Jadi teringat pada era 1980-an, saya masih bergabung dengan paguyuban penyair Kota Medan. Ada dua puisi dari penyair senior yang masih saya ingat :
Zainuddin Tamir Koto (Zatako) : ... percayalah pada diam setelah kata-kata menjadi batu ... N.A. Hadian : ... diamlah dalam diammu arif dan bijaksana ... --- In [email protected], hengky abiyoso <watashi...@...> wrote: > > Irama jalan hidup pak Nuzul boleh jadi sementara ini adalah⦠âHabis Terang Terbitlah Gelapâ (RA Kartini.. dibalik pleset oleh mas Dwi Agus)â¦â¦ maksudnya âHabis di Salemba yg Padat dan Ramai Lalu Pindah ke TgPinang yg Rada Sunyiââ¦.. > Maka itu namanya  beliau memilih âJalan Sunyiâ (Emha Ainun Najib)â¦â¦. >  Akhirnya kutempuh jalan yang sunyi >  Mendengarkan lagu bisu sendiri di lubuk hati >  Puisi yang kusembunyikan dari kata - kata >  Cinta yang tak kan kutemukan bentuknya >  Apabila kau dengar tangis di saat lengang >  Kalau bulan senyap dan langit meremang >  Sesekali temuilah detak - detik pelaminan ruh sepi hidupku >  Agar terjadi saat saling mengusap peluh dendam rinduâ¦â¦â¦. > > > Mungkin nanti disana dikala sepi pak Nuzul akan sering berpuisi âNyanyi Sunyiâ (Amir hamzah)â¦â¦â¦.. > > Sunyi itu duka > Sunyi itu kudus > Sunyi itu lupa > Sunyi itu lampus > > Tapi tentu pak Nuzul tak âkan mau terus2an berâsunyi2â disanaâ¦.. dan âtuk pelipur hati yg sunyi bisa mendendangkan lagu2 Melayu Deli (kesukaan saya jg) seperti Seroja, Fatwa Pujangga, Semalam di Malaysia, atau âLaksamana Raja Dilautâ (Iyeth Bustami)â¦â¦. > > ........... > Laksamanaaa rajaaaa dilaaauuuuut > Bersemayam dibukit batuuu⦠la la la la la > Hati siapaa tak terpauuut > Mendengar lagu zapin melayuuu > > Dan kalau sudah sekian lama, lihatlah n kita tungguâ¦â¦.boleh jadi pak Nuzul akan âKembali Ke Jakartaâ (Koes Plus)â¦â¦â¦.. > > Di sanaa rumahkuuuu, Dalam kaaabut biruuu > Hatiku sedih Di hari mingguuu > Di sana kasihkuuu, Berdiri menungguuu > Di batas waktu Yang telah tertentuuu > > Reff. > Ke jakartaaa aku kan kembaliiii.... hihi... > Walaupun apa yang kan terjadiiii > >  > Salam, >  >  > > Re: [referensi] [NTT+NTB] Habis Terang terbitlah Gelap - Jalan Sunyi > Thursday, April 23, 2009 5:42 AM > From: "Nuzul Achjar" achjar@ > To: [email protected] > > Rekan-rekan dan sahabat Referensiers yang Budiman, > > Karena diskusinya banyak menyinggung soal ketimpangan infrastruktur Jawa dan Luar Jawa, ditambah lagi "sindiran" rekan Andri tentang timpangnya SDM, izinkanlah saya memberi informasi bahwa saya akhirnya mengambil "jalan sunyi', yaitu bertugas daerah yang supply listriknya masih parah seperti halnya di NTT dan NTB, tepatnya di Tanjung Pinang, Propinsi Kepulauan Riau, daerah kelahiran saya. > > Sejak 30 Maret 2009 lalu, saya mendapat amanah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, universitas baru di Tanjung Pinang. Universitas ini adalah "regional flight carrier" Kepulauan Riau. Katanya sih setiap provinsi sebaiknya mempunyai universitas negeri. Kalau proses penegrian oleh Dikti selesai, belum tau apakah akan balik ke Salemba dan Depok. > > Pola Ilmiah Pokok universitas ini adalah maririm, sehingga fakultas ekonomi akan banyak riset di bidang maritime economics, port management, maritime infrastructure, international dan interregional trade, Free Trade Zone, pengembangan regional daerah kepulauan, dll. > > Teman-teman referensiers, please do not hesitate contact me jika kebetulan mampir di Tanjung Pinang. Syukur syukur untuk kerjasama riset. > > Mohon doa teman teman dan sahabat. Mohon maaf juga jika ada salah kata yang mungkin melukai perasaan sahabat semua. > > Wassalam, > > Nuzul Achjar >

