tumben arbi sanit sedikit 'cerdas'

--- On Thu, 5/21/09, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:

From: hengky abiyoso <[email protected]>
Subject: [referensi] Re: Arbi Sanit : Deklarasi Mega-Pro Retorika Identifikasi
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Thursday, May 21, 2009, 6:41 AM











    
            
            


      
      Deklarasi Mega-Pro : Retorika Identifikasi  
   
Ekonomi kerakyatan tanpa perencanaan ruang kewiraswastaaan bagi simiskin, 
mungkinkah?. ......... . 
   
Deklarasi pasangan calon presiden (capres) Megawati-Prabowo (Mega-Pro) yang 
akan dilaksanakan ditempat sampah Bantar Gebang, Kota Bekasi, Minggu (24/5) 
bagi pengamat politik, Arbi Sanit hanya merupakan retorika identifikasi belaka. 
"Usaha untuk mewujudkan ideologi yang mereka bawa sebenarnya masih dangkal," 
ujar Arbi, pengamat politik dari Universitas Indonesia, di Jakarta, Kamis 
(21/5). 
Pasangan Megawati-Prabowo yang mengusung konsep ekonomi kerakyatan akan 
melaksanakan deklarasi pencalonannya di areal tempat pembuangan sampah terpadu 
(TPST) Bantar Gebang. "Meski berada di tempat kumuh dan kelihatannya dekat 
dengan rakyat, penyampaian ideologi capres Megawati tidak pernah berkembang," 
ujar
 Arbi. 
Menurut dia, masih banyak konsep kerakyatan yang sebenarnya dibutuhkan rakyat 
namun dilupakan pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) dan 
Gerindra itu. Ideologi capres Megawati, kata Arbi memang sedikit memoles 
ideologi yang dibawa Presiden I RI, Soekarno. 
Arbi menilai capres Megawati masih menggunakan trik-trik lama, namun tidak 
menyentuh substansinya. "Mereka hanya bermain di tataran luar saja," ujar Arbi. 
Arbi menambahkan, konsep ekonomi kerakyatan sama sekali tidak menyentuh dan 
menyinggung isu lingkungan hidup, pengolahan tanah dan lingkungan, serta hak 
asasi manusia. Ia berharap, pada kampanye pemilihan presiden 2009, para capres 
tidak lagi membohongi rakyat. 
Menurut Arbi, konsep ekonomi kerakyatan tidak dapat begitu saja dikaitkan pada 
cara bercengkerama dengan orang-orang yang bergelut dengan sampah di Bantar 
Gebang. Tetapi harus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata. Selain itu, 
lanjut Arbi, yang tak
 kalah penting disampaikan kepada rakyat adalah cara membangun sistem itu, 
supaya terlihat jelas perbedaannya dengan pasangan calon lainnya. (Ant/OL-03)  
  




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke