Selamat berjuang, Pak Nuzul,.. 

 

Kalau saya ada kesempatan menginjak tanah Riau atau tanjung pinang, mungkin
saya coba cari bapak, barangkali ada kamar tidur tamu di rumah dinasnya,.
ehehehhehee..  

Jangan lupa sering-sering main2 si komunitas referensi,. kalau
jarang-jarangnongol, nanti dikangenin Pak EkaDj, tuh,. hehhehehe 

 

Regards,

 dwiagus 

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [email protected] 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Nuzul Achjar
Sent: 24 April 2009 14:09
To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Jalan Sunyi

 






Rekan-rekan dan sahabat Referensiers Ysh,

 

Terimakasih atas dukungan semua rekan-rekan dan sahabat, semoga jadi awal
yang baik dalam networking.  Pak Abdul Salam, saya harus belajar banyak
kepada Bapak tentang dunia maritim.

Untuk rekan BTS, pengertian penegerian di sini adalah penyerahan pengurusan
pendidikan tinggi kepada Pemerintah (Dikti) sebagai langkah awal menuju
status Badan Hukum Pendidikan Pemerintah (BHPP). Perlu tahapan untuk sampai
pada status BHPP, mulai dari Kepmen dulu (izin operasional), kemudian Kepres
(persetujuan pelimpahan dari pendiri - dalam hal ini Pemprov Kepri kepada
Diknas, barulah PP untuk menjadikannya sebagai BHPP.Jadi perlu transisi
panjang untuk sampai ke BHPP.

Kenapa tidak jadi Badan Pendidikan Pemerintah Daerah (BHPPD) saja? Ini
strategi "double strike". Kalau statusnya BHPPD, dana utama adalah dari
APBD, sementara kalau BHPP, dana utama dari APBN (yang lumayan banyak untuk
pendidikan), ditambah lagi dengan komitmen APBD dari anggota legislatif
daerah. 

Dalam UU BHP tercantum syarat bahwa BHPPD untuk pendidikan tinggi hanya yang
bersifat khusus (eg. semacam sekolah kedinasan seperti APDN, mungkin begitu
maksudnya). Alasan lain mungkin status BHPP perlu acuan standar mutu yang
ditetapkan Dikti di seluruh Indonesia.

Katanya sih Kepres tentang penegerian UMRAH akan keluar bersamaan dengan
universitas baru yang ada di berbagai daerah seperti Universitas Borneo
(Tarakan), Universitas Merauke (Papua), Universitas Bangka Belitung, dan
Universitas Siliwangi. Wallahualam.

Pak Imam dan rekan BTS, kangen juga diskusi bersama kayak di PU dulu. Pak
Risfan, tampaknya Anda sangat diperlukan untuk konsep dan implementasi Local
Economic Development. Tingkat enterpreneurship di tanah Melayu masih harus
ditingkatkan dan dibina. Kalau saja ada enterpreneur furniture dari Jawa mau
investasi di FTZ BBK, prospeknya sangat besar. Hanya memang infrastruktur
masih jauh dari memadai.

Pak Aby, jangan kapok ya kalau ngomong hirarki lagi he he he... Cak Andri, I
will visit you sometime in Medan kalau saya diajak untuk rapat koordinasi
Regional Development se Sumatera di Medan.

Salam hangat untuk semuanya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Wassalam,

Nuzul Achjar

 

 

 

 

 

 

 


 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=3920924/grpspId=1705043695/msgId
=8211/stime=1240543104/nc1=1/nc2=2/nc3=3> 

 



Kirim email ke