Mas Dwi ysh,
Trims atas perhatiannya…… anda kok masih inget aja sih sama hipotesa lama dan 
ngawur dari saya itu?....... saya aja sudah hampir lupa……..
Kalau anda serius nanya….. bukankah seharusnya nanyanya lbh baik kepada 
petinggi otoritas keruangan yg beneran?...... mungkin juga ke para akademisi 
beneran?…...
Kalau anda sebutkan kenapa saya “harapkan pilihan strategi dari pusat”……. 
Alasan saya adlh pertama……. Ini dalam kerangka  “strategi nasional” ttg 
pengembangan sistem (persebaran) kota secara nasional beserta hirarkhinya ….. 
didalamnya suka tak suka terkandung dimensi migrasi serta concentrated 
deconcentration serta banyak kepentingan nasional lainnya……
Kalau berharap “inisiatif dari daerah”….. saya khawatir daerah kini lbh banyak 
berpikir propinsialistis…  tak banyak yg (atau tak mampu) berpikir kerangka 
nasional…….
Kalau misalnya saja tak sengaja  Gub SulSel memiliki visi “menyemai industri 
manufaktur di KTI”……dan kebetulan saja ia bepikir persis spt hipotesa ngawur 
dari saya itu….. ya saya kira ‘inisiatip dari pusat’ itu tak diperlukan lagi’ 
dan Gub SUlSel mungkin bisa jalan sendiri …… krn apa susahnya sih. nggak usah 
ngundang makan... langsung saja straight to the point.... datang dan ngomong ke 
para industrialis  dari "national leading industries " itu.......pengiring ada 
dan banyak..... alat transport dan biaya transportnya juga punya...... dan  
kalau itu terbukti menunjukkan hasil signifikan…..  gubernur macam itu brkali 
patut menjadi kandidat presiden atau setidaknya kandidat  petinggi tata ruang 
nasional… atau kandidat menteri pembangunan daerah….
 tapi kenyataannya khan daerah/ propinsi2 itu masih menerima ‘bantuan teknis’ 
(bantek) dari pusat…… menandakan pusat khawatir (ato mengukur)  propinsi blm 
mampu bikin2 perencanaan teknis sndiri…… Tapi yg sangat menarik  dari 
pertanyaan anda…….. sebenarnya ada ‘tabu’ apa sih dgn skenario spt yg masih 
anda ingat itu?.......... apakah itu sesuatu yg “rendah” yg  tak patut  
dilakukan oleh pemerintah/ birokrat?....... sehingga itu blm dicoba anda sudah 
nawar alternatif cara lain?........ 
Salam,
 

--- On Wed, 5/27/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> wrote:


From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
Subject: Kembali ke Penyemaian.... RE: [referensi] Moderasi Diskusi Gender dan 
Perencanaan Ruang
To: [email protected]
Date: Wednesday, May 27, 2009, 12:29 AM










Pak Aby
 
Ijinkan saya kembali ke topic :Menyemai industry manufakture di kawasan timur 
Indonesia,.. 
 
Kalau gak salah waktu itu diskusi kita masih mentok pada strategy teknis  yang 
sangat terbatas pilihannya:
Yaitu berharap-harap cemas pada presiden atau pemimpin level atas kita untuk 
melobby/mempersuasi /memaksa dgn halus(?) para leading manufacture company 
untuk mentransmigrasikan salah satu-dua unit produksinya di kawasan timur, 
dengan makan malam rutin untuk membangun dialog dengan mereka……  begitu ya pak?
 
Apa ada pilihan strategi teknis keruangan lain pak yang bisa mendorong 
penyemaian itu, yang sepertinya Bapak mengharapkan datang dari pusat? 
Mohon tanggapannya, pak
Trimakasih berat…. 
 
 
 

Regards,
 dwiagus 
http://bdwiagus. blogspot. com
http://bdwiagus. multiply. com 
 
"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to 
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White
 
:::... Indo-MONEV ...:::
Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere 
in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on 
monitoring and evaluation and other related development issues including 
development aid works, particularly in Indonesia.
Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com 
Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group. 
php?gid=34091848 127&ref=ts 
 


From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf 
Of hengky abiyoso
Sent: 25 May 2009 22:17
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [referensi] Moderasi Diskusi Gender dan Perencanaan Ruang
 





















      

Kirim email ke