Tull betull... Gender dan kemiskinan tidak mutually exclusive.. bahkan saling berimpitan.. karena pembangunan manusia (human development), dimulai saat ibu hamil dan seterusnya mengasuh dan mendidik anak..
Menurut saya; Gender itu bukan goals.. bukan tujuan.. tapi perspektif.. jadi penanggulangan kemiskinan perlu ber-perspektif gender. Empiriknya.. ya seperti yg disampaikan pak Risfan.. bahwa kaum laki-2 sangat dominan dalam mengelola sumber-daya bagi keluarga.. salam, -K- 2009/5/23 Risfan M <[email protected]> > > > Bung Eko dan Rekans ysh., > > Setuju dengan Anda. Salah satu strategi pengentasan kemiskinan memang > melalui aspek gender. > Pada lapisan itu biasanya perempuan lebih rentan, sementara bicara > perempuan berarti anak-anak yang diasuhnya juga. Kemiskinan biasanya multi > dimensi, ekonomi, pendidikan, kesehatan. > > Sering program bantuan disabot bapaknya. Bantuan susu saja di DKI saat > krisis, oleh bapaknya dijual buat beli rokok. Sehingga dirubah jadi inkind > untuk gizi ibu dan anak. > Soal kredit mikro atau dana bergulir terbukti perempuan lebih gemi dan > amanah. > Sehingga dimanapun strategi pengentasan selalu melibatkan perempuan. > Tantangannya seperti dihadapi Grameen Bank, masih banyak perempuan yang > dihalangi dan ditiadakan haknya untuk berkomunikasi dengan orang di luar > rumah. Atau kalau disini belum dipercaya untuk memperoleh pinjaman dan > mengelola uang keluarganya. > > Jadi soal gender bukanlah soal kegenitan, buka-bukaan atau eksploitasi > perempuan. > > Salam, > R Munir > > > > > > > > ------------------------------ > From: Eko B K <[email protected]> > Sent: Saturday, May 23, 2009 3:14 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [referensi] Re: Berantas Kemiskinan Dulu Atau Kegenitan > Gender Dulu? > > > > > Pak Aby dan referensiers ysh., > Kalau jawabannya harus salah satu sih menurut saya jelas memberantas > kemiskinan dulu, karena masalah gender utamanya adalah menghapuskan > diksriminasi/ inequality yg menimpa salah satu jenis sex (wanita)...jadi > masalahnya lebih ke social justice...bisa saja kedua jenis sex tsb tidak > miskin (secara rata2)... saya ambil contoh di Prancis yg secara rata2 cukup > makmur sebagai negara maju, gender inequality masih ada, misalkan > penghasilan wanita di posisi profesional yg sama lebih rendah dari > pria...ini hal yg umum diketahui dan di media juga sering diulas bahwa > kesetaraan gender di negara2 utara: Belanda, Jerman, Skandinavia, tampaknya > lebih baik dari pada di negara2 Latin: Prancis, Italia, Spanyol...tapi > sekali lagi, secara umum mereka tidak miskin... > > Sementara, masalah kemiskinan itu bukan sekedar masalah social justice, > tapi juga menyangkut tingkat survivalitas seseorang/ kelompok > masyarakat...pd tingkat yg ekstrim ini menyangkut hidup dan mati...sehingga > bisa dikatakan nilai prioritas penanganannya lebih tinggi... dan yg terkena > dampaknya pun lebih luas, tidak hanya salah satu jenis sex tapi kedua2nya... > > TAPI, seringkali kedua masalah ini berkaitan: masalah gender dan > kemiskinan, masalah social justice dan kemiskinan... Grameen Bank misalnya > yg mencoba mengurangi kemiskinan dgn antara lain fokus memberikan pinjaman > pd wanita... atau pemberian BLT di beberapa negara Afrika yg diberikan utk > wanita karena ternyata wanita (dianggap) lebih bertanggungjawab dan mampu > mengelola uang tsb utk kepentingan keluarga, dibandingkan pria yg punya > kecenderungan membeli minuman keras dan berjudi... > > salam. > > > > --- On *Sat, 5/23/09, hengky abiyoso <[email