menuju ke pilpres. Dia bergerak independen tapi saling berhubungan. Kerja tim Foxtorot lebih kepada pencitraan. Dan dana untuk ini cukup besar, dan ternyata dilapangan hasilnya bagus. Sebagai contoh, Aceh Demokrat menang, padahal JK yang kerja. Rakyat Aceh mengatakan bahwa perdamaian dan posisi gubernur yang ada saat ini adalah bukan hasil JK tetapi hasil SBY. Ini adalah hasil kerja tim foxtrot. 3. Beberapa tokoh tersebut sepantasnya sudah menjadi 'Bapak Bangsa' atau 'Guru Bangsa'; apakah nanti akan begitu pak? Saya melihat bahwa beberapa tokoh tersebut cenderung lebih transaksional .. mohon maaf. Sebenarnya saat ini ada 2 gelombang dlm menghadapi kemenangan SBY. Gelombang pertama adalah gelombang yang mencoba chalenge thd SBY secara langsung. Ini dimotori oleh bu Mega (blok M). Dari pendataan lapangan, efektifitasnya diragukan. Hal ini disebabkan banyaknya satelit yang sudah disiapkan untuk menghadapi itu. Kelompok ke 2 adalah yang berebut wapres dalam rangka 2014. Ada sebuah proyeksi yuang mengatakan bahwa bila dalam 5 tahun SBY tidak memilih putra mahkota yang jelas, maka Demokrat dipastikan akan merosot bahkan hilang dari peredaran pada tahun 2014 nanti. Kasus Malaysia adalah pelajaran yang baik. Nah beliau2 tersebut mencoba merebut posisi ini. Partai yang saya nilai mempunyai strategi cukup baik adalah PKS. Dia memang tidak mengejar presiden. Tapi dengan posisi sekarang dia sedikit agak berbelok arah. Dia mengarahkan HNW menjadi wapres. Kalau ini yang diambil SBY, costnya sangat mahal. Saya masih cenderung menduga itu tdk akan diambil. 4. no comment Tolong perhatikan perkembangan terakhir di media saya kira arah itu semakin jelas. Namun dari peta bapak, benarkah perkiraan saya akan ada planner yang masuk kabinet dan dari partai itu? Pertanyaan saya, planner siapa ???? dan dari partai itu yang mana? Dengan segala hormat saya harus mengatakan bahwa perkembangan planner kita masih belum terlalu menggembirakan. Kita selalu hanya menjadi marginal player. Termasuk pelengkap penderita pada kasus2 seperti Situ Gintung. Salam bambang sp

