Setuju Pak Risfan,
 
Hal senada juga yang ingin saya sampaikan sebelumnya, tapi sayang karena jari 
saya ngelencer ke 'tuts' yang tidak semestinya, jadi posting saya terdahulu 
terkirim sebelum selesai tertulis he... he... he... (Ini kebiasaan buruk saya 
ya, mohon saya dimaafkan, he... he. he..)
 
Selain itu, kalau kita renung-renungkan, setiap "kebejoan" juga mengandung 
amanah di dalamnya.. Seperti kalo kita kaya, terkandung amanah bahwa kita harus 
zakat, infak dan sedekah.. dll, mungkin suatu hal yang perlu juga dicari adalah 
apa amanah di balik kebejoan itu....?
 
Kalau dalam kitab suci tertulis (kira-kira), "diciptakan kamu dalam kondisi 
yang berbeda-beda agar kamu mendapat rahmat di dalamnya", dalam ekonomi 
geografi tertulis bahwa "keunggulan komparatif memberikan peluang bagi suatu 
wilayah untuk mampu berkontribusi dan berbagi kepada wilayah lainnya..."  
Menurut saya, ini adalah suatu "pesan" tentang adanya suatu "amanah" di dalam 
suatu kondisi yang dimiliki...
 
Jadi, selayaknya "kebejoan" tadi bukan merupakan suatu hal yang hanya sekedar 
disyukuri dan dinikmati, tapi juga perlu diperhatikan "peringatan-peringatan 
tersamar" di dalamnya, dan bahkan perlu dicari juga "pesan-pesan tersembunyi" 
atau "amanah" yang menyertainya...
 
Salam,
 
Fadjar PWK Undip


--- On Thu, 5/28/09, Risfan M <[email protected]> wrote:


From: Risfan M <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Ekonomi Bejo dari negeri barokah
To: [email protected]
Date: Thursday, May 28, 2009, 2:08 PM













Namun mesti disadari kalau "ke-bejo-an" itu juga suatu cobaan (yang enak), bisa 
jadi terlena terus. Dari kaya minyak menjadi kaya hutang, adalah peringatan 
yang samar.
Jangan sampai Tuhan memberi cobaan dengan cara sebaliknya.
 
Salam,
Risfan Munir

--- On Thu, 5/28/09, efha_mardiansjah@ yahoo.com <efha_mardiansjah@ yahoo.com> 
wrote:


From: efha_mardiansjah@ yahoo.com <efha_mardiansjah@ yahoo.com>
Subject: Re: [referensi] Ekonomi Bejo dari negeri barokah
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Thursday, May 28, 2009, 1:54 AM









Amin....
Semoga Indonesia memang jadi negeri yang barokah...
Juga semoga barokah tersebut juga bisa menjadi salah satu jalan bagi rahmatan 
lil alamin Pak... Kalau sudah 
 

--- On Thu, 5/28/09, bspr...@indosat. net.id <bspr...@indosat. net.id> wrote:


From: bspr...@indosat. net.id <bspr...@indosat. net.id>
Subject: Re: [referensi] Ekonomi Bejo
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Thursday, May 28, 2009, 1:07 PM





