kecuali yang meninggalkan wanita menjadi single parent ya ? 2009/5/25 Harya Setyaka <[email protected]>
> > > Tull betull... > Gender dan kemiskinan tidak mutually exclusive.. bahkan saling berimpitan.. > karena pembangunan manusia (human development), dimulai saat ibu hamil dan > seterusnya mengasuh dan mendidik anak.. > > Menurut saya; > Gender itu bukan goals.. bukan tujuan.. tapi perspektif.. > > jadi penanggulangan kemiskinan perlu ber-perspektif gender. > > Empiriknya.. ya seperti yg disampaikan pak Risfan.. > bahwa kaum laki-2 sangat dominan dalam mengelola sumber-daya bagi > keluarga.. > > > salam, > -K- > > > > 2009/5/23 Risfan M <[email protected]> > > >> >> Bung Eko dan Rekans ysh., >> >> Setuju dengan Anda. Salah satu strategi pengentasan kemiskinan memang >> melalui aspek gender. >> Pada lapisan itu biasanya perempuan lebih rentan, sementara bicara >> perempuan berarti anak-anak yang diasuhnya juga. Kemiskinan biasanya multi >> dimensi, ekonomi, pendidikan, kesehatan. >> >> Sering program bantuan disabot bapaknya. Bantuan susu saja di DKI saat >> krisis, oleh bapaknya dijual buat beli rokok. Sehingga dirubah jadi inkind >> untuk gizi ibu dan anak. >> Soal kredit mikro atau dana bergulir terbukti perempuan lebih gemi dan >> amanah. >> Sehingga dimanapun strategi pengentasan selalu melibatkan perempuan. >> Tantangannya seperti dihadapi Grameen Bank, masih banyak perempuan yang >> dihalangi dan ditiadakan haknya untuk berkomunikasi dengan orang di luar >> rumah. Atau kalau disini belum dipercaya untuk memperoleh pinjaman dan >> mengelola uang keluarganya. >> >> Jadi soal gender bukanlah soal kegenitan, buka-bukaan atau eksploitasi >> perempuan. >> >> Salam, >> R Munir >> >> >> >> >> >> >> >> ------------------------------ >> From: Eko B K <[email protected]> >> Sent: Saturday, May 23, 2009 3:14 PM >> To: [email protected] >> Subject: Re: [referensi] Re: Berantas Kemiskinan Dulu Atau Kegenitan >> Gender Dulu? >> >> >> >> >> Pak Aby dan referensiers ysh., >> Kalau jawabannya harus salah satu sih menurut saya jelas memberantas >> kemiskinan dulu, karena masalah gender utamanya adalah menghapuskan >> diksriminasi/ inequality yg menimpa salah satu jenis sex (wanita)...jadi >> masalahnya lebih ke social justice...bisa saja kedua jenis sex tsb tidak >> miskin (secara rata2)... saya ambil contoh di Prancis yg secara rata2 cukup >> makmur sebagai negara maju, gender inequality masih ada, misalkan >> penghasilan wanita di posisi profesional yg sama lebih rendah dari >> pria...ini hal yg umum diketahui dan di media juga sering diulas bahwa >> kesetaraan gender di negara2 utara: Belanda, Jerman, Skandinavia, tampaknya >> lebih baik dari pada di negara2 Latin: Prancis, Italia, Spanyol...tapi >> sekali lagi, secara umum mereka tidak miskin... >> >> Sementara, masalah kemiskinan itu bukan sekedar masalah social justice, >> tapi juga menyangkut tingkat survivalitas seseorang/ kelompok >> masyarakat...pd tingkat yg ekstrim ini menyangkut hidup dan mati...sehingga >> bisa dikatakan nilai prioritas penanganannya lebih tinggi... dan yg terkena >> dampaknya pun lebih luas, tidak hanya salah satu jenis sex tapi kedua2nya... >> >> TAPI, seringkali kedua masalah ini berkaitan: masalah gender dan >> kemiskinan, masalah social justice dan kemiskinan... Grameen Bank misalnya >> yg mencoba mengurangi kemiskinan dgn antara lain fokus memberikan pinjaman >> pd wanita... atau pemberian BLT di beberapa negara Afrika yg diberikan utk >> wanita karena ternyata wanita (dianggap) lebih bertanggungjawab dan mampu >> mengelola uang tsb utk kepentingan keluarga, dibandingkan pria yg punya >> kecenderungan membeli minuman keras