protected]>* wrote: > > > From: hengky abiyoso <[email protected]> > Subject: [referensi] Re: Berantas Kemiskinan Dulu Atau Kegenitan Gender > Dulu? > To: [email protected] > Cc: [email protected] > Date: Saturday, May 23, 2009, 4:31 AM > > Membaca posting dari rekan Moh. Andri Budiman berikut dibawah, > membandingkan dgn diskusi berpanjang lebar tentang gender bbrp hari ini, > saya jadi teringat perbandingan antara para ulama dan para sufi…….. > > Seperti dikatakan oleh Yusuf al Qardawi : “……Para ulama saling berdebat > tentang siapa diantara mereka yang lebih hebat pengetahuannya tentang > agama…. sementara itu para sufi meninggalkan perdebatan dan dalam diam > mereka mencoba berbuat sebanyak banyak kebajikan”………… > > > > Melihat ironi kisah sedih dibawah ini, saya jadi bertanya-tanya…. manakah > yg sesungguhnya lebih mendesak…… mendahulukan penanggulangan kemiskinan > (yang didalamnya tercakup perjuangan gender) …. .. ataukah mendahulukan > bergenit2 dalam perjuangan gender sampai kedalam relung2nya yang > terdalam?... ..... justru karena sang pejuang tak dililit kemiskinan?. > ......... . > > > > Salam, > > > > [futurologi] Menakar Kesan Bahasa Arab, Inggris dan Latin (2) > > Friday, May 22, 2009 6:05 PM > > From: "Mohammad Andri Budiman" <mand...@gmail. com> > > To: kuyasi...@yahoogrou ps.com<http://mc/[email protected]> > > > > ,,,,,,,Berikut adalah tulisan saya tertanggal 21 April 2009 menanggapi > sebuah berita yang memaparkan adanya "oknum Abu Jahal" di Puncak -- yang > sekali lagi membuktikan bahwa Arab tidak identik dengan Islam and vice versa > -- yang erat kaitannya dengan ketiga poin pemikiran Bapak Rachmad di tulisan > pertama. > > --begins-- > Assalamu'alaikum wr wb, > > Artikel dari Hidayatullah. com <http://hidayatullah.com/> yang barangkali > bermanfaat untuk kita renungkan. > > > > *M**edia Arab Bahas Maraknya Nikah Mut’ah di Indonesia* > > Monday, 20 April 2009 09:42 > Banyaknya pria Saudi yang menikahi wanita Indonesia dengan tujuan > dicerai alias untuk bersenang-senang, disinggung media-media Arab > Hidayatullah. com--Nikah berjangka (semacam mut`ah) pria Arab dengan > wanita-wanita Indonesia, dibahas beberapa media Arab Saudi baru-baru ini. > "Pernikahan semacam ini cenderung meningkat jika ulama gagal memberikan > keputusan yang jelas melarang mereka," kata Khaled Al-Arrak, Kepala Konsuler > pada Kedubes Arab Saudi di Jakarta, yang dikutip harian Arab News edisi > Sabtu, 18 April hari ini. > "Beberapa orang Indonesia miskin menikahkan gadis mereka dengan orang Arab > Saudi dan berharap akan mengakhiri kemiskinan dan penderitaan mereka. Jika > Dewan Ulama Senior Islam Arab Saudi tidak melarang jenis perkawinan ini, > maka sesuatu di luar kontrol akan terjadi, " kata Al-Arrak. > Banyak kantor di Indonesia yang memfasilitasi perkawinan semacam itu. > Menurut harian Al-Watan, perkawinan dilakukan di hadapan saksi dan seorang > wali. Perempuan ini tidak tahu bahwa pernikahan mereka akan berakhir dalam > waktu beberapa hari dan mereka harus menanggung anak-anak dari orang yang > akan meninggalkan mereka. Tahun lalu, di Kedubes Saudi di Jakarta menerima > 82 anak-anak hasil perkawinan sesaat ini. "Kami telah menerima pengaduan 18 > wanita yang menjadi korban," kata Al-Arrak. Kedubes Saudi mengatakan, > kasus-kasus yang terdaftar di Kedutaan hanya 20 persen. > Aysha Noor, 22, seorang wanita Indonesia asal Sukabumi (ditulis Arab News > dengan Sikka Bhumi), 160 km sebelah timur Jakarta, menikah muda dengan > laki-laki Saudi. Ketika itu ia berumur 16 