He-he-he.. Mas Andri, ya masih selamat 100% karena uang virtual itu jumlahnya tercatat di Google, di Bank Dunia, di lembaga-lembaga statistik keuangan dunia. Oleh karena uang virtual itu menjadi "trust" bersama, maka yang hancur hanya fisiknya saja, nilai intrinsic-nya khan tidak. Thanks. CU. BTS.
--- On Sat, 5/9/09, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote: From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Bank di Jakarta Tampung 48% Dana Masyarakat Indonesia To: "Referensi" <[email protected]> Date: Saturday, May 9, 2009, 2:06 PM Pak BTS ysh, Ini misal saja, dengan mengambil asumsi Murphy's Law atau "When worst comes to worst". Kalau tiba-tiba Israel out-of-nowhere menjatuhkan bom nuklir sebesar 10.000 kali berat Mbak Megakarti tepat di atas Monas dan 'melenyapkan' semua benda mati (benda hidup selamat berkat saran Mama Laurent, Ki Joko Bodo dan Mbah Maridjan:) di radius 100 km dari tugu tersebut, apakah kira-kira 'uang virtual' yang sudah online tersebut (sehingga tidak bisa hancur karena bersistem e-banking) ikut selamat? Atau malah tiba-tiba uang tersebut berubah menjadi 'uang real' yang dapat hancur sehingga tidak akan pernah bisa diselamatkan sehingga 32 provinsi yang lain tidak mendapat 'warisan' apapun dari almarhum Qarun, eh, maksudnya 'almarhum DKI Jakarta'? Salam, Andri Sent from my BlackBerry® Bold smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! From: Bambang Tata Samiadji Date: Sat, 9 May 2009 06:53:16 -0700 (PDT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [referensi] Bank di Jakarta Tampung 48% Dana Masyarakat Indonesia Dear all. Uang-uang yang tercatat di bank-bank daerah tersebut on-line dengan kantor pusatnya di Jakarta. Dengan demikian soft-cash dana masyarakat itu boleh jadi 90% lebih ada di jakarta. Kalau daerah tidak bisa memanfaatkan untuk investasi di daerah, maka dana-dana itu (dalam soft-cash)bisa dimanfaatkan/ ditransaksikan di Metro Jakarta. Thanks. CU. BTS. --- On Sat, 5/9/09, elkana.catur@ gmail.com <elkana.catur@ gmail.com> wrote: > From: elkana.catur@ gmail.com <elkana.catur@ gmail.com> > Subject: [referensi] Bank di Jakarta Tampung 48% Dana Masyarakat Indonesia > To: "Milis plano" <plano_2...@yahoogro ups.com>, "Milis pns O8" > <pnsdeppu2007@ yahoogroups. com>, refere...@yahoogrou ps.com > Date: Saturday, May 9, 2009, 12:44 PM > > Sabtu, 09/05/2009 16:55 WIB Bank di Jakarta Tampung 48% > Dana Masyarakat Indonesia > Irna Gustia : detikFinance > detikcom - Jakarta, DKI Jakarta masih menjadi daerah > pilihan masyarakat dalam menyimpan dananya di bank. Sebesar > 48% dana masyarakat yang masuk ke bank menumpuk di ibukota > negara.Data simpanan masyarakat per Februari 2009 mencapai > Rp 1.709,9 triliun. > > Dana pihak ketiga itu seperti dikutip dari BI, Sabtu > (9/5/2009) menyebar di 33 provinsi dari Nanggroe Aceh > Darussalam hingga Papua Barat. Provinsi Nusa Tenggara Timur > yang kerap disebut provinsi termiskin ternyata tidak berada > di posisi buncit. Justru yang ada di posisi bawah adalah > provinsi baru Sulawesi Barat. > > Tiga provinsi mencatat dana masyarakat yang sangat mencolok > ketimbang 30 provinsi lainnya yang jumlahnya di atas Rp 100 > triliun. Ketiganya adalah: > 1. DKI Jakarta sebesar Rp 816,096 triliun > 2. Jawa Timur sebesar Rp 177,187 triliun > 3. Jawa Barat sebesar Rp 143,251 triliun. > > Sementara itu provinsi yang mencatat DPK di atas Rp > 50 triliun adalah: > 1. Sumatra Utara sebesar Rp 87,035 triliun 2. Jawa Tengah > sebesar Rp 86,484 triliun 1 > > . Provinsi yang mencatat DPK di atas Rp 10 triliun adalah: > 2. Kalimantan Timur sebesar Rp 39,837 triliun 3. Banten > sebesar Rp 36,213 triliun 4. Riau sebesar Rp 31,231 triliun > 5. Bali sebesar Rp 29,930 triliun 6. Sumatra Selatan sebesar > Rp 29,159 triliun 7. Sulawesi Selatan sebesar Rp 27,755 > triliun 8. DI Yogyakarta sebesar Rp 17,967 triliun 9. > Kalimantan Barat sebesar Rp 17,488 triliun 10. Kepulauan > Riau sebesar Rp 16,496 triliun 11. Nanggroe Aceh Darussalam > sebesar Rp 16,371 triliun 12. Kalimantan Selatan sebesar Rp > 16,204 triliun 13. Sumatra Barat sebesar Rp > 15,798 triliun 14. Lampung sebesar Rp 14,895 triliun 15. > Papua sebesar Rp 13,580 triliun 16. Jambi sebesar Rp 10,062 > triliun Provinsi yang memiliki DPK di bawah Rp 10 > triliun adalah:1. Sulawesi Utara sebesar Rp 8,804 triliun 2. > Nusa Tenggara Timur sebesar Rp 7,819 triliun 3. Kalimantan > Tengah sebesar Rp 7,3 triliun 4. Bangka Belitung > sebesar Rp 7,270 triliun 5. Nusa Tenggara Barat sebesar Rp > 6,498 triliun 6. Sulawesi Tengah sebesar Rp 5,280 triliun 7. > Papua Barat sebesar Rp 4,707 triliun 8. Bengkulu sebesar Rp > 4,046 triliun 9. Sulawesi Tenggara sebesar Rp 4,712 triliun > 10. Maluku Utara sebesar Rp 2,602 triliun 11. Gorontalo > sebesar Rp 1,863 triliun 12. Sulawesi Barat sebesar Rp 1,322 > triliun > Elkana Catur H. > > Sent from caturberry® nya XL > > ------------ --------- --------- ------ > > Komunitas Referensi > http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ Yahoo! Groups > Links > > > mailto:referensi-fullfeatu r...@yahoogroups. com > > >