dan berjudi... >> >> salam. >> >> >> >> --- On *Sat, 5/23/09, hengky abiyoso <[email protected]>* wrote: >> >> >> From: hengky abiyoso <[email protected]> >> Subject: [referensi] Re: Berantas Kemiskinan Dulu Atau Kegenitan Gender >> Dulu? >> To: [email protected] >> Cc: [email protected] >> Date: Saturday, May 23, 2009, 4:31 AM >> >> Membaca posting dari rekan Moh. Andri Budiman berikut dibawah, >> membandingkan dgn diskusi berpanjang lebar tentang gender bbrp hari ini, >> saya jadi teringat perbandingan antara para ulama dan para sufi…….. >> >> Seperti dikatakan oleh Yusuf al Qardawi : “……Para ulama saling berdebat >> tentang siapa diantara mereka yang lebih hebat pengetahuannya tentang >> agama…. sementara itu para sufi meninggalkan perdebatan dan dalam diam >> mereka mencoba berbuat sebanyak banyak kebajikan”………… >> >> >> >> Melihat ironi kisah sedih dibawah ini, saya jadi bertanya-tanya…. manakah >> yg sesungguhnya lebih mendesak…… mendahulukan penanggulangan kemiskinan >> (yang didalamnya tercakup perjuangan gender) …. .. ataukah mendahulukan >> bergenit2 dalam perjuangan gender sampai kedalam relung2nya yang >> terdalam?... ..... justru karena sang pejuang tak dililit kemiskinan?. >> ......... . >> >> >> >> Salam, >> >> >> >> [futurologi] Menakar Kesan Bahasa Arab, Inggris dan Latin (2) >> >> Friday, May 22, 2009 6:05 PM >> >> From: "Mohammad Andri Budiman" <mand...@gmail. com> >> >> To: kuyasi...@yahoogrou >> ps.com<http://mc/[email protected]> >> >> >> >> ,,,,,,,Berikut adalah tulisan saya tertanggal 21 April 2009 menanggapi >> sebuah berita yang memaparkan adanya "oknum Abu Jahal" di Puncak -- yang >> sekali lagi membuktikan bahwa Arab tidak identik dengan Islam and vice versa >> -- yang erat kaitannya dengan ketiga poin pemikiran Bapak Rachmad di tulisan >> pertama. >> >> --begins-- >> Assalamu'alaikum wr wb, >> >> Artikel dari Hidayatullah. com <http://hidayatullah.com/> yang barangkali >> bermanfaat untuk kita renungkan. >> >> >> >> *M**edia Arab Bahas Maraknya Nikah Mut’ah di Indonesia* >> >> Monday, 20 April 2009 09:42 >> Banyaknya pria Saudi yang menikahi wanita Indonesia dengan tujuan >> dicerai alias untuk bersenang-senang, disinggung media-media Arab >> Hidayatullah. com--Nikah berjangka (semacam mut`ah) pria Arab dengan >> wanita-wanita Indonesia, dibahas beberapa media Arab Saudi baru-baru ini. >> "Pernikahan semacam ini cenderung meningkat jika ulama gagal memberikan >> keputusan yang jelas melarang mereka," kata Khaled Al-Arrak, Kepala Konsuler >> pada Kedubes Arab Saudi di Jakarta, yang dikutip harian Arab News edisi >> Sabtu, 18 April hari ini. >> "Beberapa orang Indonesia miskin menikahkan gadis mereka dengan orang Arab >> Saudi dan berharap akan mengakhiri kemiskinan dan penderitaan mereka. Jika >> Dewan Ulama Senior Islam Arab Saudi tidak melarang jenis perkawinan ini, >> maka sesuatu di luar kontrol akan terjadi, " kata Al-Arrak. >> Banyak kantor di Indonesia yang memfasilitasi perkawinan semacam itu. >> Menurut harian Al-Watan, perkawinan dilakukan di hadapan saksi dan seorang >> wali. Perempuan ini tidak tahu bahwa pernikahan mereka akan berakhir dalam >> waktu beberapa hari dan mereka harus menanggung anak-anak dari orang yang >> akan meninggalkan mereka. Tahun lalu, di Kedubes Saudi di Jakarta menerima >> 82 anak-anak hasil perkawinan sesaat ini. "Kami telah menerima pengaduan 18 >> wanita yang menjadi korban," kata Al-Arrak. Kedubes Saudi mengatakan, >> kasus-kasus yang terdaftar di Kedutaan hanya 20 persen. >> Aysha Noor, 22, seorang wanita Indonesia asal Sukabumi (ditulis Arab News >> dengan Sikka Bhumi), 160 km sebelah timur Jakarta, menikah muda dengan >> laki-laki