tahun. Menurutnya, perkawinan itu > akan memberi manfaat bagi keluarga mereka dan mengakhiri kemiskinan. > "Kita di Indonesia menganggap orang-orang dari Mekah dan Madinah > sebagai orang yang diberkati. Dia memberi saya mahar Rp. 6 juta > (sekitar 2.024 Riyal). Mahar itu membantu kita memecahkan beberapa > masalah ekonomi. Keluarga saya tidak tahu jika laki-laki Saudi itu > hanya ingin mengawini sementara. Setelah beberapa hari dia bayar kami > sisanya Rp 3 juta, kemudian ia meninggalkan kami,” katanya. Noor kemudian > menikah lagi dengan laki-laki Saudi, sebelum ia menjadi penyanyi dan penari > pada sebuah kelab malam. > Ada banyak perempuan Indonesia yang memiliki cerita serupa. Beberapa dari > mereka sulit mengurus anak-anak mereka dari suami warga Arab Saudi. > > > > > > Messages in this topic > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/8505;_ylc=X3oDMTM0MjlkcWlkBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzg1MDkEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMjQzMDY5NDgyBHRwY0lkAzg1MDU->( > 3) Reply (via web post) > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/post;_ylc=X3oDMTJwbTliZGZ1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzg1MDkEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMjQzMDY5NDgy?act=reply&messageNum=8509>| > Start > a new topic > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/post;_ylc=X3oDMTJldHM3OGtlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTI0MzA2OTQ4Mg--> > > Messages<http://groups.yahoo.com/group/referensi/messages;_ylc=X3oDMTJlMTFvN2hmBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA21zZ3MEc3RpbWUDMTI0MzA2OTQ4Mg-->| > Files<http://groups.yahoo.com/group/referensi/files;_ylc=X3oDMTJmYjk3cmJ0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2ZpbGVzBHN0aW1lAzEyNDMwNjk0ODI->| > Photos<http://groups.yahoo.com/group/referensi/photos;_ylc=X3oDMTJlNjBrdmhxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA3Bob3QEc3RpbWUDMTI0MzA2OTQ4Mg-->| > Links<http://groups.yahoo.com/group/referensi/links;_ylc=X3oDMTJmYjc2c3BjBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2xpbmtzBHN0aW1lAzEyNDMwNjk0ODI->| > Database<http://groups.yahoo.com/group/referensi/database;_ylc=X3oDMTJjOGU3cXF0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2RiBHN0aW1lAzEyNDMwNjk0ODI->| > Polls<http://groups.yahoo.com/group/referensi/polls;_ylc=X3oDMTJmYWN0azVuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA3BvbGxzBHN0aW1lAzEyNDMwNjk0ODI->| > Calendar<http://groups.yahoo.com/group/referensi/calendar;_ylc=X3oDMTJkZTFnOTk1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2NhbARzdGltZQMxMjQzMDY5NDgy> > Komunitas Referensi > http://groups.yahoo.com/group/referensi/ > [image: Yahoo! > Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkYWcyNHRwBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjQzMDY5NDgy> > Change settings via the > Web<http://groups.yahoo.com/group/referensi/join;_ylc=X3oDMTJmaml1bmpuBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA3N0bmdzBHN0aW1lAzEyNDMwNjk0ODI->(Yahoo! > ID required) > Change settings via email: Switch delivery to Daily > Digest<[email protected]?subject=email+delivery:+Digest>| > Switch > format to > Traditional<[email protected]?subject=change+delivery+format:+Traditional> > Visit Your Group > <http://groups.yahoo.com/group/referensi;_ylc=X3oDMTJkdXI0OTVhBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2hwZgRzdGltZQMxMjQzMDY5NDgy>| > Yahoo! > Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> | Unsubscribe > <[email protected]?subject=> > >

