Ya.. kalau secara ekonomi, ini sudah sesuai dengan konstitusi kita (UUD 1945, amandemen kelima), pasal 33, ayat (1) yang berbunyi : PEREKONOMIAN DISUSUN SEBAGAI USAHA BERSAMA BERDASAR ATAS ASAS KEKELUARGAAN"..
Jadi kekayaan negara asasnya dibagikan kepada sanak keluarga dulu... baru orang lain. He..he.. selamat bermalam minggu juga. Thanks. CU. BTS. --- On Sat, 5/2/09, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote: > From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]> > Subject: [referensi] Tinjauan Satiris Kaderisasi Kita > To: > Date: Saturday, May 2, 2009, 12:54 PM > Tanya: > Mungkinkah Republik ini tidak pernah bisa memiliki cara > yang tepat untuk memilih pemimpin? > > Jawab: > Cara yang tepat itu sudah dirumuskan dan bahkan sudah > diimplementasikan tanpa (harus) kita sadari sebagai > grass-root yang (hanya) lulusan perguruan tinggi. > > Saya tidak pandai menerangkannya cuma metode ini mirip > dengan *ancestor-descendant Presidentship* seperti pasangan > Presiden Bapak-Anak di USA: John Adams-John Quincy > Adams dan George Bush-George W. Bush, Jr. Atau keluarga > Gandhi (*bukan* Mahatma) di India dan Bhutto di Pakistan. > Kemudian Lee Kwan Yew dan Lee Hsien Loong di Singapura. > > Coba lihat sekarang pasangan "kader" kita: > Megawati & Puan Maharani, SBY-Eddie Baskoro, Amien > Rais-Ahmad Hanafi Rais, dan lain-lain. Ortu dan anak > sama-sama di partai yang (paling tidak bermindset) sama. > > Ini tentu sah-sah saja (menurut mereka). Alasan bisa saja > karena mereka ("the descendants") punya "kemampuan" dan > punya "pendidikan yang lebih dari memadai di Luar Negeri" > (please note the "quotes") sampai (hanya) mewarisi > "kharisma" atau "wangsit memerintah" dari nenek moyang > masing-masing. > > Tentu saja, faktor *kedekatan*, *fasilitas* serta *akses* > terhadap anything tak terkecuali informasi A1 yang > sebetulnya amat kentara bagi orang yang berakal sehat tidak > boleh disebut-sebut dengan terang-terangan ke muka publik > karena .. ehm .. Anda bisa dituduh mencemarkan *nama baik* > keluarga mereka yang hebat. > > Jadi, secara de jure, *kita* adalah *Republik*. > Namun, secara de facto, *mereka* adalah *Kerajaan* > > Selamat malam minggu semuanya. > > Salam, > Andri > Sent from my BlackBerry® Bold smartphone from Sinyal > Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! > > ------------------------------------ > > Komunitas Referensi > http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups > Links > > > mailto:[email protected] > > >

