Irama jalan hidup pak Nuzul boleh jadi sementara ini adalah… “Habis Terang
Terbitlah Gelap” (RA Kartini.. dibalik pleset oleh mas Dwi Agus)…… maksudnya
“Habis di Salemba yg Padat dan Ramai Lalu Pindah ke TgPinang yg Rada Sunyi”…..
Maka itu namanya beliau memilih “Jalan Sunyi” (Emha Ainun Najib)…….
Akhirnya kutempuh jalan yang sunyi
Mendengarkan lagu bisu sendiri di lubuk hati
Puisi yang kusembunyikan dari kata - kata
Cinta yang tak kan kutemukan bentuknya
Apabila kau dengar tangis di saat lengang
Kalau bulan senyap dan langit meremang
Sesekali temuilah detak - detik pelaminan ruh sepi hidupku
Agar terjadi saat saling mengusap peluh dendam rindu……….
Mungkin nanti disana dikala sepi pak Nuzul akan sering berpuisi “Nyanyi Sunyi”
(Amir hamzah)………..
Sunyi itu duka
Sunyi itu kudus
Sunyi itu lupa
Sunyi itu lampus
Tapi tentu pak Nuzul tak ‘kan mau terus2an ber’sunyi2’ disana….. dan ‘tuk
pelipur hati yg sunyi bisa mendendangkan lagu2 Melayu Deli (kesukaan saya jg)
seperti Seroja, Fatwa Pujangga, Semalam di Malaysia, atau “Laksamana Raja
Dilaut” (Iyeth Bustami)…….
...........
Laksamanaaa rajaaaa dilaaauuuuut
Bersemayam dibukit batuuu… la la la la la
Hati siapaa tak terpauuut
Mendengar lagu zapin melayuuu
Dan kalau sudah sekian lama, lihatlah n kita tunggu…….boleh jadi pak Nuzul akan
“Kembali Ke Jakarta” (Koes Plus)………..
Di sanaa rumahkuuuu, Dalam kaaabut biruuu
Hatiku sedih Di hari mingguuu
Di sana kasihkuuu, Berdiri menungguuu
Di batas waktu Yang telah tertentuuu
Reff.
Ke jakartaaa aku kan kembaliiii.... hihi...
Walaupun apa yang kan terjadiiii
Salam,
Re: [referensi] [NTT+NTB] Habis Terang terbitlah Gelap - Jalan Sunyi
Thursday, April 23, 2009 5:42 AM
From: "Nuzul Achjar" <ach...@..........>
To: [email protected]
Rekan-rekan dan sahabat Referensiers yang Budiman,
Karena diskusinya banyak menyinggung soal ketimpangan infrastruktur Jawa dan
Luar Jawa, ditambah lagi "sindiran" rekan Andri tentang timpangnya SDM,
izinkanlah saya memberi informasi bahwa saya akhirnya mengambil "jalan sunyi',
yaitu bertugas daerah yang supply listriknya masih parah seperti halnya di NTT
dan NTB, tepatnya di Tanjung Pinang, Propinsi Kepulauan Riau, daerah kelahiran
saya.
Sejak 30 Maret 2009 lalu, saya mendapat amanah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Maritim Raja Ali Haji, universitas baru di Tanjung Pinang.
Universitas ini adalah "regional flight carrier" Kepulauan Riau. Katanya sih
setiap provinsi sebaiknya mempunyai universitas negeri. Kalau proses penegrian
oleh Dikti selesai, belum tau apakah akan balik ke Salemba dan Depok.
Pola Ilmiah Pokok universitas ini adalah maririm, sehingga fakultas ekonomi
akan banyak riset di bidang maritime economics, port management, maritime
infrastructure, international dan interregional trade, Free Trade
Zone, pengembangan regional daerah kepulauan, dll.
Teman-teman referensiers, please do not hesitate contact me jika kebetulan
mampir di Tanjung Pinang. Syukur syukur untuk kerjasama riset.
Mohon doa teman teman dan sahabat. Mohon maaf juga jika ada salah kata yang
mungkin melukai perasaan sahabat semua.
Wassalam,
Nuzul Achjar