Saudi. Ketika itu ia berumur 16 tahun. Menurutnya, perkawinan itu >> akan memberi manfaat bagi keluarga mereka dan mengakhiri kemiskinan. >> "Kita di Indonesia menganggap orang-orang dari Mekah dan Madinah >> sebagai orang yang diberkati. Dia memberi saya mahar Rp. 6 juta >> (sekitar 2.024 Riyal). Mahar itu membantu kita memecahkan beberapa >> masalah ekonomi. Keluarga saya tidak tahu jika laki-laki Saudi itu >> hanya ingin mengawini sementara. Setelah beberapa hari dia bayar kami >> sisanya Rp 3 juta, kemudian ia meninggalkan kami,” katanya. Noor kemudian >> menikah lagi dengan laki-laki Saudi, sebelum ia menjadi penyanyi dan penari >> pada sebuah kelab malam. >> Ada banyak perempuan Indonesia yang memiliki cerita serupa. Beberapa dari >> mereka sulit mengurus anak-anak mereka dari suami warga Arab Saudi. >> >> >> >> >> Messages in this topic >> <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/8505;_ylc=X3oDMTM0MjlkcWlkBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzg1MDkEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMjQzMDY5NDgyBHRwY0lkAzg1MDU->( >> 3) Reply (via web post) >> <http://groups.yahoo.com/group/referensi/post;_ylc=X3oDMTJwbTliZGZ1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzg1MDkEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMjQzMDY5NDgy?act=reply&messageNum=8509>| >> Start >> a new topic >> <http://groups.yahoo.com/group/referensi/post;_ylc=X3oDMTJldHM3OGtlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTI0MzA2OTQ4Mg--> >> >> Messages<http://groups.yahoo.com/group/referensi/messages;_ylc=X3oDMTJlMTFvN2hmBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA21zZ3MEc3RpbWUDMTI0MzA2OTQ4Mg-->| >> Files<http://groups.yahoo.com/group/referensi/files;_ylc=X3oDMTJmYjk3cmJ0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2ZpbGVzBHN0aW1lAzEyNDMwNjk0ODI->| >> Photos<http://groups.yahoo.com/group/referensi/photos;_ylc=X3oDMTJlNjBrdmhxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA3Bob3QEc3RpbWUDMTI0MzA2OTQ4Mg-->| >> Links<http://groups.yahoo.com/group/referensi/links;_ylc=X3oDMTJmYjc2c3BjBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2xpbmtzBHN0aW1lAzEyNDMwNjk0ODI->| >> Database<http://groups.yahoo.com/group/referensi/database;_ylc=X3oDMTJjOGU3cXF0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2RiBHN0aW1lAzEyNDMwNjk0ODI->| >> Polls<http://groups.yahoo.com/group/referensi/polls;_ylc=X3oDMTJmYWN0azVuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA3BvbGxzBHN0aW1lAzEyNDMwNjk0ODI->| >> Calendar<http://groups.yahoo.com/group/referensi/calendar;_ylc=X3oDMTJkZTFnOTk1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2NhbARzdGltZQMxMjQzMDY5NDgy> >> Komunitas Referensi >> http://groups.yahoo.com/group/referensi/ >> [image: Yahoo! >> Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkYWcyNHRwBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjQzMDY5NDgy> >> Change settings via the >> Web<http://groups.yahoo.com/group/referensi/join;_ylc=X3oDMTJmaml1bmpuBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA3N0bmdzBHN0aW1lAzEyNDMwNjk0ODI->(Yahoo! >> ID required) >> Change settings via email: Switch delivery to Daily >> Digest<[email protected]?subject=email+delivery:+Digest>| >> Switch >> format to >> Traditional<[email protected]?subject=change+delivery+format:+Traditional> >> Visit Your Group >> <http://groups.yahoo.com/group/referensi;_ylc=X3oDMTJkdXI0OTVhBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzM5MjA5MjQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2hwZgRzdGltZQMxMjQzMDY5NDgy>| >> Yahoo! >> Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> | Unsubscribe >> <[email protected]?subject=> >> >> > >