Uda Eka ysh,
waduh saya bener2 njondil membaca posting Uda tentang 'ekonomi bejo'. Saya 
sekitar 4 tahun yll pernah membuat sebuah diskusi kecil dengan anak2 muda baik 
dari kelompok nasional maupun agama (islam maupun kristen/katolik) di Jogja 
tentang kata 'bejo' yg diterapkan di Indonesia.
Waktu itu terlemparkan sebuah pemahaman bahwa Indonesia adalah negara bejo. Itu 
terjadi sejak jaman sebelum kemerdekaan sampai dengan sekarang.
Sebelum kemerdekaan :
Kok ya waktu itu ada sebuah pergeseran politik di Eropa sehingga muncul 
kebijakan dari Belanda yang bernama "kebijakan balas budi". Ini menyebabkan 
adanya anak2 muda Indonesia utk bisa bersekolah dengan baik di Belanda. ..... 
Ini yang menyebabkan munculnya gerakan2. Coba Belanda melakukan pendekatan 
represif seperti Jerman ... wuah bisa habis kita. Bisa2 kita jadi Afrika jilid 
2.
Bayi Indonesia dapat berkah disini.
Kok ya waktu itu terjadi konflik mendunia sehingga pemuda2 kita bisa mereposisi 
diri. Kok, ya Jepang dengan Perang Asia Timur Raya kalah ... coba menang tidak 
akan terjadi Kemerdekaan. Karena proses itu dimatangkan secara cepat dan tepat 
oleh posisi pelemahan Negara2 As terhadap sekutu.
Bayi Indonesia dapat berkah disini.
Kok ya kebetulan kita punya seorang pemuda yang bernama Soekarno, sehingga kita 
punya perekat yang kuat untuk pembentukan nation and character building. Saya 
tidak bisa membayangkan bila waktu itu tidak ada dia. Negara ini terlalu lemah 
untuk menghadapi semua perpecahan. Konflik kedaerahan dengan RIS yang belum 
tergali sebenarnya masih sangat banyak. 
Bayi Indonesia dapat berkah disini.
Tahun 1960-1965 tahun pergerakan dalam perubahan hubungan dunia ... ini 
kesadaran yg muncul di AS dan sangat diwarnai oleh anak2 muda dengan gerakan 
hippiesnya melalu isimbol peacenya ... ini memberikan ruang bagi Soekarno untuk 
mengembangkan New Emerging Forces ... jadilah Indonesia negara yang disegani 
bahkan sampai saat ini di Amerika Latin dan Afrika (saya masih menemukan orang2 
Afrika lama dan Amerika Latin yang dengan kagum membicarakan Soekarno). Ini 
modal kuat negara kita.
Balita Indonesia dapat berkah disini.
Tahun 1970 saat kita sedang kesulitan ekonomi lha kok mendadak ada windfall 
melalui harga minyak .... kita dapat kekuatan dan Indonesia berbelok 
kearah developmentalist. Diakui atau tidak ini sangat berperan dalam membangun 
negara ini. Tolong dilihat bahwa sampai dengan tahun 1985 meskipun korupsi 
sudah ada tapi arah pembangunan cukup jelas mulai Repelita 1 sampai 4. 
Balita Indonesia dapat berkah disini.
Waktu kita terseok lagi di pertengahan 1980an ... eh kok kembali minyak jadi 
penyelamat. Jadi teori apapun yg diperdebatkan tetapi ekonomi kita kembali 
'kuat'. Memang ada kebijakan yang cukup rawan yaitu tentang deregulasi 
perbankan ... ini tahun 1986. Ini menjadi awal keruntuhan sistem keuangan kita. 
Perlu kita ingat kembali pada tahun awal 1990an kita masih mengikuti disiplin 
keuangan yang mengambang terbatas. Dan uang kita tidak termasuk yang 
diperdagangkan, sehingga aman2 saja. Setelah itu uang kita masuk pasar di New 
York dan menjadi sangat volatile. 
Indonesia muda dapat berkah disini.
Lalu terjadilah kontraksi ekonomi ... dan kalau saya yang awam ekonomi ini coba 
melihat sebenarnya sebelum thai baht runtuh waktu itu ... kita masih perkasa. 
Kita runtuh lebih dari 4 bulan setelah thai baht anjlok. Dan itu akibat adanya 
pembelian rupiah besar2an di pasar Singapura yang dalam tempo 2 minggu dijual 
kembali sehingga uang anjlok total. Kayaknya kita rugi disini ... tapi ini 
sebenarnya sebuah keuntungan lagi ... coba kalau tidak ada kontraksi ekonomi 
waktu itu ... Rejim sebelum ini tidak akan berganti. Reformasi tidak akan 
terjadi.
Indonesia muda dapat berkah disini.
Sampai dengan akhir2 ini .... semua ini memberikan pemahaman kepada saya bahwa 
negara ini memang benar2 penuh berkah. Yang jadi masalah adalah berkah itu akan 
menjadi maksimal karena pengelolanya amanah.
Sehingga tag yang saya berikan untuk negeri tercinta ini adalah "Indonesia 
negeri barokah"
Salam
bambang sp

















      

Kirim email ke