Ha... ha... ha... Daripada terus nyalah-nyalahin orang yang bukan menjadi penyebabnya, Bikin aja PRRI jilid kedua.... kalau berani.... Kalau nggak berani, ya fokus aja sama domain dan profesi masing-masing.... Kalau kita fokus pada profesi dan domain masing-masing, insya Allah kita akan lebih bermakna.... dan lama kelamaan kita akan lebih mampu untuk berkontribusi secara lebih besar lagi... Itu lebih positif daripada terus menggerutu dan menyalahkan orang atau pihak lain yang bukan menjadi penyebab dari adanya ketidak-equal-an dunia ini..... Salam, Fadjar
--- On Fri, 4/24/09, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote: From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]> Subject: Re: [referensi] [OOT] Perubahan Nama Jurusan Planologi? To: "Referensi" <[email protected]> Date: Friday, April 24, 2009, 10:01 PM Sebenarnya bukan menyalahkan PLN (PLaNologi), lho Pak Catur. Tapi memang lagi kesel, kenapa PRRI tidak "berbuat sesuatu" terhadap kesenjangan wilayah ini... Salam, Andri Sent from my BlackBerry® Bold smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! From: elkana.catur@ gmail.com Date: Fri, 24 Apr 2009 14:51:02 +0000 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [referensi] [OOT] Perubahan Nama Jurusan Planologi? Pa andri jangan desperate gitu dunk sampe nyalah2in jurusan orang... Saya pikir wacana seperti itu sudah kurang laku dijual sekarang... Mungkin complain bisa disalurkan ke PLN kali ya...kenapa pembangkit gak pernah beres.. Yang dibeli ternyata barag bekas.. Atau mungkin karena mas andri kenal dgn pejabat PLN yg anak planologi... . Jadi dendam Elkana Catur H. Sent from caturberry® nya XL From: "Mohammad Andri Budiman" Date: Fri, 24 Apr 2009 13:53:01 +0000 To: Referensi<refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] [OOT] Perubahan Nama Jurusan Planologi? SP: saya cuma mengarisbawahi bahwa semua lampu di sumatera setidaknya di jambi dapat giliran mati ga peduli dia itu pedagang pkl atau bahkan rumahnya kepala cabang pln di jambi. MAB: Even worse.. all dark.. doom and gloom.. Tapi coba bayangkan, Rekan-rekan yang bijak, betapa ributnya pemberitaan di berbagai media -- terutama TV -- di seantero Nusantara apabila *daerah di radius seratus kilometer dari Monas itu* yang mati lampu -- barang sehari saja. Maaf, sudahlah, sekali lagi saya mohon maaf. Saya sudah bisa menerima kondisi status quo non-reformis nan statis ini. Perencanaan Wilayah di Indonesia memang sudah sangat baik dan tidak bisa diganggu-gugat lagi. Pintu ijtihad perencanaan wilayah sudah tertutup bagi orang awam non-planolog. Orang-orang yang menjadi stakeholders akar-rumput non-menara-gading seperti saya. Namun, Rekan-rekan yang mulia, masih bolehkah saya usul, apakah mungkin nama jurusan PLANOLOGI bisa diganti dengan PLAN? NO LAGI... ? Salam, Andri Sent from my BlackBerry® Bold smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! From: Soni Pratomo Date: Fri, 24 Apr 2009 06:25:00 -0700 (PDT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [referensi] Selamat, Mas Fadjar Undip dan 'Nurul', Mungkin Anda Sudah Tiba di Daerah Kami.. saya cuma mengarisbawahi bahwa semua lampu di sumatera setidaknya di jambi dapat giliran mati ga peduli dia itu pedagang pkl atau bahkan rumahnya kepala cabang pln di jambi...... --- On Thu, 4/23/09, Mohammad Andri Budiman <mand...@gmail. com> wrote: From: Mohammad Andri Budiman <mand...@gmail. com> Subject: [referensi] Selamat, Mas Fadjar Undip dan 'Nurul', Mungkin Anda Sudah Tiba di Daerah Kami.. To: "Referensi" <refere...