Berikut adalah tulisan saya tertanggal 21 April 2009 menanggapi sebuah
berita yang memaparkan adanya "oknum Abu Jahal" di Puncak -- yang
sekali lagi membuktikan bahwa Arab tidak identik dengan Islam and vice
versa -- yang erat kaitannya dengan ketiga poin pemikiran Bapak
Rachmad di tulisan pertama.

--begins--
Assalamu'alaikum wr wb,

Artikel dari Hidayatullah.com yang barangkali bermanfaat untuk kita renungkan.

Bagi saya pribadi, tercatat setidaknya ada tiga bahan kontemplasi.


--1st contemplation--
Ada kecenderungan sbb.:

Yang berhidung pesek prefer yang berhidung mancung.

Yang berhidung mancung prefer yang berhidung pesek.

Yang berkulit putih suka yang eksotis -- walau terkadang kala si eksotis di
kalangannya sendiri tidak termasuk rupawan.

Yang eksotis suka yang berkulit putih -- walaupun si putih di kaumnya tidak
termasuk jelitawan.

Kecenderungan-kecenderungan ini tentu saja tidak ada yang salah.

Petikan pertama QS Al Hujurat ayat 13:
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal mengenal."

Tak kenal maka ta'aruf.


--2nd contemplation--
Di kalangan lulusan Timur Tengah ada joke, "Jangan mati sebelum ke Lebanon."
Ternyata, ada suatu tempat di Lebanon yang menawarkan "nikah mut'ah" (please
note the "quotes") lengkap dengan tuan kadi, saksi dan wali.

Intinya: pernikahan boleh jadi sah secara syari'ah (*bila* benar nikah
mut'ah dibolehkan), namun secara akhlaq wallahu a'lam. (Catatan: Nikah
mut'ah ternyata tidak dibenarkan dalam syari'ah Ahlus Sunnah Wal
Jama'ah!)


--3rd contemplation--
Benarkah semakin "Arab" seseorang berarti semakin tahu aturan agama yang
rata-rata dibuat dalam bahasa Arab dan karena itu semakin baik pula akhlaqnya?

Fakta: orang Arab ada yang Abu Bakar dan ada pula yang Abu Jahal. Sama juga
halnya di tanah air ada keluarga pribumi yang baik-baik dan ada pula keluarga
pribumi yang korup dan nepotis -- tanpa membedakan suku.

Al Hadis:
"Tidak ada kelebihan (keistimewaan) bagi bangsa Arab atas bangsa Ajam (yang
bukan Arab) dan tiada pula bagi bangsa Ajam atas bangsa Arab dan tiada
pula bagi bangsa kulit putih atas bangsa kulit hitam dan tiada pula
bagi bangsa kulit
hitam atas bangsa kulit putih, kecuali dengan taqwa."

Petikan kedua QS Al Hujurat ayat 13:
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang
yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Akhirul kalam, kebenaran datang dari Allah swt, kesalahan murni dari saya yang
awam. Ana asif jiddan, mohon maaf lahir batin bila ada yang salah atau
berpotensi menyinggung. Silakan dikoreksi bila salah serta ditambahkan
bila kurang sempurna.

Dan jangan pula lupa dibaca artikelnya di bawah.

Wallahu ta'ala a'lam

Wassalamu'alaikum wr wb
Andri
--ends--

--begins--
Source:
http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=9132:media-arab-bahas-maraknya-nikah-mutah-di-indonesia&catid=1:nasional&Itemid=54

Media Arab Bahas Maraknya Nikah Mut’ah di Indonesia

Monday, 20 April 2009 09:42

Banyaknya pria Saudi yang menikahi wanita Indonesia dengan tujuan
dicerai alias untuk bersenang-senang, disinggung media-media Arab

Hidayatullah.com--Nikah berjangka (semacam mut`ah) pria Arab dengan
wanita-wanita Indonesia, dibahas beberapa media Arab Saudi baru-baru ini.
"Pernikahan semacam ini cenderung meningkat jika ulama gagal memberikan
keputusan yang jelas melarang mereka," kata Khaled Al-Arrak, Kepala Konsuler
pada Kedubes Arab Saudi di Jakarta, yang dikutip harian Arab News edisi Sabtu,
18 April hari ini.

"Beberapa orang Indonesia miskin menikahkan gadis mereka dengan orang
Arab Saudi dan berharap akan mengakhiri kemiskinan dan penderitaan
mereka. Jika Dewan Ulama Senior Islam Arab Saudi tidak melarang jenis
perkawinan ini, maka sesuatu di luar kontrol akan terjadi, " kata
Al-Arrak.

Banyak kantor di Indonesia yang memfasilitasi perkawinan semacam itu.
Menurut harian Al-Watan, perkawinan dilakukan di hadapan saksi dan
seorang wali.

Perempuan ini tidak tahu bahwa pernikahan mereka akan berakhir dalam
waktu beberapa hari dan mereka harus menanggung anak-anak dari orang
yang akan meninggalkan mereka. Tahun lalu, di Kedubes Saudi di Jakarta
menerima 82
anak-anak hasil perkawinan sesaat ini.

"Kami telah menerima pengaduan 18 wanita yang menjadi korban," kata
Al-Arrak. Kedubes Saudi mengatakan, kasus-kasus yang terdaftar di
Kedutaan hanya 20 persen.

Aysha Noor, 22, seorang wanita Indonesia asal Sukabumi (ditulis Arab News dengan
Sikka Bhumi), 160 km sebelah timur Jakarta, menikah muda dengan
laki-laki Saudi. Ketika itu ia berumur 16 tahun. Menurutnya,
perkawinan itu akan memberi manfaat bagi keluarga mereka dan
mengakhiri kemiskinan.

"Kita di Indonesia menganggap orang-orang dari Mekah dan Madinah
sebagai orang yang diberkati. Dia memberi saya mahar Rp. 6 juta
(sekitar 2.024 Riyal). Mahar itu membantu kita memecahkan beberapa
masalah ekonomi. Keluarga saya tidak tahu jika laki-laki Saudi itu
hanya ingin mengawini sementara. Setelah beberapa hari dia bayar kami
sisanya Rp 3 juta, kemudian ia meninggalkan kami,” katanya. Noor
kemudian menikah lagi dengan laki-laki Saudi, sebelum ia menjadi
penyanyi dan penari pada sebuah kelab malam.

Ada banyak perempuan Indonesia yang memiliki cerita serupa. Beberapa
dari mereka sulit mengurus anak-anak mereka dari suami warga Arab
Saudi.

(lanjutan berita bisa dilihat pada link di atas)
--cuts--


------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke