Pak Deni ysh, saya belum pernah ikut even Earoph, jadi yah ikut boss sajalah.
Mengenai Mongolia, sebenarnya ada rekan saya yang menjadi perencana di Ulaanbaatar, dan pernah memberikan info sebagaimana terlampir. Saya kira menarik melihat upaya mereka melakukan “the real sustainable city”, khususnya dalam pelestarian budaya ‘rumah Ger’. Rumah Ger ini merupakan tenda besar yang dulu mudah dipindah-pindahkan karena pola budaya mereka yang nomaden. Mungkin kita pernah mendengar tentang Genghis Khan (Temujin), si srigala biru, yang menyatukan suku-suku Mongol. Dengan kemampuan ‘macro-historical analysis’-nya, dinasti ini mampu menaklukkan Eropah, dan mampu melampaui Great Wall (diikuti kemudian oleh David Copperfield), serta cucunya sampai juga ke Jawa Timur. Tidak ada emporium yang dapat menguasai wilayah seluas ini di dalam sejarah, padahal hanya bermodalkan kemampuan menunggang kuda dan kelihaian memanah. Penghormatan terhadap salah satu tradisi Mongol dilakukan di Jepang dengan penuh keagungan, yang kita kenal dengan ‘Sumo’. Karenanya Mongolia memang menarik untuk dipelajari oleh siapapun di dunia ini. Saya ingin meletakkan ‘macro-historical analysis’ ini sebagai salah satu komponen (: kemampuan) dalam ‘jiwa berjaya’. Perlu kesiapan fisik untuk mengunjungi Mongolia, mengingat negeri ini berada di atas langit (+ 1500 dpl), serta iklim yang ekstrim (siang-malam). Mungkin perlu latihan seperti ngendon dulu beberapa jam di dalam kulkas lalu kemudian berdiang beberapa jam di samping kompor panas dst. Dari dr. Andri mudah-mudahan bisa menerangkan pengaruh iklim terhadap kesehatan dari kondisi seperti ini. Salam. -ekadj 2009/6/5 [email protected] > > > Tq mas BTS, kang Deden, p Suhadi atas masukan utk country paper kongres > EAROPH. All of these are valuable. Apa ada jg teman2 member milis mau ikut. > Uda bs Eka ikut? Kan bs mnta budget bossnya, ...? > Rdd (deni boy tea) > Wss > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > ------------------------------ > *From*: Bambang Tata Samiadji > *Date*: Fri, 5 Jun 2009 07:25:19 -0700 (PDT) > *To*: <[email protected]> > > *Subject*: Re: [referensi] Re: warna budaya kita > > Dear all. > > Dari berbagai diskusi tentang Urban Sustainability... begitu banyak matra > yang terkait antara lain aspek fisik, tata ruang, ekonomi, sosial, kultural, > dsb...tak satu pun yang merasa perlu pentingnya matra finansial (finansial > tidak sama dengan ekonomi). Mungkin nggak penting nkali ya.. > > Thanks. CU. BTS. > > --- On *Fri, 6/5/09, Deden Rukmana <[email protected]>* wrote: > > > From: Deden Rukmana <[email protected]> > Subject: Re: [referensi] Re: warna budaya kita > To: [email protected] > Cc: [email protected], "Budhy Tjahyati" <[email protected]>, "Wicaksono > Sarosa" <[email protected]>, "Dodo Juliman" <[email protected]>, > [email protected], [email protected] > Date: Friday, June 5, 2009, 2:12 PM > > Perkenankan sy utk menambahkan materi bagi sustainable city: urban > primacy. Beberapa kali sy menyampaikan ttg hal ini, khususnya dalam diskusi > pemindahan ibukota, di milis Referensi. Ide pemindahan ibukota adalah > sebatas wacana, tapi semangat utk mengurangi masalah terkait dg urban > primacy di Indonesia seyogyanya tidak perlu memudar. > > Sbg alternatif referensi utk materi country paper dalam kongres EAROPh spt > disampaikan oleh Pak Rdd (Pak Sekditjen PR?), tahun lalu sy menulis paper > berjudul "The Growth of Jakarta Metropolitan Area and the Sustainability > of Urban Development in Indonesia" dalam sebuah jurnal. Berhubung masalah > hak cipta sy tidak bisa kirim melalui milis ini, tapi bilamana berkenan sy > bisa kirim melalui japri. Mudah2an ada hal yg dianggap relevan dari paper > tsb utk materi country paper. > > Terima kasih dan salam hangat dari Savannah, > > Deden Rukmana > > ------------------------------ > *From:* suhadi hadiwinoto <diditsuhadi@ yahoo.com> > *To:* refere...@yahoogrou ps.com > *Cc:* winaya...@gmail. com; Budhy Tjahyati <budh...@gmail. com>; Wicaksono > Sarosa <wsar...@uninet. net.id>; Dodo Juliman <dodo.juliman@ undp.org>; > catr...@bppi- indonesianherita ge.org; sitakiadishakti@ yahoo.com > *Sent:* Friday, June 5, 2009 9:27:01 AM > *Subject:* Re: [referensi] Re: warna budaya kita > > Saya pernah tanya pada mbak Lana, dapatkah suatu ketika nanti dalam > seminar internasional delegasi Indonesia membawakan angin baru yang segar > yang jarang dibahas para pakar dunia? Disamping membahas sustainable city > terkait dengan isu sanitasi, pencemaran udara, kurangnya ruang terbuka > hijau, permukiman kumuh, kemiskinan, kemacetan lalulintas dsb, dapatkah > membahasnya dalam perspektif yang lebih lengkap? > > Seharusnya sustainable city mencakup: physical/environmen tal > sustainability, economic sustainability, dan social & cultural > sustainability. Upaya menuju keberlanjutan fisik dan lingkungan dalam > perkembangan kota sudah sangat banyak dibahas. Upaya menjaga perkembangan > ekonomi yang berkelanjutan juga sering dibahas. Bahasan tentang > keberlanjutan sosial budaya hampir tak pernah tersentuh. > > Dapatkah Indonesia tampil menyuarakan konsep segar yang mengintegrasikan > ketiga sustainability tadi dalam penataan ruangnya secara nyata. tidak hanya > sebagai slogan politis yang manis, tetapi betul-betul diterjemahkan dalam > kebijakan dan program pembangunannya? Memang perhatian pada pembangunan > berwawasan lingkungan, ekonomi yang berkelanjutan, dan peningkatan kualitas > kehidupan sering disebut-sebut dalam berbagai dokumen, tetapi perwujudan dan > integrasinya secara mendasar belum terwujud > > Apakah dalam ruang-ruang kehidupan kita sudah diwujudkan upaya menuju > keberlanjutan lingkungan, keberlanjutan ekonomi, dan keberlanjutan sosial > budaya secara nyata? Apakah cita-cita luhur itu sudah diterjemahkan dalam > penataan ruang kita dengan baik? > > Suhadi. > > > --- On *Fri, 6/5/09, redi...@cbn. net.id <redi...@cbn. net.id>* wrote: > > > From: redi...@cbn. net.id <redi...@cbn. net.id> > Subject: Re: [referensi] Re: warna budaya kita > To: refere...@yahoogrou ps.com > Date: Friday, June 5, 2009, 8:28 AM > > Bung Iben, anda sdh di enrolled sbg psrta kongres EAROPh di Mongolia dr > unsur IAP. Katanya brngkatnya shari-dua hari stlah lebaran. Kita akn buat > country paper kt mnta di koordnr Lana (habitat). Temanya kalau tdk salah > "sustainble cities". Any member of milisters bs kasih saran, terutama > pndekar Tong She Lee Fu dr Gnung La We An, Nga yog Yoo Kat To, BSP yg sdh > turun gunung. Sbg mantan council mstinya banyak saran dong. Ditunggu mas. > Wss > Rdd. > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > > > > . > >

