Ah, pak Aby Gak ada yang melihat itu suatu hal yang tabu dan rendah,pak,… kenapa Bapak berpikir seperti itu,…
Tapi yang saya penasaran,…. Dalam tataran praktisnya strategi itu dijalankan bagaimana,…. Maksudnya peran perencana di situ bagaimana? Apa peran perencana di situ adalah membisiki, atau mempersiapkan sesuatu? Konkritnya “inisiatif pusat” itu seperti apa secara teknis pelaksanaannya? Siapa atau departemen mana yang patut mendesak dialog itu dan mempersiapkan detailnya ? Dan bagaimana mendesaknya ? Saya menanyakan scenario alternative, tapi dalam kerangka yang sama pak,…. Maksudnya kalau Bapak berasumsi, dengan makan-malam dialog rutin antara pemimpin negara ini dengan leading corporate itu akan berhasil menyemai,… bagaimana kalau ada asumsi pesimis, sambil menunggu proses dialog itu berjalan, barangkali ada strategi lain, tapi menuju yang sama, membawa si leading corporate itu mau melirik ke sulsel sana… bukankah skenario harus punya opsi, dengantujuan yang sama, begitu pak,… Tapi kalau gak ada skenario lain, dan memang itu lah salah satu skenario satu-satunya,…. Ya tidak papa pak,…. Mungkin sama sekali tidak ngawur,…. Saya dukung pak Aby lah, khan tujuannya baik dan mulia adanya… Hehehhee…. Regards, dwiagus http://bdwiagus.blogspot.com http://bdwiagus.multiply.com "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White :::... Indo-MONEV ...::: Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and evaluation and other related development issues including development aid works, particularly in Indonesia. Join in by sending an email to: [email protected] Find also Indo-MONEV in facebook: <http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts> http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of hengky abiyoso Sent: 27 May 2009 15:57 To: [email protected] Subject: Re: Kembali ke Penyemaian.... RE: [referensi] Moderasi Diskusi Gender dan Perencanaan Ruang Mas Dwi ysh, Trims atas perhatiannya…… anda kok masih inget aja sih sama hipotesa lama dan ngawur dari saya itu?....... saya aja sudah hampir lupa…….. Kalau anda serius nanya….. bukankah seharusnya nanyanya lbh baik kepada petinggi otoritas keruangan yg beneran?...... mungkin juga ke para akademisi beneran?…... Kalau anda sebutkan kenapa saya “harapkan pilihan strategi dari pusat”……. Alasan saya adlh pertama……. Ini dalam kerangka “strategi nasional” ttg pengembangan sistem (persebaran) kota secara nasional beserta hirarkhinya ….. didalamnya suka tak suka terkandung dimensi migrasi serta concentrated deconcentration serta banyak kepentingan nasional lainnya…… Kalau berharap “inisiatif dari daerah”….. saya khawatir daerah kini lbh banyak berpikir propinsialistis… tak banyak yg (atau tak mampu) berpikir kerangka nasional……. Kalau misalnya saja tak sengaja Gub SulSel memiliki visi “menyemai industri manufaktur di KTI”……dan kebetulan saja ia bepikir persis spt hipotesa ngawur dari saya itu….. ya saya kira ‘inisiatip dari pusat’ itu tak diperlukan lagi’ dan Gub SUlSel mungkin bisa jalan sendiri …… krn apa susahnya sih. nggak usah ngundang makan... langsung saja straight to the point.... datang dan ngomong ke para industrialis dari "national leading industries " itu.......pengiring ada dan banyak..... alat transport dan biaya transportnya juga punya...... dan kalau itu terbukti menunjukkan hasil signifikan….. gubernur macam itu brkali patut menjadi kandidat presiden atau setidaknya kandidat petinggi tata ruang nasional… atau kandidat menteri pembangunan daerah…. tapi kenyataannya khan daerah/ propinsi2 itu masih menerima ‘bantuan teknis’ (bantek) dari pusat…… menandakan pusat khawatir (ato mengukur) propinsi blm mampu bikin2 perencanaan teknis sndiri…… Tapi yg sangat menarik dari pertanyaan anda…….. sebenarnya ada ‘tabu’ apa sih dgn skenario spt yg masih anda ingat itu?.......... apakah itu sesuatu yg “rendah” yg tak patut dilakukan oleh pemerintah/ birokrat?....... sehingga itu blm dicoba anda sudah nawar alternatif cara lain?........ Salam, --- On Wed, 5/27/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> wrote: From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> Subject: Kembali ke Penyemaian.... RE: [referensi] Moderasi Diskusi Gender dan Perencanaan Ruang To: [email protected] Date: Wednesday, May 27, 2009, 12:29 AM Pak Aby Ijinkan saya kembali ke topic :Menyemai industry manufakture di kawasan timur Indonesia,.. Kalau gak salah waktu itu diskusi kita masih mentok pada strategy teknis yang sangat terbatas pilihannya: Yaitu berharap-harap cemas pada presiden atau pemimpin level atas kita untuk melobby/mempersuasi /memaksa dgn halus(?) para leading manufacture company untuk mentransmigrasikan salah satu-dua unit produksinya di kawasan timur, dengan makan malam rutin untuk membangun dialog dengan mereka…… begitu ya pak? Apa ada pilihan strategi teknis keruangan lain pak yang bisa mendorong penyemaian itu, yang sepertinya Bapak mengharapkan datang dari pusat? Mohon tanggapannya, pak Trimakasih berat…. Regards, dwiagus http://bdwiagus. blogspot. com http://bdwiagus. multiply. com "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White :::... Indo-MONEV ...::: Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and evaluation and other related development issues including development aid works, particularly in Indonesia. Join in by sending an email to: indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com Find also Indo-MONEV in facebook: <http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts> http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf Of hengky abiyoso Sent: 25 May 2009 22:17 To: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: [referensi] Moderasi Diskusi Gender dan Perencanaan Ruang