@yahoogrou ps.com> Date: Thursday, April 23, 2009, 9:20 AM Udah jelas nama beliau Nuzul, Mas Fadjar Undip kok teringat Nurul. Masih demam AAC ya? :) Atau mungkin Panjenengan sedang berkesempatan 'meninjau' daratan Sumatera yang sedang giliran mati lampu -- kecuali di dekat kediaman orang-orang terhormat public servant yang tentu saja harus tetap diprioritaskan untuk tetap hidup (lampunya). Ya mirip-miriplah seperti seonggok 'tanah harapan' ciptaan Tuhan yang teramat sangat penting always-priority di radius 100 km dari Monas itu. Salam, Andri Sent from my BlackBerry® Bold smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! From: Date: Thu, 23 Apr 2009 07:10:39 -0700 (PDT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] Pengembangan Kepulauan dan Aktivitas Maritim di Kepulauan Riau Wah Bravo Pak Nurul, Selamat bertugas di tempat barunya... Saya juga pernah memimpikan bagaimana Propinsi Riau Kepulauan bisa meningkatkan kompetensi dalam bidang maritim services dengan memanfaatkan aktivitas transportasi laut di wilayah tsb... Dulu, beberapa tahun yg lalu, bersama Pak Sugiono Soetomo dan beberapa kolega lain di PWK Undip pernah juga berupaya untuk melakukan penguatan regionalisasi Kepulauan Riau dengan Tanjung Pinang dan Batam sebagai ujung tombak pusat aktivitasnya. Tapi belum berhasil dan belakangan kendor karena dukungan yg kemudian melemah... Dengan berstatus orang lokal, semoga Pak Nurul bisa melanjutkan upaya regionalisasi dan peningkatan kerjasama antar daerah di Kepulauan Riau supaya tiap daerah tidak saling bersaing sendiri memperebutkan singgle main market aktivitas Singapura. Saya punya teman di Batam, Pak Syamsul Bahrum. Beliau dulu PhD di UQ Australia yg melakukan penelitian tentang kerjasama internasional antara Indonesia-Singapura -Malaysia di wilayah Kepulauan Riau dan Semenanjung Malaysia. Siapa tahu Pak Nurul sudah kenal dg Beliau... Salam, Fadjar PWK-Undip --- On Thu, 4/23/09, Nuzul Achjar <ach...@gmail. com> wrote: From: Nuzul Achjar <ach...@gmail. com> Subject: Re: [referensi] [NTT+NTB] Habis Terang terbitlah Gelap - Jalan Sunyi To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Thursday, April 23, 2009, 7:42 PM Rekan-rekan dan sahabat Referensiers yang Budiman, Karena diskusinya banyak menyinggung soal ketimpangan infrastruktur Jawa dan Luar Jawa, ditambah lagi "sindiran" rekan Andri tentang timpangnya SDM, izinkanlah saya memberi informasi bahwa saya akhirnya mengambil "jalan sunyi', yaitu bertugas daerah yang supply listriknya masih parah seperti halnya di NTT dan NTB, tepatnya di Tanjung Pinang, Propinsi Kepulauan Riau, daerah kelahiran saya. Sejak 30 Maret 2009 lalu, saya mendapat amanah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, universitas baru di Tanjung Pinang. Universitas ini adalah "regional flight carrier" Kepulauan Riau. Katanya sih setiap provinsi sebaiknya mempunyai universitas negeri. Kalau proses penegrian oleh Dikti selesai, belum tau apakah akan balik ke Salemba dan Depok. Pola Ilmiah Pokok universitas ini adalah maririm, sehingga fakultas ekonomi akan banyak riset di bidang maritime economics, port management, maritime infrastructure, international dan interregional trade, Free Trade Zone, pengembangan regional daerah kepulauan, dll. Teman-teman referensiers, please do not hesitate contact me jika kebetulan mampir di Tanjung Pinang. Syukur syukur untuk kerjasama riset. Mohon doa teman teman dan sahabat. Mohon maaf juga jika ada salah kata yang mungkin melukai perasaan sahabat semua. Wassalam, Nuzul Achjar

