Investasi Galangan Kapal Rp 200 Miliar di Musi Kabar baik datang dari industri galangan kapal nasional. Krisis ternyata tak membuat rencana investasi disektor usaha ini terhenti. Buktinya PT Mariana Bahagia bakal menanamkan investasi membangun galangan kapal senilai 200 miliar rp. Perusahaan nasional ini merealisasikan investasinya tahun depan. Kapasitas galangan kapal tsb 60,000 ton bobot mati, berlokasi disungai Musi, Sumatera Selatan. Selain galangan kapal, Mariana juga berencana membangun sarana renovasi kapal (grafing dock). Dirjen Industri Alat Transport dan Telematika Depperin Budi Dharmadi menjelaskan saat ini Mariana tengah menyelesaikan proses perizinan pembangunan galangan kapal itu ke Deperin dan BKPM. Pada tahun ini perusahaan galangan kapal nasional banyak memperoleh limpahan pesanan dari Korea Selatan dan China. Kedua negara tsb tak sanggup lagi memenuhi pesanan pembuatan dan reparasi kapal dari seluruh penjuru dunia. Perkembangan dikedua negara itu memicu investasi di industri galangan kapal nasional kita,” kata Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Harsusanto. Ditambahkan, investor memilih membangun di Indonesia karena masih kompetitif dibanding bertahan di Korsel dan China. Dari total 108 anggota Iperindo. Sebanyak 80 bergerak pada industri pembuatan kapal, 4 perusahaan sarana lepas pantai, 16 industri penunjang industri galangan kapal dan sisanya adalah perusahaan lain. “Hingga kini pesanan proyek pada industri galangan kapal lokal cukup stabil,” kata Harsusanto. (Nurmayanti/ Kontan).

