Milister ysh,
Kalau membaca posting dgn kalimat2 seperti sbb :
“….Tapi apakah benar bahwa PKN pangkatnya lebih tinggi daripada PKW, dan PKW
lebih tinggi daripada PKL? ….”… atau :
“…Teori Kepangkatan (hirarkhi) ini bisa benar kalau diikuti dengan sistem
pemerintahan yang memang mengalokasikan order pemerintahan dari PKN, PKW, dan
PKL dan sebagainya itu melalui kebijakan fiskal , regulasi, dan moneter…”
(seolah bahwa diluar “alam/ dunia pemerintahan” yg hanya 4 juta orang “dgn
fiskal, regulasi serta moneter” itu tak ada lagi “alam kehidupan lain berupa
rakyat 230-an juta jiwa dgn tradisi hirarkhi”)…….atau :
“Tidak ada lagi pemimpin, yang ada hanya memimpin (karena fungsi). Emangnya apa
mau kota Tasik dipimpin sama kota Bandung?.....”
Atau ketika saya dulu mengutarakan tentang strategi pengembangan pusat layan
desa (ruko desa) lalu ada yg komentari itu sebagai “romantisme pembangunan
desa”….. atau kini ketika saya kemukakan ttg perlunya pengembangan hirarkhi
ruang/ Kota…. lalu tak lama kemudian ada yg sebut ttg “romantika teori
lokasi”…………
Saya pikir2 sepertinya sekolah (teknik) perencanaan wilayah dan kota khususnya
utk program S1nya perlu juga dibagi menjadi 2 jurusan… pertama… jurusan Teknik
PWK…. dan kedua… jurusan Non Teknik/Pokrul PWK……..
Bagi yg masih senang berpikir, bicara dan diskusi bersifat ‘menggali
teknologi’ ttg teknik/ teknologi/ rekayasa enjinering ttg perencanaan ruang….
Kiranya mereka bisa masuk kejurusan yg pertama…… dan bagi yg nggak senang/
nggak mampu mikirin/ diskusi/ menggali tentang teknik perencanaan ruang dgn
berbagai variabelnya… dan lebih senang bicara ttg kelat-kelit/ silat lidah
tentang ‘ini nggak perlu itu nggak perlu’ dan membuat interpretasi2 yg bak
pengacara atau politikus tapi masih senang juga menjadi ‘the few dan the
proud’ dan masih pengin dipanggil planolog…. kiranya akan sangat cocok untuk
masuk kejurusan kedua tsb…….
Bagi rakyat dan bagi lintas disiplin ilmiah lain nantinya juga biar mudah
mengenali……. Apakah seorang Planolog Indonesia itu dari urusan ‘teknik’nya atau
dari jurusan ‘pokrul’nya……..
Salam,